Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta
  • Harga iPhone 17 Series Pasca Lebaran 2026 Stabil, Mulai Rp 17 Jutaan di iBox
  • Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pemukulan Pria 19 Tahun Terhadap Istri Siri, Terkait Nama Niluh Djelantik
  • Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?
  • Prediksi Skor Afrika Selatan vs Panama, Head-to-Head dan Statistik Pertandingan Persahabatan 2026
  • 5 Bunga Simbol Kesetiaan dan Cinta
  • Sheila Dara Kini Tidak Sendirian di Rumah Vidi Aldiano
  • Spesifikasi dan Rekomendasi Asuransi Mobil Hyundai Avega
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Potensi Cuaca Ekstrem: Proses Pembentukan Awan Hujan Menurut BMKG
Ekonomi

Potensi Cuaca Ekstrem: Proses Pembentukan Awan Hujan Menurut BMKG

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Januari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

BMKG mengingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam tiga hari ke depan. Dari tanggal 21 hingga 23 Januari 2026, berbagai wilayah di Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan yang bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat lebat. Selain hujan, angin kencang juga bisa terjadi, yang meningkatkan risiko dampak cuaca ekstrem.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal yang masih aktif. Kombinasi dari berbagai faktor seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO), Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang ekuator memengaruhi pola cuaca di Indonesia. Situasi ini memperkuat kemungkinan terjadinya hujan intensif di sejumlah wilayah.

Wilayah yang Berpotensi Mengalami Cuaca Ekstrem

Berikut adalah daftar wilayah yang diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan:

  1. Bali
  2. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat & angin kencang
  3. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat & angin kencang
  4. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat

  5. Banten

  6. 21 Januari 2026: Angin kencang
  7. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  8. 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang

  9. Bengkulu

  10. 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  11. 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  12. 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat

  13. DKI Jakarta

  14. 21 Januari 2026: –
  15. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
  16. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

  17. DI Yogyakarta

  18. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
  19. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
  20. 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat

  21. Gorontalo

  22. 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  23. 22 Januari 2026: –
  24. 23 Januari 2026: –

  25. Jawa Barat

  26. 21 Januari 2026: Angin kencang
  27. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  28. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

  29. Jawa Tengah

  30. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  31. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  32. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

  33. Jawa Timur

  34. 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  35. 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  36. 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang

  37. Kalimantan Barat

    • 21 Januari 2026: Angin kencang
    • 22 Januari 2026: Angin kencang
    • 23 Januari 2026: Angin kencang
  38. Kalimantan Selatan

    • 21 Januari 2026: Angin kencang
    • 22 Januari 2026: –
    • 23 Januari 2026: –
  39. Kepulauan Bangka Belitung

    • 21 Januari 2026: Angin kencang
    • 22 Januari 2026: Angin kencang
    • 23 Januari 2026: Angin kencang
  40. Kepulauan Riau

    • 21 Januari 2026: Angin kencang
    • 22 Januari 2026: Angin kencang
    • 23 Januari 2026: Angin kencang
  41. Lampung

    • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  42. Maluku

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  43. Maluku Utara

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  44. Nusa Tenggara Barat

    • 21 Januari 2026: Angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    • 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  45. Nusa Tenggara Timur

    • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
    • 23 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat + angin kencang
  46. Papua

    • 21 Januari 2026: Angin kencang
    • 22 Januari 2026: Angin kencang
    • 23 Januari 2026: –
  47. Papua Barat

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 22 Januari 2026: –
    • 23 Januari 2026: –
  48. Papua Pegunungan

    • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  49. Papua Selatan

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  50. Papua Tengah

    • 21 Januari 2026: –
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
  51. Sulawesi Selatan

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
  52. Sulawesi Tengah

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 23 Januari 2026: Angin kencang
  53. Sulawesi Tenggara

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 22 Januari 2026: –
    • 23 Januari 2026: –
  54. Sulawesi Utara

    • 21 Januari 2026: Hujan lebat-sangat lebat
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat + angin kencang
    • 23 Januari 2026: Angin kencang
  55. Sumatera Selatan

    • 21 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 22 Januari 2026: Hujan sedang-lebat
    • 23 Januari 2026: Hujan sedang-lebat

Penjelasan BMKG tentang Pembentukan Awan Hujan

BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada fase negatif atau La Niña lemah. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif. Situasi ini memungkinkan pasokan uap udara yang cukup untuk pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.

Selain itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Flores, Laut Timor, serta Samudra Hindia di selatan NTT. Kondisi ini dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

BMKG juga mencatat adanya gelombang ekuator yang aktif dan berpotensi memperkuat proses konveksi di beberapa wilayah. Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terdeteksi aktif di Samudra Hindia barat Sumatera, sepanjang pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, serta perairan selatan NTB hingga selatan NTT. Fenomena ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya aktivitas konvektif dan potensi hujan di daerah-daerah tersebut.

Dengan demikian, potensi cuaca ekstrem menurut BMKG menunjukkan bahwa dalam beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Indonesia berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang dapat disertai angin kencang. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dan berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta

31 Maret 2026

Perputaran Ekonomi Pasar Jedogan Capai Rp3 M, DPRD Kota Serang Usulkan Penataan dan Lokasi Khusus

31 Maret 2026

Penerbitan Saham Multivision (RAAM) Senilai 1,36 Miliar, Targetkan 50 Bioskop Baru

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dukung Pemulihan Alam di Partungko Naginjang, Ketua DPD PDI P Sumut Sumbang Rp50 Juta

31 Maret 2026

Harga iPhone 17 Series Pasca Lebaran 2026 Stabil, Mulai Rp 17 Jutaan di iBox

31 Maret 2026

Polresta Denpasar Selidiki Kasus Pemukulan Pria 19 Tahun Terhadap Istri Siri, Terkait Nama Niluh Djelantik

31 Maret 2026

Opini: Efisiensi Anggaran atau Pemangkasan?

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?