Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»IHSG melorot 4,88% di Awal Pekan, Seluruh Sektor Tertekan Meski Asing Lakukan Pembelian Bersih
Ekonomi

IHSG melorot 4,88% di Awal Pekan, Seluruh Sektor Tertekan Meski Asing Lakukan Pembelian Bersih

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan penurunan yang signifikan dan ditutup di zona merah. Tekanan jual terlihat sejak awal perdagangan dan berlanjut hingga sesi terakhir, menunjukkan bahwa aksi pelepasan saham terjadi di hampir seluruh sektor.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG turun 406,87 poin atau 4,88% menjadi 7.922,73 pada Senin (2/2/2026). Selama perdagangan, indeks bergerak dalam kisaran 7.820,22 hingga 8.313,05, mencerminkan tingginya volatilitas pasar akibat sentimen negatif.

Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh koreksi serentak di berbagai sektor. Sektor barang baku mengalami penurunan terbesar, yaitu 10,74%. Sementara itu, sektor barang konsumer nonprimer melemah 7,67%, sektor energi turun 7,66%, dan sektor properti serta real estate terkoreksi 6,27%.

Selain itu, sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan 6,18%, infrastruktur turun 6,06%, teknologi melemah 6,04%, serta perindustrian turun 5,88%. Meski tidak sebesar sektor lainnya, sektor keuangan juga mengalami tekanan dengan penurunan 2,33%. Sementara itu, sektor barang konsumer primer dan kesehatan masing-masing turun 1,73% dan 1,28%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, dominasi saham yang melemah terlihat dari total volume transaksi sebesar 49,64 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 28,34 triliun. Sebanyak 720 saham ditutup melemah, sementara hanya 58 saham yang menguat dan 36 saham stagnan.

Meskipun IHSG turun hampir 5%, investor asing secara agregat masih mencatatkan net buy sebesar Rp 654,94 miliar di seluruh pasar. Namun, di level saham, investor asing tetap melakukan aksi jual besar-besaran pada beberapa saham berkapitalisasi besar.

Saham perbankan menjadi yang paling banyak dilepas, dengan penjualan bersih asing yang signifikan terjadi pada PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Selain itu, saham PT Telkom Indonesia Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk juga mengalami tekanan jual asing yang cukup besar.

Di sisi lain, investor asing terlihat melakukan pembelian pada beberapa saham pilihan, terutama di sektor perbankan dan komoditas. Salah satu saham yang paling banyak diborong adalah PT Bank Central Asia Tbk. Disusul oleh saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk serta sejumlah saham tambang dan energi seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk.

Minat beli asing juga terlihat pada saham-saham grup Barito serta emiten properti tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sentimen pasar masih negatif, investor asing mulai memilih saham dengan memanfaatkan pelemahan harga. Namun, tekanan pasar tetap dominan sehingga IHSG terus berada di bawah tekanan sepanjang perdagangan awal pekan ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?