Penguatan Konektivitas Pariwisata Indonesia Timur
Tiket.com, online travel agent (OTA) pertama di Indonesia, resmi membuka kantor cabang baru di Bali. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat posisi Bali sebagai pusat konektivitas pariwisata Indonesia Timur, sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi konsumen dan mitra industri pariwisata di kawasan tersebut.
Peresmian kantor cabang Bali menjadi bagian dari strategi tiket.com dalam menghadirkan pendekatan customer-centric yang lebih optimal. Dengan kehadiran tim langsung di lapangan, tiket.com dapat memberikan dukungan yang lebih dekat, respons yang lebih cepat, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan pasar pariwisata nasional yang terus berkembang.
Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun lebih dari itu, Pulau Dewata juga berperan sebagai pintu gerbang utama menuju destinasi unggulan Indonesia Timur, seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Wakatobi, Manado, hingga Ternate. Dukungan konektivitas udara serta ekosistem pariwisata yang matang menjadikan Bali memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan perjalanan wisata ke wilayah timur Indonesia.
“Pembukaan kantor cabang tiket.com di Bali merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk memperkuat konektivitas pariwisata nasional, khususnya dari dan menuju Indonesia Timur,” ujar Cisyelya Bunyamin, SVP of Accommodations tiket.com.
“Kehadiran tim kami secara langsung memungkinkan pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan konsumen dan mitra lokal, sehingga pengalaman perjalanan yang dihadirkan semakin relevan,” tambahnya.
Kantor cabang Bali akan berfungsi sebagai pusat koordinasi operasional tiket.com untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Sementara itu, kantor tiket.com di Surabaya tetap difokuskan untuk melayani wilayah Jawa Timur. Pembagian wilayah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional serta memperkuat pengembangan kemitraan di masing-masing daerah.
Seiring meningkatnya minat perjalanan ke Indonesia Timur, sepanjang 2025 kawasan ini mencatatkan pertumbuhan pemesanan sebesar 23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Bali turut memberikan kontribusi signifikan dengan pertumbuhan pemesanan sebesar 15 persen YoY, menegaskan perannya sebagai destinasi utama sekaligus penggerak permintaan perjalanan di wilayah timur Indonesia.
Dari sisi preferensi produk, pemesanan akomodasi masih menjadi pilihan utama wisatawan di Bali. Hotel bintang tiga, empat, dan lima tercatat sebagai kategori yang paling diminati sepanjang 2025. Secara geografis, Kuta menjadi area dengan tingkat pemesanan tertinggi di Bali dengan pertumbuhan 10 persen YoY, disusul Seminyak, Legian, Nusa Dua, dan Canggu.
Jika dilihat secara keseluruhan, Bali tetap menjadi destinasi paling populer di Indonesia Timur, diikuti oleh Surabaya, Malang, Makassar, dan Lombok. Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026 turut mendorong lonjakan pemesanan, dengan Bali kembali mencatat pertumbuhan 8 persen YoY pada akhir tahun lalu.
Melihat potensi tersebut, kantor cabang Bali juga akan berperan sebagai pusat pengembangan kerja sama tiket.com dengan mitra akomodasi, transportasi, hingga atraksi wisata. Kehadiran tim lokal memungkinkan perusahaan merespons tren pasar secara lebih cepat, meningkatkan efisiensi kemitraan, serta mendorong pertumbuhan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia Timur.
“Kami percaya pariwisata bukan sekadar perjalanan, tetapi tentang membangun koneksi, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan pengalaman berkesan. Bali memiliki ekosistem pariwisata yang kuat, dan melalui kantor ini kami ingin menjadi mitra yang semakin dekat bagi pelaku industri pariwisata lokal,” tutup Cisyelya.
Melalui pembukaan kantor cabang Bali, tiket.com berharap dapat memperluas distribusi destinasi dan produk pariwisata Indonesia Timur, meningkatkan daya saing pelaku industri lokal, memperkuat posisi Bali sebagai gateway tourism hub, serta mendorong kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah dan nasional melalui inovasi digital.



