Langkah Konkret untuk Memulihkan Kekuasaan Pasar Saham
Dalam situasi krisis yang terjadi di pasar saham nasional, langkah cepat dan konkret dari Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi kunci utama dalam memulihkan kepercayaan investor. Gejolak pasar tersebut terjadi setelah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Situasi ini diperparah dengan mundurnya sejumlah petinggi lembaga strategis, termasuk Direktur Utama BEI dan jajaran pimpinan OJK.
Kekhawatiran investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan pasar modal ke depan semakin meningkat. Menurut Reza Priyambada, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, langkah-langkah yang dilakukan oleh BEI dan OJK harus segera dilakukan agar dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar.
Prioritas Utama BEI
Salah satu prioritas utama yang perlu segera dilakukan oleh BEI adalah memastikan keberlanjutan kepemimpinan utama pasar saham. Reza menyarankan bahwa BEI harus segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi posisi kosong yang terjadi. Dengan formasi direksi yang ada saat ini, BEI perlu berjuang keras untuk bisa mengembalikan kepercayaan pasar.
Selain itu, penunjukan Plt harus disertai dengan komunikasi yang jelas terkait arah kebijakan pasar saham ke depan. Reza menegaskan bahwa BEI perlu memberikan arahan yang jelas tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Respons Terhadap Penilaian MSCI
Reza juga menyoroti pentingnya BEI merespons penilaian MSCI, khususnya terkait isu free-float emiten. Ia menyarankan agar BEI melakukan pertemuan dengan MSCI atau mengadakan sosialisasi kepada emiten terkait dengan free-float. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan pasar.
Peran OJK yang Lebih Aktif
Di sisi lain, OJK juga diharapkan lebih aktif dalam mendorong pendalaman pasar dan edukasi investor. Reza mengingatkan agar OJK tidak hanya dipersepsikan sebagai lembaga penegak sanksi, tetapi juga sebagai pengawas yang proaktif dalam mengedukasi dan membimbing investor.
Ia menyarankan agar OJK membuat rencana kerja yang lebih jelas, seperti mengadakan sosialisasi terkait pasar modal. Selain itu, OJK perlu bekerja sama dengan BEI, Self Regulatory Organization (SRO), dan anggota bursa untuk menjangkau investor lebih luas.
Sinergi Antara OJK, BEI, dan SRO
Menurut Reza, sinergi antara OJK, BEI, SRO, dan anggota bursa sangat penting dalam upaya memperkuat pasar modal. Ia menyarankan agar mereka bekerjasama dalam mengadakan roadshow untuk pendalaman pasar. Hal ini dapat membantu meningkatkan partisipasi investor dan memperluas basis pasar.
Pengunduran Diri Pemimpin BEI dan OJK
Beberapa waktu lalu, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan bos BEI. Keputusan ini diambil setelah IHSG anjlok selama dua hari berturut-turut, yang berujung pada penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali.
Pengunduran diri tersebut diumumkan kepada wartawan di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Tak lama kemudian, gelombang pengunduran diri juga terjadi di OJK. Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara, serta beberapa pejabat lainnya turut menyatakan mundur dari jabatannya.



