Tiga Aliran Dana Gelap yang Terungkap di Undercover Miss Hong
Di dalam drama Undercover Miss Hong, penonton disajikan dengan berbagai kejahatan finansial yang dilakukan oleh Kang Pil Beom (Lee Deok Hwa). Sebagai seorang pengusaha yang tidak pernah puas, Pil Beom terus mengambil dana perusahaan sendiri, membuat Hanmin Investment & Securities menjadi dana pribadi yang tidak terlihat. Di balik itu, Hong Geum Bo (Park Shin Hye), yang menyamar sebagai Hong Jang Mi, menemukan tiga aliran dana gelap yang sangat besar dan rumit.
Berikut adalah tiga aliran dana gelap Hanmin yang berhasil diungkap:
1. Rekening Luar Negeri atas Nama Kang No Ra
Aliran pertama menggunakan rekening luar negeri milik Kang No Ra, putri bungsu Pil Beom. Rekening ini digunakan sebagai tempat penyimpanan dana besar yang aman dari pengawasan domestik. Namun, saat ini jalur ini nyaris buntu karena Kang No Ra telah kembali ke Korea Selatan. Sebagai anak yang dimanjakan dan tidak paham urusan keuangan, ia mudah dibimbing untuk tidak tahu apa-apa. Meskipun ada bukti transaksi, langkah Geum Bo terhenti karena dianggap kurang cukup. Kejadian ini juga terjadi bersamaan dengan meninggalnya mantan CEO Hanmin, Kang Myeong Hwi (Choi Won Young).
2. Manipulasi di Divisi Perdagangan

Aliran kedua lebih agresif dan berisiko, yaitu melalui divisi perdagangan Hanmin. Skema ini dibuat seolah-olah terjadi kesalahan fatal, seperti penjualan aset di harga jauh di bawah pasar, yang tampak seperti penipuan internal. Secara resmi, ini terlihat seperti kelalaian. Namun, kenyataannya, ini adalah rencana Pil Beom untuk mengalihkan dana ke perusahaan cangkang yang sudah disiapkan. Skema ini hampir berhasil sampai Hong Geum Bo menangkap kejanggalan dalam timing dan pola transaksinya.
3. Rekening Pegawai Wanita Berprestasi sebagai “Penjaga Dana”

Aliran ketiga adalah yang paling licik. Ini melibatkan rekening pegawai wanita berprestasi yang secara administratif tampak bersih dan tidak mencurigakan. Secara hukum, Hanmin selalu bisa menyangkal keterlibatan langsung, karena ini dianggap sebagai “rekening pribadi karyawan”. Dua nama yang menjadi fokus utama penyelidikan adalah Kim I Gyeong (12 miliar won) di cabang Songwi dan Go Bok Hee (12 miliar won). Dana dalam rekening mereka dipindahkan setiap kuartal, berpindah tangan dan institusi untuk mencuci uang secara sistematis.
Tiga jalur ini membuktikan bahwa Kang Pil Beom sangat metodis dalam menjalankan kejahatannya. Setiap alirannya dirancang dengan peran berbeda demi menjaga nilai uang tersebut. Kejahatan yang dilakukannya memang sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan betapa kompleksnya struktur kejahatan finansial yang tersembunyi di balik bisnis besar.
Dari ketiga aliran dana ini, kita dapat melihat bagaimana kekuasaan dan ambisi seseorang bisa mengubah sebuah perusahaan menjadi alat untuk keuntungan pribadi. Hal ini juga menunjukkan pentingnya investigasi yang mendalam dan kecermatan dalam mengungkap kejahatan yang tersembunyi.



