Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 26 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus
  • Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas
  • Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global
  • Peluang Persebaya Surabaya Terancam, Persijap Jepara Catatkan Produktivitas Gol Terendah Musim Ini
  • 7 Rekomendasi Mukena Travel Terbaru 2026, Ringan dan Nyaman Dibawa
  • 5 Lagu dengan Pembuka Paling Mengenalimu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Temuan Berulang, Pansus LHP BPK DPRD Parigi Moutong Kritik Kinerja Inspektorat
Politik

Temuan Berulang, Pansus LHP BPK DPRD Parigi Moutong Kritik Kinerja Inspektorat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penilaian Pansus DPRD Parigi Moutong terhadap Kinerja Inspektorat Daerah

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Parigi Moutong menilai bahwa kinerja Inspektorat Daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan internal belum berjalan secara maksimal. Hal ini terlihat dari temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang terus muncul pada hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Temuan tersebut terjadi berulang kali, menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan internal.

Anggota Pansus LHP BPK DPRD Parigi Moutong, Husen Mardjengi, menyampaikan bahwa seharusnya Inspektorat mengawasi setiap program dan kegiatan sejak tahap perencanaan untuk mencegah masalah dalam pelaksanaan. Menurutnya, jika fungsi pengawasan Inspektorat berjalan sebagaimana mestinya, maka kecil kemungkinan akan muncul persoalan baik dalam penyusunan APBD maupun dalam pertanggungjawaban anggaran.

Namun, fakta yang terjadi justru menunjukkan bahwa hampir seluruh OPD memiliki temuan LHP BPK, bahkan beberapa di antaranya berulang dari tahun ke tahun. Husen menilai kondisi ini menunjukkan bahwa Inspektorat belum memiliki kesiapan yang memadai untuk melindungi pengelolaan keuangan daerah agar tidak berujung pada temuan pemeriksaan eksternal.

“Fungsi Inspektorat ini seharusnya mampu mencegah agar temuan-temuan BPK tidak terus muncul,” ujar Husen dalam rapat Pansus LHP BPK di Ruang Rapat DPRD, Jl Jalur II, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Senin (9/2/2025).

Selain peran Inspektorat, Pansus juga menilai keseriusan OPD dalam mengikuti rapat pembahasan LHP masih rendah. Terlihat dari ketidaksiapan sebagian OPD yang hadir tanpa membawa dokumen pendukung saat dimintai penjelasan terkait temuan. Kondisi ini menyebabkan OPD kerap kebingungan saat diminta menjelaskan substansi temuan, sehingga menghambat pendalaman Pansus dan memperlambat proses tindak lanjut rekomendasi.

Husen juga menyoroti banyaknya OPD yang mendapatkan temuan sebagai persoalan utama. Ia mengingatkan bahwa daerah telah memiliki Inspektorat yang seharusnya berfungsi tidak sekadar melakukan pembinaan administratif, tetapi pengawasan yang serius dan menyeluruh. Ia mempertanyakan apakah fungsi pengawasan tersebut selama ini hanya berjalan formalitas, sehingga tidak mampu mencegah lahirnya temuan-temuan BPK.

Lebih lanjut, Husen menyinggung temuan keuangan yang dinilainya patut dicermati, terutama pada kasus kelebihan pembayaran yang dapat dikembalikan tanpa menimbulkan risiko bunga. Ia mempertanyakan apakah kondisi tersebut terjadi karena kelalaian semata atau terdapat unsur kesengajaan dalam pengelolaan anggaran.

Husen juga mendorong agar Inspektorat tidak hanya dihadirkan pada rapat terakhir, tetapi mendampingi setiap pembahasan Pansus bersama OPD. Sehingga, perangkat daerah yang dipimpin oleh Muhammad Sakti Lasimpara, ST sebagai Inspektur Daerah, dapat menjelaskan akar persoalan yang menyebabkan temuan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ia menilai peningkatan jumlah temuan menjadi ironi di tengah komitmen bersama untuk membangun daerah, terlebih masa pembangunan daerah tersisa sekitar empat tahun ke depan. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan tata kelola keuangan harus berlaku menyeluruh, tidak hanya menyasar OPD tertentu, namun juga mencakup Sekretariat DPRD yang disebutnya berpotensi memiliki temuan yang lebih besar.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus DPRD Parigi Moutong, Muhammad Basuki, menyampaikan bahwa Pansus akan menghadirkan Inspektorat Daerah pada rapat lanjutan untuk memberikan pendampingan secara langsung dalam pembahasan per bagian. “Insya Allah, pada rapat berikutnya Inspektorat akan kami libatkan untuk pendampingan di masing-masing bagian,” kata Muhammad Basuki menjawab tanggapan anggotanya.

Dia berharap keterlibatan aktif Inspektorat dapat memperkuat fungsi pengawasan internal serta menekan angka temuan LHP BPK pada OPD di Kabupaten Parigi Moutong ke depan.

Tantangan dan Harapan untuk Peningkatan Pengawasan Internal

Tantangan yang dihadapi oleh Inspektorat Daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan internal menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan organisasi tersebut. Dalam hal ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang tidak hanya bertumpu pada tindakan korektif, tetapi juga pencegahan sejak awal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Penguatan Kapasitas Inspektorat: Melalui pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, Inspektorat perlu memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam melakukan audit dan pengawasan terhadap semua program dan kegiatan pemerintah daerah.
  • Kolaborasi dengan OPD: Memastikan bahwa Inspektorat bekerja sama erat dengan setiap OPD dalam penyusunan anggaran dan pelaksanaan kegiatan, sehingga tercipta sistem pengawasan yang lebih efektif.
  • Transparansi dan Akuntabilitas: Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah dan memastikan bahwa setiap temuan dapat dijelaskan dengan jelas dan cepat.

Dengan demikian, harapan besar diarahkan kepada Inspektorat Daerah untuk dapat menjalankan perannya secara lebih optimal, sehingga mampu mencegah terulangnya temuan-temuan BPK yang merugikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global

25 Februari 2026

Mari Beralih ke Tas Ramah Lingkungan, Pemkab Bangka Selatan Ajak Warga Tinggalkan Plastik

25 Februari 2026

Diksi Kasar Guncang Istana, Ketua BEM UGM Minta Maaf ke Prabowo atas Kata ‘Bodoh’

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus

25 Februari 2026

Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem

25 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Februari 2026

Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?