Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Februari 2026
Trending
  • Kinerja Kuat, Pegadaian Cetak Laba Bersih 8,34 Triliun pada 2025
  • Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan 19 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • Jenderal Myanmar Usir Diplan Timor Leste, Apa yang Terjadi?
  • Kisah ibu di Tangsel yang takut melawan saat anaknya diperkosa
  • Indeks Korupsi RI 2025 Turun, Mahfud: Dampak pada Ekonomi
  • Waktu dan Cara Ziarah Kubur di Ramadan 2026, TPU Kendari Sulawesi Tenggara
  • 5 Alasan Konsistensi Brand Membuat Pelanggan Setia
  • Revisi UU KPK Digulirkan Jokowi, Bola Panas Berlanjut
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»7 Hal yang Dilakukan Orang Tua di Kedai Kopi yang Menunjukkan Mereka Paham Tata Krama Era Lama
Teknologi

7 Hal yang Dilakukan Orang Tua di Kedai Kopi yang Menunjukkan Mereka Paham Tata Krama Era Lama

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perbedaan Generasi di Kedai Kopi

Di tengah suasana kafe modern yang penuh dengan menu berbahasa asing, barista bertato, dan pengunjung yang sibuk menatap layar ponsel, terdapat sebuah kelompok yang tampak sedikit berbeda. Mereka adalah orang-orang yang usianya di atas 65 tahun. Meskipun tidak perlu ditanya, kita sering kali bisa langsung mengenali mereka karena cara mereka bertindak dan bersikap. Mereka dibesarkan dalam zaman dengan standar tata krama yang berbeda, bukan lebih baik atau lebih buruk, hanya berbeda.

Tujuh Kebiasaan yang Mengidentifikasi Generasi Mereka

  1. Menyapa Semua Orang, Bukan Hanya yang Dikenal

    Saat masuk ke kedai kopi, orang tua sering kali menyapa semua orang. Tidak hanya kepada teman dekat, tetapi juga kepada kasir, barista, bahkan pelanggan lain yang berdiri di dekat pintu. Ucapan seperti “Selamat pagi” atau “Siang, ramai ya hari ini” biasanya meluncur begitu saja. Bagi mereka, menyapa adalah bentuk penghormatan dasar—pengakuan bahwa orang lain hadir dan layak dihargai.

  2. Mengucapkan Terima Kasih Berlapis

    Ketika pesanan datang, mereka tidak hanya mengucapkan terima kasih sekali. Ada “terima kasih” saat memesan, “terima kasih” saat menerima kopi, dan sering kali “terima kasih ya, Nak” ketika hendak duduk. Ini bukan basa-basi berlebihan, melainkan hasil didikan di masa ketika sopan santun diulang-ulang sampai menjadi refleks.

  3. Duduk dengan Sikap “Tertib Ruang Publik”

    Mereka jarang menggeser kursi sembarangan atau meletakkan barang hingga memakan ruang orang lain. Tas disimpan rapi, tongkat disandarkan hati-hati, jaket dilipat. Bahkan saat kedai sepi, mereka tetap duduk seolah ruang itu milik bersama. Ini menunjukkan pemahaman lama tentang ruang publik: tempat umum bukan perpanjangan dari ruang pribadi.

  4. Berkomunikasi dengan Volume yang Disadari

    Jika mereka datang bersama teman, percakapan berlangsung jelas tapi tidak mendominasi ruangan. Tawa tetap tawa, cerita tetap cerita, tapi volumenya terkontrol. Mereka tampak sadar bahwa ada telinga lain di sekitar. Di masa mereka dibesarkan, berbicara terlalu keras di tempat umum sering dianggap tidak tahu adat.

  5. Menunggu dengan Sabar Tanpa Drama

    Ketika pesanan terlambat, mereka jarang mengeluh keras atau menunjukkan ekspresi kesal berlebihan. Mereka menunggu. Melihat sekitar. Kadang berbincang dengan orang di sebelahnya. Jika bertanya pun, nada suaranya tetap sopan. Kesabaran ini lahir dari zaman ketika pelayanan tidak serba instan.

  6. Menghormati Pekerja dengan Bahasa yang Lebih Personal

    Banyak dari mereka memanggil barista dengan sebutan “Mas”, “Mbak”, atau bahkan “Nak”. Bukan untuk merendahkan, tetapi sebagai bentuk keakraban dan hierarki sopan santun yang mereka pahami. Bagi generasi ini, menghormati pekerja jasa berarti bersikap ramah dan mengakui peran mereka secara verbal.

  7. Berpamitan Saat Pergi

    Inilah tanda paling jelas. Ketika selesai, mereka tidak bangkit dan pergi begitu saja. Ada anggukan ke arah kasir, senyum kecil ke barista, atau ucapan singkat: “Terima kasih, ya. Kopinya enak.” Berpamitan adalah penutup interaksi—cara sopan untuk mengatakan bahwa hubungan sosial kecil itu, betapapun singkat, telah selesai dengan baik.

Orang berusia di atas 65 tahun di kedai kopi sering kali terlihat “berbeda”, bukan karena mereka tak mengikuti zaman, tetapi karena mereka membawa aturan tak tertulis dari masa lalu. Aturan yang menekankan kesadaran sosial, penghormatan, dan keterhubungan antar manusia. Di tengah dunia yang semakin cepat dan efisien, kebiasaan-kebiasaan ini bisa terasa lambat. Tapi mungkin, sesekali, kedai kopi memang membutuhkan sedikit kelambatan—agar kita ingat bahwa di balik secangkir kopi, selalu ada manusia lain yang patut diperlakukan dengan hormat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Honda ADV 160 2026: Motor Petualang Modern dengan Harga Terjangkau, Ideal untuk Touring!

19 Februari 2026

Tanggal 16 Februari 2026 Jadi Hari Apa? 3 Peringatan Penting

19 Februari 2026

MEBI Luncurkan SPKLU Signature Station Pertama di Indonesia dengan Teknologi Huawei Fast Charging

19 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kinerja Kuat, Pegadaian Cetak Laba Bersih 8,34 Triliun pada 2025

20 Februari 2026

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan 19 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming

20 Februari 2026

Jenderal Myanmar Usir Diplan Timor Leste, Apa yang Terjadi?

20 Februari 2026

Kisah ibu di Tangsel yang takut melawan saat anaknya diperkosa

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?