Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Dilema Laporan Dagang RI: Rantai Pasok Didominasi Tiongkok, Untung Besar dengan AS
    Ekonomi

    Dilema Laporan Dagang RI: Rantai Pasok Didominasi Tiongkok, Untung Besar dengan AS

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Indonesia masih menghadapi ketergantungan yang signifikan dalam perdagangan dengan dua negara besar, yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Meskipun Indonesia menikmati surplus dari perdagangan dengan AS, defisit dagang dengan Tiongkok terus memburuk.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa defisit neraca perdagangan nonmigas Indonesia dengan Tiongkok meningkat hampir dua kali lipat sepanjang Januari—Desember 2025. Angka ini mencapai US$22,17 miliar, naik 94,3% dibandingkan defisit pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$11,41 miliar.

    Peningkatan defisit ini disebabkan oleh peningkatan impor barang dari Tiongkok yang mencapai US$86,99 miliar, meningkat tajam dari realisasi 2024 sebesar US$71,63 miliar. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Tiongkok hanya tumbuh moderat dari US$60,22 miliar menjadi US$64,82 miliar.

    Secara keseluruhan, Tiongkok menjadi penyumbang defisit terbesar bagi neraca perdagangan Indonesia pada 2025, dengan angka minus US$20,50 miliar. Diikuti oleh Australia dengan defisit US$5,63 miliar dan Singapura dengan defisit US$5,47 miliar.

    Kondisi ini justru berbeda dengan hubungan dagang Indonesia dengan AS. Negeri Paman Sam semakin memperkuat posisinya sebagai mitra dagang utama yang memberikan surplus terbesar bagi Indonesia.

    Selama 2025, surplus dagang Indonesia dengan AS meningkat menjadi US$21,12 miliar, naik 23,6% dibandingkan capaian 2024 sebesar US$17,09 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspor nonmigas ke AS yang mencapai US$30,96 miliar, sementara impor dari AS relatif stabil di angka US$9,84 miliar.

    Data BPS menunjukkan bahwa AS menjadi negara dengan kontribusi terbesar bagi neraca perdagangan total Indonesia pada 2025, dengan nilai US$18,11 miliar. Diikuti oleh India dengan US$13,49 miliar dan Filipina dengan US$8,42 miliar.

    Rantai Pasok Didominasi Tiongkok

    Ketergantungan Indonesia terhadap barang impor dari Tiongkok semakin dalam. Data BPS menunjukkan bahwa pangsa pasar Tiongkok dalam struktur impor nonmigas Indonesia semakin besar sepanjang 2025, sementara peran mitra dagang tradisional lainnya justru menyusut.

    Total nilai impor nonmigas Indonesia dari Tiongkok pada 2025 mencapai US$86,99 miliar, meningkat 21,4% dibandingkan realisasi 2024 sebesar US$71,63 miliar. Peningkatan ini berdampak langsung pada penguasaan pasar. Jika pada 2024 Tiongkok hanya menguasai 36,29% dari total impor nonmigas Indonesia, maka pada 2025 pangsa tersebut meningkat drastis menjadi 41,60%.

    Tiga golongan barang utama yang diimpor Indonesia dari Tiongkok antara lain:

    Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya dengan nilai US$19,74 miliar.

    Mesin perangkap elektrik dan bagiannya dengan nilai US$19,05 miliar.

    * Kendaraan dan bagiannya dengan nilai US$4,93 miliar.

    Sebaliknya, kinerja impor dari mitra dagang utama lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN serta Uni Eropa mengalami penurunan.

    Jepang, yang selama ini menjadi pemasok utama mesin dan kendaraan, mencatatkan penurunan nilai impor dari US$14,86 miliar pada 2024 menjadi US$14,42 miliar pada 2025. Pangsa pasar produk Jepang di Indonesia turun dari 7,53% menjadi 6,90%.

    Korea Selatan juga mengalami penurunan signifikan, dengan impor dari Negeri Ginseng turun dari US$8,67 miliar pada 2024 menjadi US$7,61 miliar pada 2025. Pangsa pasar produk Korea Selatan turun dari 4,36% menjadi 4,10%.

    Impor dari ASEAN juga mengalami penurunan, dari US$34,60 miliar menjadi US$32,46 miliar. Pangsa pasar impor ASEAN di Indonesia turun dari 17,50% menjadi 15,53%.

    Sementara itu, impor dari Uni Eropa mengalami penurunan dari US$14,01 miliar menjadi US$12,63 miliar, dengan pangsa pasar turun dari 5,93% menjadi 6,40%.

    Meskipun secara keseluruhan total impor nonmigas Indonesia pada 2025 meningkat sebesar 5,11% menjadi US$209,09 miliar, pertumbuhan tersebut hampir sepenuhnya didorong oleh arus barang dari Tiongkok. Hal ini semakin memperlebar ketergantungan rantai pasok nasional terhadap satu negara.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?