Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 26 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus
  • Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas
  • Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global
  • Peluang Persebaya Surabaya Terancam, Persijap Jepara Catatkan Produktivitas Gol Terendah Musim Ini
  • 7 Rekomendasi Mukena Travel Terbaru 2026, Ringan dan Nyaman Dibawa
  • 5 Lagu dengan Pembuka Paling Mengenalimu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Renungan Katolik Harian: Yesus Melihat dan Peduli 7 Februari 2026
Politik

Renungan Katolik Harian: Yesus Melihat dan Peduli 7 Februari 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Februari 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tema Renungan Harian Katolik: “Yesus Melihat, Yesus Peduli”

Renungan harian Katolik untuk hari Sabtu Biasa IV, Hari Sabtu Imam, Santo Rikardus, Pertapa, Santa Koleta, Perawan, dengan warna liturgi hijau. Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 7 Februari 2026 dengan tema “Yesus melihat, Yesus peduli”.

Bacaan Liturgi Katolik

Bacaan Pertama 1 Raja-Raja 3:4-13

“Salomo memohon hati yang bijaksana agar sanggup memerintah umat Allah.”

Pada suatu hari Raja Salomo pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan kurban sebab di situlah bukit pengurbanan yang paling besar; seribu kurban bakaran ia persembahkan di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Bersabdalah Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau! Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka bersabdalah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seseorang seperti engkau. Namun yang tidak kauminta pun akan Kuberikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di kalangan raja-raja.” Demikianlah Sabda Tuhan. U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 119:9-14

Ref. Ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

Bagaimana kaum muda mempertahankan hidupnya tanpa cela? Dengan mengamalkan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.

Bait Pengantar Injil Yohanes 10:27

Ref. Alleluya

Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

Bacaan Injil Markus 6:30-34

“Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala.”

Pada waktu itu Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah menahului Yesus. Ketika mendarat, Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka. Demikianlah Injil Tuhan. U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Yesus Melihat, Yesus Peduli”

Dalam ritme hidup yang serba cepat, kita sering kelelahan—bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. Tugas menumpuk, tanggung jawab tak ada habisnya, dan harapan orang lain kadang terasa terlalu berat. Injil hari ini menghadirkan Yesus yang memahami kelelahan manusia dan, pada saat yang sama, menunjukkan hati Allah yang penuh belas kasih. Renungan Katolik hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana Yesus memandang kelelahan para murid dan kebutuhan terdalam orang banyak.

Injil: Markus 6:30–34 (Inti Pesan)

Para rasul kembali kepada Yesus setelah diutus mewartakan Kerajaan Allah. Mereka menceritakan segala yang telah mereka lakukan dan ajarkan. Melihat mereka lelah, Yesus berkata, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahat sejenak.” Namun orang banyak mengikuti mereka. Ketika Yesus melihat kerumunan itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, sebab mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Maka Yesus mulai mengajar mereka banyak hal.

  1. Allah Mengerti Kelelahan Kita

    Yesus tidak menegur para murid karena lelah. Ia justru mengakui kebutuhan mereka untuk beristirahat. Ini menegaskan bahwa kelelahan bukan tanda kelemahan iman. Dalam renungan Injil Markus 6:30–34, kita melihat bahwa beristirahat adalah bagian dari kehidupan rohani yang sehat. Allah tidak menghendaki hamba-Nya habis terkuras sampai kosong; Ia menghendaki kita utuh tubuh, pikiran, dan jiwa.

  2. Belas Kasihan yang Menggerakkan

    Meskipun Yesus dan para murid ingin beristirahat, kebutuhan orang banyak “menginterupsi” rencana itu. Namun Yesus tidak kesal. Injil mencatat bahwa hati Yesus tergerak oleh belas kasihan. Belas kasihan bukan sekadar rasa iba; itu adalah kasih yang mendorong tindakan. Yesus memilih untuk hadir, mengajar, dan memberi arah hidup.

  3. Domba Tanpa Gembala: Krisis Arah Hidup

    Yesus melihat orang banyak sebagai domba tanpa gembala. Ini gambaran tentang manusia yang kehilangan arah, haus makna, dan rindu dibimbing. Banyak orang hari ini tampak “baik-baik saja” secara luar, tetapi kosong di dalam. Renungan Katolik hari ini mengingatkan kita bahwa Gereja—dan setiap orang beriman—dipanggil menjadi perpanjangan tangan Kristus, menghadirkan arah, harapan, dan kebenaran.

  4. Mengajar Sebelum Memberi Makan

    Menariknya, sebelum mukjizat penggandaan roti (yang akan terjadi setelah perikop ini), Yesus lebih dulu mengajar. Ini menegaskan bahwa manusia bukan hanya lapar roti, tetapi juga lapar akan Sabda. Dalam renungan Injil hari Sabtu, kita diajak menilai kembali: apakah kita memberi waktu untuk mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan setiap hari?

  5. Relevansi bagi Hidup Kita Hari Ini

  6. Belajar beristirahat bersama Tuhan, bukan lari dari-Nya
  7. Memelihara hati yang peka, meski lelah dan sibuk
  8. Menjadi saluran belas kasih, bukan penonton penderitaan
  9. Mengutamakan Sabda Tuhan sebagai makanan jiwa

Penutup: Datanglah kepada Yesus

Yesus tidak hanya berkata, “Beristirahatlah.” Ia berkata, “Marilah.” Artinya, istirahat sejati bukan sekadar berhenti bekerja, tetapi datang kepada Yesus. Di sanalah kelelahan dipulihkan, arah hidup diperjelas, dan hati kembali dipenuhi belas kasih.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau mengenal kelelahan hidup kami dan tetap memandang kami dengan belas kasih. Ajarlah kami untuk beristirahat bersama-Mu dan meneladan hati-Mu yang penuh kasih bagi sesama. Jadikan kami gembala-gembala kecil yang setia di dunia ini. Amin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global

25 Februari 2026

Mari Beralih ke Tas Ramah Lingkungan, Pemkab Bangka Selatan Ajak Warga Tinggalkan Plastik

25 Februari 2026

Diksi Kasar Guncang Istana, Ketua BEM UGM Minta Maaf ke Prabowo atas Kata ‘Bodoh’

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus

25 Februari 2026

Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem

25 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Februari 2026

Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?