Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • 6 tanda otak putih anak tak berkembang, apakah gadget penyebabnya?
  • Keluarga menunggu keadilan usai pemuda tewas dalam kecelakaan hindari polisi
  • Latihan Soal TKA IPA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka 2026 dan Jawaban
  • Live Indosiar-SCTV Hari Ini: Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Minggu 29 Maret 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces Siap Bercahaya
  • Ini Dia Pengganti Kabais TNI Setelah Letjen Yudi Mundur?
  • Ikutan giveaway motor edisi terbatas? Cek di sini!
  • Penjualan dan Laba AMMN Menurun di 2025, Ini Penyebabnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Danantara Luncurkan 6 Proyek Hilirisasi, Investasi Rp 118 Triliun
Ekonomi

Danantara Luncurkan 6 Proyek Hilirisasi, Investasi Rp 118 Triliun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) atas enam proyek hilirisasi pada Jumat (6/2). Proyek yang diresmikan hari ini terdiri atas sektor mineral, energi, dan agroindustri.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan hilirisasi merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dia memastikan proyek ini akan memberikan timbal balik yang baik, dalam lapangan pekerjaan, nilai tambah, hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Enam program ini memiliki total investasi mencapai US$ 7 miliar (Rp 118 triliun). Proyek ini berada di Mempawah, Banyuwangi, Cilacap, Malang, dan Gresik,” kata Rosan dalam acara peresmian di kantornya, Jumat (6/2).

Rosan menyebut seluruh proyek ini didanai oleh Danantara. Dia menyebut tahun lalu proyek hilirisasi menyumbang 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Jumlahnya mencapai Rp 584,1 triliun.

Selama ini hilirisasi di Indonesia terpusat di area Maluku dan Sulawesi. Kedepannya Danantara berharap proyek hilirisasi bisa lebih merata tersebar di Indonesia.

Daftar Proyek yang Diresmikan Hari Ini

  • Smelter Aluminium

    Proyek pertama yang diresmikan adalah dua fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) aluminium. Proyek ini dibangun di Mempawah, Kalimantan Barat dengan kapasitas 600 ribu ton dan nilai investasi Rp 40,6 triliun. Smelter Mempawah dibangun oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersama-sama dengan PT Antam TBK, PT Bukit Asam TBK yang ketiganya merupakan anggota dari MIND ID sebagai holding BUMN industri pertambangan. Kedua, smelter aluminium yang berada di Kuala Tanjung, Sumatra Utara dengan kapasitas 275 ribu ton per tahun.

  • Smelter Alumina (SGAR) 1 dan 2

    Danantara juga membiayai proyek Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR yang berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini mulai dibangun pada 2020 oleh Inalum dan PT Antam Tbk. Setelah beroperasi, smelter alumina ini akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (INALUM). Setelah selesai nanti, produk alumina akan didistribusikan melalui Pelabuhan Kijing Pelindo. SGAR 1 memiliki kapasitas 1 juta ton produksi alumin per tahun dengan nilai investasi Rp 10,7 triliun. Sementara SGAR 2 dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dengan investasi Rp 14,8 triliun.

  • Bioetanol Glenmore

    Proyek ini merupakan pabrik pengolahan tebu menjadi bioetanol terintegrasi. Pabrik yang berada di Banyuwangi Jawa Timur ini memiliki luas lahan seluas 211 ribu hektare (ha). Pabrik yang mengolah tebu ini mampu memproduksi 882 ribu ton gula. Jumlah tersebut dihasilkan dari PTPN 335 ribu ton dan petani 547 ribu ton. Disaat yang bersamaan, pabrik mereka juga menghasilkan tetes tebu atau molases mencapai 679 ribu ton, disumbang dari PTPN 371 ribu ton dan petani 308 ribu ton. Produk Bioetanol yang dihasilkan proyek ini nantinya akan dicampurkan dalam BBM sehingga menghasilkan bahan bakar nabati.

  • Pabrik Bioavtur Cilacap

    Pabrik bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur terletak di Cilacap, Jawa Tengah. Dalam tahap pertama, proyek ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 3000 barel per hari (bph). Kapasitas kilang hijau ini akan meningkat menjadi 6000 bph pada tahap kedua. Kilang ini sepenuhnya dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Menurut Pertamina, kilang ini akan mengurangi impor BBM serta menciptakan efek berganda yang menurunkan emisi karbon.

  • Hilirisasi Ayam

    Danantara juga meresmikan proyek hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi. Proyek ini memiliki 30 pabrik ayam yang berada di 6 provinsi di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hilirisasi ini bertujuan untuk mengembangkan industri ayam guna memenuhi ketahanan pangan nasional. Proyek ini diharapkan bisa menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur. Proyek ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan peternakan hingga Rp 81,5 triliun per tahun serta menopang kebutuhan pangan untuk MBG.

  • Pabrik Garam dan MVR

    PT Garam menyebut pabrik ini termasuk dalam proyek terintegrasi. Ada tiga pabrik garam yang diresmikan hari ini. Pertama pabrik garam bahan baku industri menggunakan teknologi mechanical vapor recompression (MVR) di Sampang, Madura. Berkapasitas 200 ribu ton per tahun dengan nilai investasi Rp 2 triliun. Kedua, pabrik garam bahan baku industri teknologi MVR di Manyar, Gresik dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun. Proyek yang dilakukan bersama Unilever ini memiliki nilai investasi Rp 1 triliun. Ketiga, proyek pembangunan garam olahan Segoro Madu II, Gresik. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 80 ribu ton per tahun dan nilai investasi sebesar Rp 112 miliar. Proyek ini sepenuhnya didanai oleh PT Garam.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penjualan dan Laba AMMN Menurun di 2025, Ini Penyebabnya

30 Maret 2026

Ternyata Kewirausahaan Bisa Dibentuk, Bukan Hanya Bawaan!

29 Maret 2026

IHSG jatuh lagi pasca-Lebaran, asing lari Rp 29 triliun, pasar dekati titik balik?

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 tanda otak putih anak tak berkembang, apakah gadget penyebabnya?

30 Maret 2026

Keluarga menunggu keadilan usai pemuda tewas dalam kecelakaan hindari polisi

30 Maret 2026

Latihan Soal TKA IPA Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka 2026 dan Jawaban

30 Maret 2026

Live Indosiar-SCTV Hari Ini: Jadwal Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?