Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 17 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2 Persen, BI Tingkatkan Kekuatan Indonesia Global
Ekonomi

Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2 Persen, BI Tingkatkan Kekuatan Indonesia Global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Transformasi Nasional

Bank Indonesia menegaskan peran penting ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu pilar strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Hal ini dilakukan untuk menghadapi dinamika global serta memperkuat ketahanan jangka panjang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) 2030, Bank Indonesia mengarahkan kebijakan untuk mempercepat integrasi Halal Value Chain (HVC) dengan sistem pembiayaan syariah yang lebih dalam, inovatif, dan produktif. Selain itu, fokus juga diberikan pada peningkatan literasi dan inklusi guna meningkatkan skala dan daya saing industri syariah nasional.

Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kontribusi sektor syariah terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, tetapi juga untuk mengakselerasi langkah Indonesia menuju posisi sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peluncuran Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2025, Kick-Off Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026, serta penyelenggaraan seminar Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2026 di Bank Indonesia, Jakarta (13/2).

Momen strategis ini dihadiri oleh para pimpinan Komisi XI DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), perbankan syariah, dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 2025 sebesar 5,11 persen (yoy), sektor HVC tumbuh 6,2% (yoy), ditopang kinerja makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, serta modest fashion. Kontribusi HVC terhadap PDB meningkat 155 basis poin, dari 25,45% pada 2024 menjadi 27% pada 2025.

Di sektor keuangan, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66% (yoy) pada akhir 2025, didukung insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun, atau mencapai 4,49% dari batas 5,5%, per Desember 2025.

Selain itu, kinerja pembiayaan syariah juga didukung oleh berbagai program akselerasi, termasuk Bulan Pembiayaan Syariah yang pada 2025 mencatat realisasi Rp939 miliar atau 60% di atas target Rp589 miliar.

“Capaian ini menunjukkan daya tahan dan kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Destry dalam sambutan tertulisnya.

Kinerja positif juga tercermin dari peningkatan pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah yang tumbuh 86,5% (yoy) menjadi USD466 juta. Di sektor keuangan sosial, penyaluran ZIS melalui BAZNAS hingga Triwulan II 2025 mencapai Rp52,5 triliun, meningkat 43% (ytd) dibandingkan dengan 2024 sebesar Rp36,8 triliun. Inovasi blended finance melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) juga tumbuh 22% (yoy) dengan outstanding akhir 2025 sebesar Rp1,4 triliun.

Peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah yang kini mencapai 50,18%, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2023.

Melalui implementasi Blueprint Eksyar 2030 yang berfokus pada penguatan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan, serta perluasan literasi dan inklusi, Bank Indonesia bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mempercepat transformasi sektor syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.

Perkembangan Industri Perbankan Syariah

Dari sisi industri jasa keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa industri perbankan syariah mencatat kinerja membanggakan sepanjang 2025. Total aset mencapai all-time high atau tertinggi sepanjang masa pada posisi Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92% (yoy). Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik dengan nilai pembiayaan mencapai Rp705,22 triliun atau tumbuh 9,58% yoy.

Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp892,99 triliun atau tumbuh 10,14% yoy. OJK optimis tren positif ini berlanjut pada 2026, seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mencermati risiko geopolitik dan ketidakpastian global.

“Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang semakin resilient dan sustainable,” papar Dian dalam keterangan tertulis.

Peluncuran Bulan Pembiayaan Syariah (BPS)

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga meluncurkan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026 sebagai wadah kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga, dan industri keuangan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan sektor riil.

Kick-Off BPS 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen sinergi bersama 10 kementerian/lembaga, yaitu Bank Indonesia, KNEKS, OJK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian ATR/BPN.

Tahun ini, BPS diperkuat untuk menjangkau UMKM, start-up, dan industri halal melalui pelibatan perbankan syariah, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, serta sektor keuangan sosial syariah, didukung oleh optimalisasi platform digital business matching.

Melalui sinergi tersebut, BPS diharapkan memperkuat keterhubungan antara sektor riil dengan pembiayaan komersial dan sosial syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Visi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Menuju 2026, arah kebijakan eksyar sesuai Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah 2030 difokuskan pada visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?