200 Tukang Becak Ponorogo Diberi Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo
Sebanyak 200 tukang becak di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menerima bantuan unit becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto. Kebahagiaan terlihat jelas di wajah para tukang becak yang mengikuti kegiatan uji coba dan penyerahan secara seremonial.
Bantuan ini diberikan dalam rangka mendukung kesejahteraan para tukang becak yang mayoritas berusia lanjut. Harga satu unit becak listrik mencapai Rp 22 juta, yang diharapkan dapat membantu mereka dalam menjalani pekerjaannya dengan lebih ringan.
Pada acara tersebut, para tukang becak tidak hanya mencoba becak listrik tetapi juga mengikuti prosesi penyerahan secara simbolis. Mereka menaiki kendaraan tersebut bersama perwakilan pemerintah daerah, seperti Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto, dan Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo.
Menurut Supardan, salah satu tukang becak yang menerima bantuan, penggunaan becak listrik membuat pekerjaannya menjadi lebih ringan. “Usia saya 80 tahun, biasanya ngoyo begitu. Dengan becak listrik lebih ringan,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN) Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat yang sudah tua. “Beliau tidak tega melihat orang Indonesia terutama yang sudah sepuh di atas 60 tahun masih mengayuh becak di jalanan,” tambahnya.
Nanik juga menegaskan bahwa becak listrik tidak boleh dijual. “Ini hadiah, bagaimana dia harus tetap berusaha karena mereka ingin berarti di usia tua. Becak ini menjadi alat untuk beliau-beliau,” ucapnya.
Istri Polisi Pamer Kartu Bhayangkari Saat Razia Viral
Seorang istri polisi atau Ibu Bhayangkari viral di media sosial setelah memperlihatkan kartu sakti saat kena razia. Unggahan tersebut memicu kontroversi dan banyak hujatan dari netizen.
Dalam video yang beredar, Ria Fira Andriani menceritakan pengalamannya saat diberhentikan petugas kepolisian di kawasan Bundaran Tuju Juang 2. Ia menyebut bahwa polisi hanya tersenyum saat melihat kartu Bhayangkari yang ia keluarkan.
Meski surat-surat yang dimilikinya lengkap, aksi Ria Fira Andriani disorot oleh netizen. Mereka mempertanyakan penggunaan atribut Polri dan potensi mencederai kesetaraan di hadapan hukum.
Setelah video tersebut viral, Ria Fira Andriani menyampaikan permohonan maaf. Ia menegaskan tidak ada maksud membanggakan diri memiliki kartu anggota Bhayangkari dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Pedagang Kelapa Ancam Wali Kota Bekasi dengan Golok
Seorang pedagang kelapa di Bekasi, Barmizon (60), emosi saat lapaknya ditertibkan. Ia membawa golok dan mengacungkannya ke arah petugas dan pejabat yang hadir di lokasi, termasuk Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Situasi sempat memanas sebelum petugas melakukan pendekatan persuasif. Setelah beberapa menit negosiasi, Barmizon akhirnya meletakkan goloknya dan situasi berhasil dikendalikan tanpa korban luka.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa aparatur pemerintah harus tetap tenang dan tidak bersikap represif dalam menghadapi situasi di lapangan. Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat.
Setelah kejadian tersebut, lapak pedagang es kelapa yang sebelumnya berada di tepi jalan mulai digeser ke area yang tidak mengganggu badan jalan. Barmizon akhirnya dibebaskan setelah diamankan aparat kepolisian.



