Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 13 October 2026
Trending
  • ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Tantangan AI Mengancam, Komisi VII DPR Minta Pemerintah Perbaiki Industri Film Nasional
Ragam

Tantangan AI Mengancam, Komisi VII DPR Minta Pemerintah Perbaiki Industri Film Nasional

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 February 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Panitia Kerja Industri Film dalam Membenahi Ekosistem Perfilman Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menekankan bahwa Panitia Kerja (Panja) Industri Film harus menjadi alat yang serius dan konkret dalam memperbaiki ekosistem perfilman nasional. Upaya ini mencakup perlindungan hak cipta, penguatan pembiayaan, serta menjaga keberlanjutan industri film Indonesia.

“Tanpa keberpihakan nyata, kejayaan film Indonesia hanya akan menjadi nostalgia, bukan masa depan,” ujar Novita kepada wartawan.

Masalah Sistem Pengarsipan Film Nasional

Novita juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap sistem pengarsipan film nasional yang lemah. Hal ini berdampak pada hilangnya memori kolektif bangsa. Dari sekitar 4.400 film yang diproduksi sejak 1926 hingga 2025, sekitar 1.500 di antaranya dilaporkan hilang.

Menurut Novita, kondisi ini membuat generasi muda semakin jauh dari sejarah dan tokoh perfilman Indonesia.

“Ini merupakan kegagalan negara dalam menjaga warisan budaya,” tegasnya.

Tantangan dengan Kehadiran Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)

Tantangan industri film kini semakin berat dengan kehadiran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang berpotensi menggerus lapangan kerja para pekerja kreatif. Karena itu, Novita mendesak negara untuk segera melakukan intervensi melalui regulasi yang berpihak.

“AI jangan dipoles sebagai inovasi jika faktanya justru menggerus ruang hidup pekerja kreatif kita. Negara tidak boleh abai terhadap ancaman ini,” ujarnya.

Ketergantungan pada Intellectual Property Asing

Selain itu, Novita mengkritik tingginya ketergantungan Indonesia terhadap intellectual property (IP) asing, sementara aset lokal belum mendapat perhatian yang memadai. Ia menilai dukungan anggaran pemerintah saat ini masih jauh dari ideal untuk mendorong film nasional menembus pasar global.

Perbandingan dengan Korea Selatan

Sebagai perbandingan, Novita menyinggung Korea Selatan yang memiliki skema modal ventura khusus untuk mendukung industri filmnya. Kondisi tersebut dinilai berbanding terbalik dengan Indonesia yang masih mengandalkan bantuan berskala kecil.

“Bantuan maksimal Rp 500 juta tidak akan menggerakkan industri film. Itu bahkan hanya cukup untuk tahap penulisan skenario. Kita membutuhkan venture capital khusus film, bukan kebijakan setengah hati,” pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Diperlukan

Untuk menghadapi tantangan ini, Novita menyarankan beberapa langkah penting:

  • Peningkatan investasi pemerintah dalam bentuk pendanaan yang lebih besar dan berkelanjutan.
  • Pembentukan regulasi yang melindungi hak cipta dan kepentingan pekerja kreatif.
  • Pengembangan sistem pengarsipan film yang lebih baik dan modern.
  • Pemenuhan kebutuhan industri film dengan adanya dana ventura khusus.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan ekosistem perfilman Indonesia dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan, sehingga mampu bersaing di pasar global.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 August 2026

Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

31 August 2026

Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

31 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026

7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi

12 October 2026

7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi

12 October 2026

Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI

12 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?