Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 5 Juni 2026
Trending
  • Aturan Pajak Baru: Dokter hingga Selebgram Kehilangan PPh Final 0,5%
  • Razia gudang di Jalan Gatot Subroto, Polres Ketapang tangkap dua pria malam hari
  • Bupati Sigi Tegaskan Ayam sebagai Warisan Budaya dan Peluang Ekonomi
  • Ditendang Liverpool, Arne Slot Bocorkan Pesan 12 Kata Ini
  • Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa, Selasa (2/6)!
  • HSL Kudus 2026 Selesai, Wadah Kompetisi Berjenjang untuk Karier Profesional
  • 5 Zodiak dengan Ramalan Bintang Terbaik pada Rabu 3 Juni 2026: Scorpio dan Aquarius Paling Bercahaya
  • Ekonom Soroti Bahaya DSI untuk Ekspor dan Kepercayaan Investor
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Mensos Gus Ipul Perhatikan Kasus Anak SD di NTT yang Bunuh Diri
Daerah

Mensos Gus Ipul Perhatikan Kasus Anak SD di NTT yang Bunuh Diri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Keprihatinan atas Tragedi Siswa SD di NTT

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan rasa prihatin terhadap insiden tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Insiden ini menimbulkan kepedihan mendalam bagi masyarakat setempat.

Kecelakaan itu terjadi karena alasan sederhana, yaitu tidak mampu membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp 10 ribu. Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah akan segera memperhatikan peristiwa tersebut.

“Tentu kita prihatin dulu ya, turut berduka. Yang kedua, ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, ya tentu bersama pemerintah daerah,” ujarnya saat berbicara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Sebagai tokoh yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat pendampingan untuk warga yang kurang mampu. Hal ini dilakukan dengan pembaruan data keluarga miskin.

“Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, ya kita harapkan tidak ada yang tidak terdata,” tegasnya.

Pentingnya Pembaruan Data Keluarga Miskin

Gus Ipul menekankan bahwa pembaruan data keluarga miskin sangat penting untuk terus diperbarui. Hal ini bertujuan agar semua program pemerintah dapat mencapai masyarakat yang membutuhkan.

“Ini hal yang sangat penting, saya kira kembali kepada data. Bagaimana data ini kita saksikan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan,” ucapnya.

Tragedi ini semakin memilukan setelah aparat Polres Ngada menemukan secarik kertas berisi surat wasiat tulisan tangan YBS menggunakan bahasa daerah setempat. Surat tersebut ditujukan kepada ibunya, berisi pesan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Di bagian akhir surat, terdapat gambar sederhana menyerupai emoji wajah menangis.

Latar Belakang Siswa yang Meninggal

Sebagaimana diketahui, duka mendalam menyelimuti warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS, berusia 10 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon cengkeh.

Peristiwa pilu ini bermula dari permintaan sederhana. Sehari sebelum kejadian, YBS sempat meminta ibunya untuk dibelikan buku tulis dan pensil. Namun, keterbatasan ekonomi membuat sang ibu tak mampu memenuhi permintaan tersebut.

Ayah YBS diketahui telah meninggal dunia sebelum ia lahir. Selama ini, YBS tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun, sementara sang ibu tinggal di kampung lain bersama lima anak lainnya.

Tanggapan Masyarakat dan Pemerintah

Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian pemerintah terhadap keluarga miskin. Dengan pembaruan data dan pendampingan yang lebih baik, diharapkan tidak ada lagi keluarga yang terlewat dari program bantuan sosial.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa masalah ekonomi bisa memengaruhi psikologis anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dalam menangani isu kemiskinan dan perlindungan anak.

Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang cerah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 Mei 2026

Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita

16 Mei 2026

Parfum asal Singapura tawarkan konsentrasi 50 persen untuk menjawab iklim tropis di Indonesia

8 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Aturan Pajak Baru: Dokter hingga Selebgram Kehilangan PPh Final 0,5%

5 Juni 2026

Razia gudang di Jalan Gatot Subroto, Polres Ketapang tangkap dua pria malam hari

5 Juni 2026

Bupati Sigi Tegaskan Ayam sebagai Warisan Budaya dan Peluang Ekonomi

5 Juni 2026

Ditendang Liverpool, Arne Slot Bocorkan Pesan 12 Kata Ini

5 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?