Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 1 Oktober 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Danantara Luncurkan 6 Proyek Hilirisasi, Investasi Rp 118 Triliun
Ekonomi

Danantara Luncurkan 6 Proyek Hilirisasi, Investasi Rp 118 Triliun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) atas enam proyek hilirisasi pada Jumat (6/2). Proyek yang diresmikan hari ini terdiri atas sektor mineral, energi, dan agroindustri.

Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan hilirisasi merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dia memastikan proyek ini akan memberikan timbal balik yang baik, dalam lapangan pekerjaan, nilai tambah, hingga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Enam program ini memiliki total investasi mencapai US$ 7 miliar (Rp 118 triliun). Proyek ini berada di Mempawah, Banyuwangi, Cilacap, Malang, dan Gresik,” kata Rosan dalam acara peresmian di kantornya, Jumat (6/2).

Rosan menyebut seluruh proyek ini didanai oleh Danantara. Dia menyebut tahun lalu proyek hilirisasi menyumbang 30% dari total investasi yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Jumlahnya mencapai Rp 584,1 triliun.

Selama ini hilirisasi di Indonesia terpusat di area Maluku dan Sulawesi. Kedepannya Danantara berharap proyek hilirisasi bisa lebih merata tersebar di Indonesia.

Daftar Proyek yang Diresmikan Hari Ini

  • Smelter Aluminium

    Proyek pertama yang diresmikan adalah dua fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) aluminium. Proyek ini dibangun di Mempawah, Kalimantan Barat dengan kapasitas 600 ribu ton dan nilai investasi Rp 40,6 triliun. Smelter Mempawah dibangun oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersama-sama dengan PT Antam TBK, PT Bukit Asam TBK yang ketiganya merupakan anggota dari MIND ID sebagai holding BUMN industri pertambangan. Kedua, smelter aluminium yang berada di Kuala Tanjung, Sumatra Utara dengan kapasitas 275 ribu ton per tahun.

  • Smelter Alumina (SGAR) 1 dan 2

    Danantara juga membiayai proyek Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR yang berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini mulai dibangun pada 2020 oleh Inalum dan PT Antam Tbk. Setelah beroperasi, smelter alumina ini akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (INALUM). Setelah selesai nanti, produk alumina akan didistribusikan melalui Pelabuhan Kijing Pelindo. SGAR 1 memiliki kapasitas 1 juta ton produksi alumin per tahun dengan nilai investasi Rp 10,7 triliun. Sementara SGAR 2 dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dengan investasi Rp 14,8 triliun.

  • Bioetanol Glenmore

    Proyek ini merupakan pabrik pengolahan tebu menjadi bioetanol terintegrasi. Pabrik yang berada di Banyuwangi Jawa Timur ini memiliki luas lahan seluas 211 ribu hektare (ha). Pabrik yang mengolah tebu ini mampu memproduksi 882 ribu ton gula. Jumlah tersebut dihasilkan dari PTPN 335 ribu ton dan petani 547 ribu ton. Disaat yang bersamaan, pabrik mereka juga menghasilkan tetes tebu atau molases mencapai 679 ribu ton, disumbang dari PTPN 371 ribu ton dan petani 308 ribu ton. Produk Bioetanol yang dihasilkan proyek ini nantinya akan dicampurkan dalam BBM sehingga menghasilkan bahan bakar nabati.

  • Pabrik Bioavtur Cilacap

    Pabrik bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur terletak di Cilacap, Jawa Tengah. Dalam tahap pertama, proyek ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 3000 barel per hari (bph). Kapasitas kilang hijau ini akan meningkat menjadi 6000 bph pada tahap kedua. Kilang ini sepenuhnya dikelola oleh PT Pertamina (Persero). Menurut Pertamina, kilang ini akan mengurangi impor BBM serta menciptakan efek berganda yang menurunkan emisi karbon.

  • Hilirisasi Ayam

    Danantara juga meresmikan proyek hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi. Proyek ini memiliki 30 pabrik ayam yang berada di 6 provinsi di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Gorontalo, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hilirisasi ini bertujuan untuk mengembangkan industri ayam guna memenuhi ketahanan pangan nasional. Proyek ini diharapkan bisa menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur. Proyek ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan peternakan hingga Rp 81,5 triliun per tahun serta menopang kebutuhan pangan untuk MBG.

  • Pabrik Garam dan MVR

    PT Garam menyebut pabrik ini termasuk dalam proyek terintegrasi. Ada tiga pabrik garam yang diresmikan hari ini. Pertama pabrik garam bahan baku industri menggunakan teknologi mechanical vapor recompression (MVR) di Sampang, Madura. Berkapasitas 200 ribu ton per tahun dengan nilai investasi Rp 2 triliun. Kedua, pabrik garam bahan baku industri teknologi MVR di Manyar, Gresik dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun. Proyek yang dilakukan bersama Unilever ini memiliki nilai investasi Rp 1 triliun. Ketiga, proyek pembangunan garam olahan Segoro Madu II, Gresik. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 80 ribu ton per tahun dan nilai investasi sebesar Rp 112 miliar. Proyek ini sepenuhnya didanai oleh PT Garam.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?