Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 4 Februari 2026
Trending
  • Harga Emas Pegadaian Selasa 3 Februari 2026: Antam Naik, Galeri 24 dan UBS Turun
  • IHSG melorot 4,88% di Awal Pekan, Seluruh Sektor Tertekan Meski Asing Lakukan Pembelian Bersih
  • Waspada! 10 Kesalahan Finansial yang Bisa Kosongkan Rekeningmu
  • Menanti Pemulihan IHSG Setelah Kepedulian Prabowo, Danantara, dan Polri
  • Sering Garap Proyek? Ini Trik Kelola Uang ala Gen Z untuk Bebas Krisis Finansial
  • Setelah Pertemuan MSCI, OJK dan SRO Umumkan Data Kepemilikan Saham
  • Opini: Mafia Dikalahkan, 1 Juta Barel Minyak Pulang Ke Rumah
  • Menanti Kejutan Pertemuan BEI-MSCI yang Tarik Dana Asing ke Pasar Saham RI
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Banyak Investor Mencari Emiten Fundamental Setelah Saham Konglomerat Digoyang MSCI
Ekonomi

Banyak Investor Mencari Emiten Fundamental Setelah Saham Konglomerat Digoyang MSCI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Februari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesia sedang menghadapi situasi yang cukup menantang dalam pasar saham. Pada hari Senin (2/2/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 4,88% atau 406,88 poin ke posisi 7.922,73. Pergerakan IHSG berada di kisaran antara 7.820,23 hingga 8.313,06. Dalam seminggu terakhir, IHSG mengalami penurunan sebesar 11,73%, yang dipengaruhi oleh sentimen negatif dari keputusan MSCI menerapkan interim freeze atau pembekuan saham-saham Indonesia dari rebalancing. Hal ini dilakukan sebagai hasil dari konsultasi terkait dengan free float dan keterbukaan data investor saham Indonesia.

MSCI juga memberikan ultimatum bahwa jika tidak ada kejelasan terkait aturan yang sesuai dengan ketentuan penyedia indeks global tersebut, status pasar Indonesia akan diturunkan dari emerging market ke frontier market. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, sehingga mereka mulai melakukan rotasi ke saham emiten dengan fundamental yang solid.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), semua indeks mengalami penurunan pada perdagangan Senin (2/2/2026). Penurunan terkecil secara harian dibukukan oleh indeks sektor kesehatan yang melemah 1,28%, indeks consumer non-cyclicals turun 1,73%, dan indeks sektor keuangan terkoreksi 2,33% pada awal pekan ini.

Di sektor kesehatan, beberapa saham mencatatkan kenaikan yang signifikan. Contohnya, saham PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) melonjak 24,79% ke posisi Rp2.240 per saham. Selain itu, saham PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) terapresiasi 2,17% ke level Rp2.820, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menguat 2,94% ke posisi Rp2.450, dan PT Merck Tbk. (MERK) naik tipis 1,59% ke level Rp3.200 per saham.

Sementara itu, sejumlah saham sektor consumer non-cyclicals juga mengalami kenaikan. Di sektor ini, saham emiten Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 3,31% ke level Rp7.025 dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 5,35% ke posisi Rp8.375 per saham. Saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) menguat 5,39% ke level Rp5.375, PT Aman Agrindo Tbk. (GULA) melejit 6,7% ke level Rp446, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) menguat 2,17% ke level Rp2.360, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terapresiasi 5,46% ke posisi Rp2.030 per saham.

Pada saat yang sama, rebound saham big banks menopang laju indeks saham sektor finansial. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 2,7% ke level Rp7.600, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik tipis 0,53% ke posisi Rp3.830, dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 0,22% ke level Rp4.500. Kontras, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) masih terkoreksi 0,42% ke posisi Rp4.800 dan saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) stagnan.

Pergerakan harga saham-saham tersebut seolah menjadi sinyal pergerakan animo investor ke saham-saham defensif dengan fundamental solid. Dorongan agar investor melakukan rotasi saham dengan mempertimbangkan faktor fundamental salah satunya disampaikan oleh Chief Investment Officer BPI Danantara Pandu Sjahrir. “Saham-saham yang fundamental itu malah mengalami net buy dan positif [pada sesi I],” kata Pandu ketika ditemui awak media di BEI, Senin (2/2/2026).

BEI mencatat, investor asing membukukan beli bersih atau net buy senilai Rp654,83 miliar pada Senin (2/2/2026). Kondisi itu berbalik dari net sell jumbo hampir Rp14 triliun sepanjang pekan lalu. Pandu menekankan pentingnya berinvestasi dengan mendasarkan keputusan pada alasan fundamental. Dengan begitu, Pandu menilai penting bagi investor untuk berinvestasi secara jangka menengah hingga panjang.

“Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi. Kita harus melihat saham-saham jangan hanya short term. Investasi itu harus memikirkan medium to long term,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan agar investor pasar modal pindah ke saham-saham blue chip apabila khawatir dengan saham-saham gorengan. “Ini jelas shock sementara, karena fundamental kita enggak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu bersihkan bursa dari saham goregan. Tetapi yang besar-besar kan masih ada, saham-saham yang blue chip,” terangnya.

Friderica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berjanji bakal mempercepat proses reformasi pasar modal. Salah satu rencana aksi yang akan dijalankan, yaitu pemberantasan saham gorengan. Dia berjanji bahwa OJK akan memperkuat pengawasan dan penegakan hukum dengan segera memulai penyelidikan goreng menggoreng saham atau memanipulasi pasar.

OJK juga akan mendorong penegakan hukum yang memberikan efek jera, serta penguatan pengawasan market conduct, termasuk kepada para influencer. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) segera mengadopsi teknologi artificial intelligence alias akal imitasi (AI) ke dalam sistem pengawasan pasar modal.

Luhut menilai penggunaan teknologi itu krusial untuk mendeteksi anomali harga dan pola transaksi yang mencurigakan atau ‘saham gorengan’ secara lebih cepat, akurat, dan proaktif, guna mencegah terulangnya insiden yang memicu peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). “Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas penegakan aturan, serta memperkecil ruang bagi praktik-praktik yang tidak fair,” ujar Luhut dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Indonesiadiscover.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Selasa 3 Februari 2026: Antam Naik, Galeri 24 dan UBS Turun

4 Februari 2026

IHSG melorot 4,88% di Awal Pekan, Seluruh Sektor Tertekan Meski Asing Lakukan Pembelian Bersih

4 Februari 2026

Waspada! 10 Kesalahan Finansial yang Bisa Kosongkan Rekeningmu

4 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga Emas Pegadaian Selasa 3 Februari 2026: Antam Naik, Galeri 24 dan UBS Turun

4 Februari 2026

IHSG melorot 4,88% di Awal Pekan, Seluruh Sektor Tertekan Meski Asing Lakukan Pembelian Bersih

4 Februari 2026

Waspada! 10 Kesalahan Finansial yang Bisa Kosongkan Rekeningmu

4 Februari 2026

Menanti Pemulihan IHSG Setelah Kepedulian Prabowo, Danantara, dan Polri

4 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?