Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 22 Mei 2026
Trending
  • Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026
  • Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik
  • Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti
  • Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH
  • Prediksi Final Piala FA: Chelsea vs Manchester City, Mengakhiri Kekalahan di Laga Penentuan
  • Perjalanan Karier Choi Siwon: Dari Idola ke Pengusaha
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Moto3 Catalunya 2026: Tantangan Veda Ega Hadapi Pembalap Spanyol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah melemah pagi ini, pertemuan BEI-OJK dengan MSCI jadi penyebab
Ekonomi

Rupiah melemah pagi ini, pertemuan BEI-OJK dengan MSCI jadi penyebab

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Melemah terhadap Dolar AS pada Awal Pekan

Pada hari Rabu (4/2) pagi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg yang diakses pada pukul 09.32 WIB, rupiah berada di level 16.767, turun sebanyak 13 poin atau 0,08% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Menurut Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, ada beberapa faktor baik domestik maupun global yang memengaruhi pelemahan rupiah pada pagi ini. Salah satu faktor domestik adalah hasil pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Hasil keputusan dari pertemuan tersebut disebut menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah.

“Sentimen dari hasil keputusan BEI dan OJK di pagi ini,” ujar Fikri dalam wawancaranya dengan Indonesiadiscover.com, Rabu (4/2).

Selain itu, angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia juga menjadi faktor lain yang turut memengaruhi kondisi rupiah. Di sisi internasional, kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat pada Desember 2025 menjadi salah satu penyebab pelemahan rupiah. Selain itu, ekspektasi bahwa Kevin Warsh akan bersikap hawkish juga turut memengaruhi pasar.

Komentar Menteri Keuangan Mengenai Nilai Tukar Rupiah

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa dirinya tidak akan kesulitan untuk menjaga nilai tukar rupiah di level Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat jika ia menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia (BI).

“Saya pikir, (rupiah) bergerak menuju Rp 15.000 per US$ tidak akan sulit, jika saya berada di posisi mereka (bank sentral),” kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Jakarta, Selasa (3/2).

Purbaya menjelaskan bahwa peran utama BI adalah mengendalikan stabilitas mata uang. Ia menegaskan bahwa saat ini, tingkat rupiah terlalu rendah dibandingkan dengan fundamentalnya. Mata uang regional lainnya menguat terhadap dolar AS, sementara rupiah justru melemah.

Ia merasa khawatir dengan pergerakan rupiah yang mendekati Rp 17.000 per US$. Namun, menurutnya, depresiasi saat ini tidak akan menciptakan krisis seperti yang terjadi pada tahun 1997 hingga 1998. Purbaya juga memastikan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang ia pimpin sebagai ketua, akan melakukan antisipasi terhadap pelemahan rupiah yang lebih dalam.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rupiah

Beberapa faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah meliputi:

  • Faktor Domestik
  • Hasil pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI
  • Angka PMI Manufaktur Indonesia

  • Faktor Internasional

  • Kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat
  • Ekspektasi sikap hawkish dari Kevin Warsh

Tantangan dan Harapan untuk Rupiah

Meskipun rupiah sedang menghadapi tekanan, para ahli dan pejabat terkait tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil oleh otoritas keuangan dapat membantu stabilisasi nilai tukar. KSSK, yang dipimpin oleh Purbaya, telah siap untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat dan pelaku bisnis untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan ekonomi secara berkala. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan lembaga keuangan, diharapkan rupiah dapat kembali pulih dan stabil dalam waktu dekat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026

Ramalan Zodiak Besok Senin 18 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

20 Mei 2026

5 Peluang Bisnis Tarot yang Lebih dari Sekadar Prediksi

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026

Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti

20 Mei 2026

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?