Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 24 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Apa Itu Fenomena CENS di Tengah Hujan Lebat Jakarta
Nasional

Apa Itu Fenomena CENS di Tengah Hujan Lebat Jakarta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa aktivitas Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini. Pada periode 27 hingga 29 Januari 2026, BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah seperti Jawa Barat (121,8 mm/hari), Sumatera Barat (108 mm/hari), Banten (88,6 mm/hari), Jawa Timur (85,2 mm/hari), Jakarta (84,4 mm/hari), Jawa Tengah (72,8 mm/hari), Bali (70,4 mm/hari), Yogyakarta (69,6 mm/hari), dan Aceh (55,6 mm/hari).

Menurut BMKG, fenomena serupa masih akan terus terjadi pada awal Februari ini. Aktivitas CENS dideteksi melalui kecepatan angin yang semakin kuat di wilayah Selat Karimata. Angin ini berasal dari daratan Siberia dan dikenal sebagai cold surge atau seruak angin dingin. Namun, perbedaan kali ini adalah bahwa angin tersebut mampu menyeberangi ekuator, sehingga memperkuat aktivitas Monsun Asia. Angin monsun ini membawa massa udara dingin dari wilayah Asia, yang ditandai oleh peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut Cina Selatan.

Kedua fenomena ini lalu bertemu dengan massa udara dari wilayah barat dan selatan Indonesia yang juga menguat (sebagian menyebutnya sebagai southerly surge), sehingga menyebabkan terjadinya konvergensi dan konfluensi. Seperti yang diketahui, konvergensi dan konfluensi pasti meningkatkan pembentukan awan hujan. Beberapa hari terakhir, wilayah pembentukan awan hujan terjadi di Samudera Hindia barat Sumatera Barat hingga Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Dalam penjelasannya, peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyebutkan bahwa aktivitas CENS menjadi penyebab hujan deras dinihari dan pagi di Jabodetabek serta sebagian wilayah Jawa Barat. Dalam amatan pribadinya, fenomena CENS yang mengintensifkan konvergensi di atas Laut Jawa tersebut akan kembali menguat pada pertengahan hingga akhir Februari nanti setelah menguat sejak 17 Januari lalu.

“Jika pagi-pagi sudah hujan dan deras bukan gerimis, itu artinya hujan yang terjadi berasal dari laut, bukan darat. Sebab hujan di darat biasanya baru terjadi setelah jam 12 siang,” jelas profesor klimatologi ini.

Dalam tesis yang ditulisnya di ITB pada 2014 lalu, Erma menjelaskan bahwa CENS telah memengaruhi hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada peristiwa banjir 17 Januari 2013. Saat itu, dia mengamati aktivitas cold surge dengan intensitas sedang hingga kuat yang sudah terjadi sejak 11 Januari dan bertahan sampai 19 Januari. Cold surge yang menjalar melalui Laut Cina Selatan tersebut menuju ke selatan melintasi ekuator sampai ke Samudera Hindia di selatan Jawa Barat (8 derajat Lintang Selatan). Pengaruh CENS yang dibuktikan dengan penguatan angin dari utara di permukaan ini telah mendorong penyebaran hujan di atas Jakarta meluas ke selatan (tenggara). Hujan di atas Jakarta terukur hingga 100 mm per hari kala itu.

Penelitiannya juga membuktikan bahwa kontribusi hujan konvektif tidak signifikan untuk kejadian banjir 2013. “Penelitian ini mengonfirmasi bahwa aktivitas MJO (Madden Julian Oscillation) yang aktif di benua maritim Indonesia secara simultan sebelum kejadian pada 6-11 Januari, tidak berpengaruh pada peningkatan presipitasi di Jakarta,” kata Erma dalam tesisnya.

Saat ini, gangguan serupa disebutkannya memicu Jakarta dan daerah aglomerasinya mengalami hujan ekstrem. Pada 12 Januari 2026 lalu, misalnya, curah hujan di Jakarta tercatat mencapai 200-250 milimeter, yang kemudian memicu terjadinya banjir di sejumlah titik lokasi. Erma menjelaskan bahwa hujan deras yang meluas merupakan salah satu ciri hujan stratiform yang terbentuk di atas laut. “Inilah yang saat ini mendominasi jenis hujan yang tiap hari terjadi di selatan Indonesia,” katanya.

Defara Dhanya berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?