Pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada pembukaan perdagangan Rabu (4/2/2026). Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di zona merah pada level 8.121,033. Namun, per pukul 09.05 WIB, IHSG sudah berada di level 8.145,294, menguat 22,697 poin atau naik sebesar 0,28 persen.
Data Transaksi Awal Sesi
Hingga pukul 09.05 WIB, nilai transaksi tercatat telah mencapai Rp2,348 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 4,337 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 278.817 kali. Sebanyak 318 saham terpantau menguat, 206 saham melemah, dan 154 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp14.726,005 triliun.
Indeks Unggulan Kompak Menghijau
Berdasarkan data BEI, indeks saham unggulan terpantau bergerak kompak di zona hijau:
- LQ45 menguat 1,21 persen ke level 833,705.
- IDX30 menguat 1,04 persen ke level 434,344.
- IDX80 menguat 1,42 persen ke level 128,384.
- IDXESGL menguat 0,51 persen ke level 147,235.
- IDXQ30 menguat 0,72 persen ke level 140,216.
Saham Paling Cuan Pagi Ini
Beberapa emiten mencatatkan lonjakan harga yang signifikan:
- PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) menguat 33,333 persen atau 1 poin.
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat 24,841 persen atau 3.900 poin.
- PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menguat 24,786 persen atau 29 poin.
- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menguat 23,077 persen atau 12 poin.
- PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menguat 22,917 persen atau 22 poin.
- PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) menguat 20 persen atau 1 poin.
- PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) menguat 14,062 persen atau 18 poin.
Penutup
Pergerakan IHSG yang fluktuatif namun cenderung menguat menunjukkan optimisme investor terhadap kondisi pasar saham di Indonesia. Dengan kenaikan indeks unggulan dan lonjakan harga beberapa saham, situasi ini memberikan harapan bahwa pasar mulai pulih dari tekanan sebelumnya. Meski demikian, para investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas yang bisa terjadi di tengah dinamika pasar.



