Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus
  • Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas
  • Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global
  • Peluang Persebaya Surabaya Terancam, Persijap Jepara Catatkan Produktivitas Gol Terendah Musim Ini
  • 7 Rekomendasi Mukena Travel Terbaru 2026, Ringan dan Nyaman Dibawa
  • 5 Lagu dengan Pembuka Paling Mengenalimu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Respons Pemerintah Bantul terkait Asap Pembakaran Sampah TPA Piyungan
Politik

Respons Pemerintah Bantul terkait Asap Pembakaran Sampah TPA Piyungan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Warga Bawuran Mengeluhkan Asap Pembakaran Sampah di TPA Piyungan

Warga Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, mengeluhkan asap pembakaran sampah yang terjadi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. Masalah ini semakin memprihatinkan setelah kondisi asap semakin parah, khususnya saat musim hujan. Beberapa warga bahkan memilih untuk kembali ke rumah orangtua karena khawatir akan dampak buruknya terhadap balita mereka.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menyatakan bahwa keluhan warga telah ditindaklanjuti oleh jajaran lingkungan hidup Kabupaten Bantul. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi lapangan terkini dan mencari solusi yang tepat.

“Pernah ditindaklanjuti teman-teman lingkungan hidup Bantul. Coba besok kita komunikasikan lagi. Sebaiknya ditanyakan ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul untuk konkretnya,” kata Kusno saat dikonfirmasi.

Menanggapi dugaan sumber asap, Kusno menilai penentuan jarak dan asal pembakaran tidak dapat disimpulkan secara sederhana. Menurutnya, aktivitas pembakaran sampah di kawasan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Kalau bilang jarak susah mau bilang berapa, soalnya yang bakar sampah juga warga sekitar,” ujarnya.

Aktivitas Pembakaran di TPA

Lurah Bawuran, Supardiono, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan warga mengenai aktivitas pembakaran sampah yang berlangsung selama 24 jam dan menyebabkan asap menyebar hingga ke permukiman. Ia menjelaskan bahwa di dalam TPA Piyungan itu ada pembakaran sampah dengan beberapa cerobong. Itu milik Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DIY dan beroperasi 24 jam.

“Iya memang di lokasi TPA Piyungan sudah tutup untuk menimbun sampah. Tetapi sekarang diganti untuk bakar. Banyak alat di sana, sekitar tiga atau empat cerobong pembakaran sampah di sana,” ujarnya.

Supardiono mengakui bahwa di sekitar TPA Piyungan juga terdapat warga yang melakukan pembakaran sampah secara mandiri. Namun, ia menilai aktivitas pembakaran di kawasan TPA menjadi faktor utama yang memperparah sebaran asap, terutama saat kondisi cuaca hujan dan dingin.

“Yang TPA Piyungan itu, yang milik DLH DIY itu beroperasi 24 jam. Sementara kemarin pas hujan masih tetap beroperasi, sehingga asap itu terperangkap sama hujan. Asapnya enggak bisa naik. Karena cuaca dingin itu kan akhirnya menyebar di sekitar permukiman warga,” katanya.

Ia memperkirakan sekitar 300 kepala keluarga terdampak langsung oleh asap pembakaran yang berlangsung tanpa henti. Sebagai tindak lanjut, pemerintah kalurahan bersama carik, jogoboyo, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas melakukan survei lapangan. Selain itu, pihaknya berencana menyurati DLHK DIY untuk menyampaikan keberatan warga atas aktivitas pembakaran sampah yang berlangsung selama 24 jam.

Cek Lapangan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi, mengatakan bahwa pembakaran sampah di sekitar TPA Piyungan sebelumnya telah dilakukan pengecekan lapangan. Menurut dia, langkah tersebut semula dimaksudkan sebagai solusi untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan.

“Untuk pembakaran sampah di TPA Piyungan sudah pernah kita cek lapangan. Sebenarnya termasuk sebagai langkah solusi untuk mengatasi sampah kota saat ini. Namun, mengingat perkembangan situasi di lapangan, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY agar pembakaran sampah tersebut dapat dihentikan sementara,” kata Bambang.

Ia menambahkan bahwa DLH Bantul akan memastikan penyebab munculnya asap, apakah berasal dari tata kelola pembakaran atau dari alat pengolah sampah yang tidak bekerja secara optimal.

“Kami juga akan cek untuk memastikan penyebab asap tersebut apakah karena tata kelola atau alat pengolah sampah tidak bekerja maksimal atau ada penyebab lain sehingga perlu dilakukan upaya treatment lain untuk mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan asap tidak hanya berasal dari fasilitas milik pemerintah daerah, Bambang menyatakan hal itu masih dalam tahap verifikasi.

“Ya itu yang akan kita cek untuk memastikan perkembangan situasi di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa setelah informasi tersebut mencuat di media sosial, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul dan instansi terkait untuk penanganan teknis di lapangan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global

25 Februari 2026

Mari Beralih ke Tas Ramah Lingkungan, Pemkab Bangka Selatan Ajak Warga Tinggalkan Plastik

25 Februari 2026

Diksi Kasar Guncang Istana, Ketua BEM UGM Minta Maaf ke Prabowo atas Kata ‘Bodoh’

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus

25 Februari 2026

Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem

25 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Februari 2026

Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?