Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Pep Guardiola Bela Rodri Usai Kartu Merah Kontroversial saat Manchester City Kalah 1-3 dari Bodo/Glimt
Olahraga

Pep Guardiola Bela Rodri Usai Kartu Merah Kontroversial saat Manchester City Kalah 1-3 dari Bodo/Glimt

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kekalahan Mengejutkan Manchester City dari Bodo/Glimt

Manchester City harus menerima kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt dalam pertandingan yang berlangsung di Norwegia. Kekalahan ini menjadi momen yang cukup berat bagi tim asuhan Pep Guardiola, terutama setelah mendapat kartu merah dari Rodri yang dinilai oleh pelatih sebagai keputusan yang tidak seimbang dan merugikan tim.

City datang ke pertandingan dengan kondisi yang tidak ideal, karena kehilangan hingga 10 pemain akibat cedera dan masalah kebugaran. Meski begitu, mereka tetap menurunkan susunan pemain yang cukup kuat. Namun, performa Bodo/Glimt yang agresif dan intens membuat City kesulitan menghadapi permainan tuan rumah.

Bodo/Glimt tampil sangat percaya diri sejak awal pertandingan dan berhasil memanfaatkan situasi yang kurang menguntungkan bagi City. Mereka bahkan unggul 3-0 sebelum City sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Rayan Cherki di babak kedua.

Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama. Hanya satu menit setelah gol balasan, Rodri menerima dua kartu kuning secara beruntun yang berujung pada kartu merah. Hal ini memaksa City melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain dan tanpa peluang nyata untuk kembali ke pertandingan.

Pernyataan Pep Guardiola

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Guardiola menyampaikan simpati kepada Rodri dan menilai situasi tersebut sebagai momen yang sulit bagi timnya. Ia juga menyebut bahwa musim ini merupakan periode yang penuh tantangan bagi Manchester City.

“Kami kehilangan bola dan melakukan transisi, dan mereka cepat. Terkadang Anda bereaksi. Saya tidak tahu apakah gol kedua agak lemah, tapi ya sudahlah,” ujar Guardiola.

Ia juga menyinggung berbagai kendala yang dialami tim sejak awal tahun, termasuk cedera, absennya pemain kunci, serta masalah kebugaran. Hal-hal ini membuat tim kesulitan menjaga konsistensi di level tertinggi.

“Ketika kami memulai pada Hari Tahun Baru di Sunderland, kami kehilangan apa yang kami butuhkan dan setelah itu kami mulai mengalami cedera dan Matheus terkena flu,” tambahnya.

Guardiola mengakui bahwa performa tim saat ini masih rapuh, namun ia menilai situasi saat ini lebih baik dibandingkan musim lalu. Ia juga memuji respons para pemain yang tetap berjuang meskipun bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

“Sekarang, karena kami kehilangan pemain-pemain penting, kami sedikit kehilangan performa, tetapi secara umum suasana tim jauh lebih baik daripada musim lalu.”

Tantangan Ke depan

Guardiola menegaskan bahwa perubahan harus segera dilakukan. Jadwal padat menanti, dan City dituntut untuk bangkit secepat mungkin sambil menunggu para pemain yang cedera kembali memperkuat tim.

“Kita harus mengubah dinamika dengan cepat saat melawan Wolves dan kemudian Galatasaray, dan kita menunggu para pemain untuk kembali secara bertahap.”

Meski kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Manchester City, sikap Guardiola menunjukkan bahwa ia masih percaya pada timnya. Bagi City, tantangan terbesar kini adalah membalikkan keadaan sebelum musim benar-benar keluar dari jalur yang diinginkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub

11 Juli 2026

Prediksi Skor Lincoln Red Imps vs Inter Club d’Escaldes Liga Champions UEFA 8 Juli 2026

11 Juli 2026

16 Bencana Besar Piala Dunia 2026: Tiga Negara Tuan Rumah Terpuruk, Kanada dan AS Kehilangan Gaya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?