Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 1 April 2026
Trending
  • Pulau Sunyi di Belitung Jadi Jalur Narkoba, 46 Kg Sabu Ditemukan dalam Sebulan
  • Bursa Transfer Liga Italia: AC Milan Incar Bintang Club Brugge Nicolo Tresoldi
  • Link Pendaftaran Beasiswa UB 2026 untuk Warga IKN, Syarat Lengkap
  • Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang
  • Pendaftaran Bintara Polri 2026 Dibuka Sampai 30 Maret, Ini Cara dan Persyaratannya
  • Daftar Harga HP Samsung Rp3 Jutaan Terbaru 2026
  • Zodiak Senin 30 Maret 2026: Gemini Balas Budi, Scorpio Untung Besar
  • 6 Pola Hias Geometris untuk Interior Mewah dan Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»2 Nelayan Sikka Selama 7 Hari di Laut Ditemukan di Alor, Bertahan dengan Air Hujan
Nasional

2 Nelayan Sikka Selama 7 Hari di Laut Ditemukan di Alor, Bertahan dengan Air Hujan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Nelayan Ditemukan Selamat Setelah Hanyut Selama 7 Hari di Laut

Dua nelayan asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT yang dikabarkan hilang sejak pekan lalu ditemukan dalam kondisi selamat di perairan laut Alor. Kedua nelayan ini hanyut terbawa gelombang selama tujuh hari atau satu minggu di tengah perairan laut yang luas dengan cuaca yang buruk. Mereka adalah Anwar Maksud (36) dan Norisius Sapa (30).

Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari, SH menjelaskan kronologis kejadian tersebut kepada Media Kupang pada Sabtu 31 Januari 2026. Pada hari Minggu 25 Januari 2026 pukul 15.00, kedua nelayan ini berangkat dari rumah mereka di Paga Maumere menuju rompong menggunakan bodi jolor mesin disel. Jarak tempuh dari pantai ke rompong memakan waktu sekitar dua jam.

Setelah tiba di rompong, keduanya melakukan pancingan dan berhasil menangkap sekitar 10 ekor ikan. Namun, ketika mereka hendak menghidupkan mesin perahu, baling-baling perahu tiba-tiba patah. Akibatnya, mereka terbawa arus gelombang dan hanyut selama tujuh hari di atas bodi perahu.

Selama hanyut di laut, kata Kapolres, keduanya awalnya bertahan dengan makan ikan hasil pancingan ketika berada di rompong. Setelah itu, mereka tidak lagi makan apa-apa dan hanya minum air hujan hingga akhirnya bisa bertahan selama satu minggu.

Akhirnya, kata Kapolres, pada hari Sabtu 31 Januari 2026 pukul 14.00, keduanya mendekati daratan di pantai Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor. Ketika berada di perairan laut tersebut, mereka melepaskan bodi perahu dan berenang ke darat, kemudian berjalan menuju kampung. Saat sampai di kampung, mereka diantar oleh warga ke Kepala Desa. Saat ini, keduanya sedang berada di desa Kiraman. Sementara itu, bodi perahu telah diselamatkan oleh warga nelayan dari Sibera Bawah ke darat dalam kondisi baik.

Penanganan oleh Pemerintah dan Warga

Sementara itu, Kepala Desa Kiraman, Yoyarib Malaeimakuni melalui ponselnya kepada Media Kupang membenarkan bahwa kedua nelayan asal Kabupaten Sikka saat ini berada di desa Kiraman dan telah diurus oleh masyarakat serta Pemerintah Desa agar dapat beristirahat dengan baik selama beberapa hari.

Menurut Kades, keduanya setelah selamat dari gelombang laut selama 7 hari memang cukup memprihatinkan dan membutuhkan waktu untuk istirahat. “Informasi tentang orang hilang di Laut ini sudah kita dapatkan sebelumnya dari TNI Angkatan Laut. Sehingga siang tadi, warga melihat ada dua orang yang berenang ke darat, lalu langsung membantu keduanya. Setelah itu kita berbicara dan baru tahu bahwa keduanya adalah korban hanyut,” ujar Kades.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Pihak Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Sosial, Pihak Kepolisian, Basarnas, dan unsur lainnya agar pada Senin 2 Februari 2026, keduanya akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Alor dan Keluarga Maumere yang ada di Kota Kalabahi.

Pengalaman Nelayan yang Selamat

Salah seorang nelayan, Norisius, yang sempat diwawancarai Media Kupang melalui sambungan telepon menceritakan bahwa ketika perahu mereka hanyut, mereka hanya bertahan dengan minum air hujan selama tujuh hari. Keduanya, kata Norisius, hanya bertahan di tengah lautan luas dan gelombang yang tinggi, apalagi kondisi cuaca juga buruk.

“Ditengah laut kami melihat kapal tengker. Kami teriak-teriak minta tolong, namun karena jaraknya jauh, mereka tidak tahu kami lagi minta tolong,” ungkap Norisius. Akhirnya, Puji Tuhan, kata Norisius, mereka dapat selamat sampai di desa ini di Alor. “Terima kasih atas bantuan dan perhatian kepada kami,” tambah Norisius.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pendaftaran Bintara Polri 2026 Dibuka Sampai 30 Maret, Ini Cara dan Persyaratannya

1 April 2026

Link Pendaftaran Beasiswa UB 2026 untuk Warga IKN, Syarat Lengkap

1 April 2026

Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang

1 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pulau Sunyi di Belitung Jadi Jalur Narkoba, 46 Kg Sabu Ditemukan dalam Sebulan

1 April 2026

Bursa Transfer Liga Italia: AC Milan Incar Bintang Club Brugge Nicolo Tresoldi

1 April 2026

Link Pendaftaran Beasiswa UB 2026 untuk Warga IKN, Syarat Lengkap

1 April 2026

Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang

1 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?