Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum
  • Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap Semua Rute
  • Tye Ruotolo Kalahkan Pawel Jaworski, Pertahankan Gelar Dunia Welterweight Submission Grappling
  • Lirik Harga Toyota Yaris Bekas 2008, Cocok untuk Gen Z
  • IBL 2026: Pelita Jaya Menggulingkan Pacific Caesar di Kuningan
  • Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah sedikit melemah, investor waspada data ekonomi AS dan Indonesia
Ekonomi

Rupiah sedikit melemah, investor waspada data ekonomi AS dan Indonesia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rupiah Mengalami Penurunan di Awal Perdagangan

Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu (4/2/2026), nilai tukar rupiah mengalami penurunan sebesar sembilan poin atau 0,05 persen menjadi Rp 16.763 per dolar AS dari sebelumnya yang berada di angka Rp 16.754 per dolar AS. Hal ini menunjukkan bahwa rupiah sedang menghadapi tekanan terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, kurs rupiah memiliki potensi untuk melemah secara terbatas dalam waktu dekat. Ini disebabkan oleh antisipasi investor terhadap serangkaian data ekonomi penting yang akan dirilis baik di AS maupun Indonesia.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS. Investor cenderung memilih posisi sidelines karena mereka sedang menantikan pengumuman data ekonomi penting dari AS beberapa hari ke depan dan juga data PDB kuartal IV-2025 Indonesia yang akan dirilis besok (Kamis 5/2),” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Beberapa data ekonomi yang akan dirilis antara lain:

  • Data Institute for Supply Management (ISM) sektor jasa AS yang diperkirakan akan turun dari 54,4 menjadi 53,5.
  • Non-Farm Payrolls (NFP) yang rencananya akan dirilis pada Jumat (6/2) diprediksi akan menambahkan 68 ribu lapangan kerja, lebih tinggi dibandingkan 50 ribu pada bulan sebelumnya.

Namun, laporan NFP Januari 2026 yang awalnya dijadwalkan dirilis pada Jumat (6/2) ditunda tanpa batas waktu. Hal ini disebabkan oleh penutupan sebagian pemerintahan AS yang tengah berlangsung. Penutupan tersebut dimulai pada 31 Januari akibat kebuntuan Kongres AS terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Selain itu, data PDB kuartal IV-2025 Indonesia diestimasi berada di kisaran 5 persen secara year-on-year (yoy), dengan pertumbuhan kuartalan sekitar 1,43 persen.

Lukman juga menyampaikan bahwa sentimen domestik masih belum sepenuhnya pulih. Selain itu, sentimen di Asia diperkirakan akan mengalami risk off hari ini, mengikuti pergerakan Wall Street yang mengalami sell off saham teknologi di AS. Akibatnya, perusahaan teknologi Asia diperkirakan juga akan mengalami penurunan.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dolar AS.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Rupiah

Berikut adalah beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir:

  • Antisipasi terhadap data ekonomi AS: Investor sedang menantikan pengumuman data ISM sektor jasa dan NFP yang akan memberikan gambaran tentang kondisi perekonomian AS.
  • Data PDB Indonesia: Data PDB kuartal IV-2025 akan menjadi indikator penting untuk mengevaluasi kinerja perekonomian nasional.
  • Sentimen pasar global: Pergerakan saham teknologi di AS dan sentimen risk off di Asia dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah.
  • Kondisi politik di AS: Penutupan sebagian pemerintahan AS akibat kebuntuan anggaran telah memengaruhi proses pengambilan keputusan dan pengumuman data ekonomi.

Dengan situasi yang dinamis ini, para pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap perkembangan terbaru dan memperhatikan berbagai faktor yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum

19 Maret 2026

Apakah Investasi Masih Mungkin Dengan Modal Terbatas?

19 Maret 2026

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

KDMP: Kontrak Ekonomi Desa, Harapan dan Risiko Hukum

19 Maret 2026

Jadwal KM Egon Maret 2026 Lengkap Semua Rute

19 Maret 2026

Tye Ruotolo Kalahkan Pawel Jaworski, Pertahankan Gelar Dunia Welterweight Submission Grappling

19 Maret 2026

Lirik Harga Toyota Yaris Bekas 2008, Cocok untuk Gen Z

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?