Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 16 Februari 2026
Trending
  • 4 Zodiak Ini Diperkirakan Naik Kelas Finansial Mulai 14 Februari 2026
  • Keselamatan atau Efisiensi? Dilema Stabilitas Kapal Saat Muat Bongkar
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026, Quartararo Akui Motor V4 Yamaha Tertinggal Jauh
  • Heboh Fajar Sadboy Diciduk Komika Fajar Frimawan, Reaksi Amanda Manopo Mencuri Perhatian
  • Komisi I DPR: Pengiriman TNI ke Gaza Bukan Untuk Bertempur
  • Wayne Rooney: Messi Terhebat, Ronaldo Sahabat
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 13 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Harga Tiket Masuk Solo Safari Saat Imlek 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Perbedaan KKB Yahukimo dan OPM lainnya memicu kemarahan pilot
Hukum

Perbedaan KKB Yahukimo dan OPM lainnya memicu kemarahan pilot

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan: Kecaman dari Ikatan Pilot Indonesia

Insiden penembakan pesawat milik Smart Air di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2/2026) menjadi peristiwa yang memicu kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Ikatan Pilot Indonesia (IPI). Dua awak pesawat, pilot dan kopilot, dilaporkan tewas setelah ditembak saat pesawat baru mendarat. Peristiwa ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil di wilayah Papua.

Pelaku Penembakan Disebut Berasal dari Kelompok Bersenjata Yahukimo

Berdasarkan informasi dari aparat keamanan, pelaku penembakan disebut berasal dari kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Kelompok ini sering dilabeli sebagai “Kelompok Kriminal Bersenjata” (KKB) oleh pemerintah Indonesia. Istilah tersebut digunakan untuk mengkategorikan kelompok bersenjata di Papua sebagai pelaku tindak pidana bersenjata, bukan sebagai entitas kombatan sah dalam konflik politik. Penggunaan terminologi ini memiliki konsekuensi hukum dan naratif, karena negara memposisikan tindakan mereka sebagai kriminalitas berat yang mengancam keamanan publik, termasuk terhadap warga sipil dan fasilitas umum.

Perbedaan Struktur KKB Yahukimo dengan Faksi TPNPB-OPM

Untuk memahami konteks yang lebih luas, perlu dijelaskan posisi KKB Yahukimo dalam spektrum kelompok bersenjata di Papua. Secara historis, gerakan separatis Papua berakar pada Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang muncul sejak dekade 1960-an. Sayap bersenjata dari gerakan tersebut dikenal sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Dalam praktik di lapangan, TPNPB tidak beroperasi sebagai satu komando militer yang sepenuhnya terpusat. Mereka terdiri atas sejumlah komando daerah atau Kodap yang memiliki otonomi tinggi, dengan komandan lokal, jaringan logistik sendiri, serta strategi yang kerap berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.

Di sinilah letak perbedaan yang kerap disalahpahami publik. KKB Yahukimo pada dasarnya merujuk pada unit bersenjata yang beroperasi secara spesifik di wilayah Yahukimo dan sekitarnya. Elkianus Kobak disebut-sebut sebagai pimpinan KKB Yahukimo. Dalam sejumlah kasus, kelompok ini dikaitkan dengan serangan terhadap warga sipil non-Papua, pendulang emas, hingga fasilitas transportasi udara.

Faksi-faksi Lain dalam TPNPB-OPM

Sementara itu, faksi-faksi lain dalam struktur TPNPB-OPM memiliki cakupan wilayah berbeda serta dinamika internal yang tidak selalu seragam. Beberapa komando daerah lebih menonjolkan narasi politik kemerdekaan Papua secara eksplisit dalam setiap pernyataan publiknya. Mereka kerap mengeluarkan klaim tanggung jawab dengan argumentasi ideologis dan menyampaikan tuntutan politik yang lebih terstruktur. Ada pula unit yang lebih fokus pada konfrontasi terhadap aparat keamanan dibandingkan terhadap warga sipil.

Variasi ini menunjukkan bahwa TPNPB-OPM bukanlah entitas tunggal dengan satu pola tindakan yang homogen, melainkan jaringan longgar dengan kepemimpinan yang tersebar. Perbedaan mendasar antara KKB Yahukimo dan faksi OPM lainnya terletak pada tingkat strukturisasi, orientasi narasi, serta spektrum target operasi. KKB Yahukimo dalam sejumlah pemberitaan lebih sering diidentikkan dengan aksi yang berdampak langsung pada masyarakat sipil dan infrastruktur dasar, seperti penerbangan perintis. Sementara itu, sebagian faksi TPNPB-OPM lain berupaya menempatkan diri dalam kerangka perjuangan politik yang lebih luas, meskipun pada praktiknya tetap menggunakan kekerasan bersenjata.

Kecaman dari Ikatan Pilot Indonesia

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden penembakan pesawat perintis milik Smart Air yang menewaskan pilot Capt. Egon Erawan dan kopilot Capt. Baskoro Adi Anggoro di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026). Tragedi tersebut memicu desakan agar pemerintah segera memperkuat jaminan keamanan penerbangan di wilayah rawan konflik.

Merespons kejadian itu, IPI meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan memastikan situasi keamanan pulih dan operasional penerbangan di bandara berisiko tinggi, terutama di pedalaman Papua, benar-benar terlindungi. Ketua Umum IPI, Capt. Muammar Reza Nugraha, menegaskan bahwa keselamatan pilot, kru, dan penumpang merupakan kewajiban negara yang tidak dapat ditawar.

Langkah Pencegahan dan Desakan dari IPI

IPI juga mendesak pemerintah bersama otoritas penerbangan untuk menghentikan sementara operasional bandara di kawasan konflik sampai keamanan benar-benar terjamin. “Kami meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan untuk mengambil langkah pencegahan berupa penghentian operasional bandara berisiko keamanan tinggi sampai terjaminnya keamanan penerbangan,” tegas Muammar.

Menurutnya, bandara dan fasilitas penerbangan merupakan objek vital nasional yang wajib dilindungi. Penembakan di Korowai Batu termasuk pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya Bab XIV mengenai Keamanan Penerbangan, serta bertentangan dengan ketentuan internasional ICAO Annex 17 dan Chicago Convention 1944.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Heboh Fajar Sadboy Diciduk Komika Fajar Frimawan, Reaksi Amanda Manopo Mencuri Perhatian

16 Februari 2026

Dua Kajari Jatim yang Dicopot Jaksa Agung, Sempat Diamanahkan Satgasus

16 Februari 2026

Profil Indra Frimawan, Komika Kontroversial yang Ludahi Fajar Sadboy Saat Podcast, Kini Dihujani Kritik

16 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

4 Zodiak Ini Diperkirakan Naik Kelas Finansial Mulai 14 Februari 2026

16 Februari 2026

Keselamatan atau Efisiensi? Dilema Stabilitas Kapal Saat Muat Bongkar

16 Februari 2026

Jadwal MotoGP Thailand 2026, Quartararo Akui Motor V4 Yamaha Tertinggal Jauh

16 Februari 2026

Heboh Fajar Sadboy Diciduk Komika Fajar Frimawan, Reaksi Amanda Manopo Mencuri Perhatian

16 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?