Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 27 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Agen ICE Kembali Berulah, Satu Warga Tewas Ditembak, Kerusuhan Tak Terhindarkan
Nasional

Agen ICE Kembali Berulah, Satu Warga Tewas Ditembak, Kerusuhan Tak Terhindarkan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penembakan di Minneapolis: Kekacauan dan Protes yang Meningkat

Pada hari Sabtu (24/1/2026) pagi, sebuah peristiwa penembakan terjadi di kawasan Minneapolis Selatan. Kejadian ini menimpa seorang pria berusia 37 tahun yang merupakan warga asli kota tersebut dan juga warga negara Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi di tengah suasana kota yang masih sedang berduka atas kematian Renee Nicole Good, seorang warga negara AS yang juga tewas ditembak oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) pada 7 Januari lalu.

Penembakan terjadi sekitar pukul 09.05 di area West 26th Street dan Nicollet Avenue South. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah petugas berpakaian taktis bergumul dengan seorang pria di tanah sebelum suara tembakan terdengar beberapa kali. Menurut keterangan dari Asisten Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS), Tricia McLaughlin, petugas dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) sedang melakukan operasi penangkapan terhadap seorang pria yang masuk dalam daftar pencarian orang terkait kasus penganiayaan.

Menurut pernyataan McLaughlin, pria tersebut diduga mendekati petugas dengan membawa pistol semi-otomatis 9mm. “Karena merasa terancam, seorang agen melepaskan tembakan untuk membela diri,” ujarnya.

Meski tim medis langsung memberikan pertolongan, pria tersebut dinyatakan tewas di tempat kejadian. Namun, identitas korban yang dirilis oleh kepolisian setempat memicu polemik baru. Kepala Polisi Minneapolis, Brian O’Hara, menyatakan bahwa korban adalah seorang pria berusia 37 tahun yang merupakan warga asli Minneapolis dan warga negara Amerika Serikat.

Protes Massal dan Ketegangan yang Meningkat

Sesudah penembakan, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di lokasi kejadian. Mereka meneriakkan protes dan menuntut agar agen federal segera meninggalkan kota. Situasi sempat menjadi kacau ketika petugas keamanan mengerahkan gas air mata dan granat kilat untuk membubarkan massa yang marah.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, sebelumnya telah menyatakan bahwa kotanya merasa seperti “sedang diinvasi” oleh ribuan agen federal yang dikerahkan sebagai bagian dari kebijakan pengetatan imigrasi massal pemerintahan Donald Trump. Pascapenembakan, Frey mendesak agar operasi militeristik di jalanan kotanya segera dihentikan.

Frey menyebut aksi tersebut bukan lagi bagian dari penegakan hukum, melainkan sebuah bentuk invasi oleh pemerintah federal terhadap rakyatnya sendiri. “Saya baru saja melihat video yang menunjukkan lebih dari enam agen bermasker memukuli salah satu konstituen kami dan menembaknya hingga tewas,” ujarnya dalam konferensi pers.

Ia secara langsung menantang Presiden Donald Trump untuk mengakui bahwa operasi tersebut tidak memberikan rasa aman bagi masyarakat. Frey membandingkan kehadiran agen federal di Minneapolis dengan kondisi di negara-negara konflik, yang menurutnya tidak memiliki tempat di Amerika Serikat.

Kritik terhadap Operasi Militer dan Tuntutan Keadilan

Frey juga membela gerakan protes warga lokal yang terjadi sehari sebelumnya. Menurutnya, aksi yang diikuti oleh 15.000 orang tersebut berjalan dengan damai tanpa ada satu pun jendela yang pecah atau cedera yang dilaporkan. Ia mengontraskan kedamaian pengunjuk rasa dengan kehadiran kekuatan militer federal yang justru dianggap memperlemah kepercayaan publik terhadap demokrasi dan hukum.

Menutup pernyataannya, Wali Kota Minneapolis tersebut meminta seluruh warga untuk merefleksikan posisi mereka dalam krisis ini. Ia menekankan bahwa ini bukan masalah partisan, melainkan masalah kemanusiaan dan tradisi Amerika dalam melindungi hak-hak warga negaranya.

“Ini bukan tentang politik partai. Ini adalah tradisi Amerika. Administrasi ini dan semua pihak yang terlibat dalam operasi ini seharusnya merenung: Apa sebenarnya yang ingin Anda capai?” tanya Frey.

Ia menegaskan jika tujuannya adalah perdamaian dan keselamatan, maka operasi tersebut justru membuahkan hasil yang sebaliknya. Frey menutup dengan permintaan tegas agar Presiden segera menarik agen federal dari Minneapolis demi memulihkan ketenangan dan keselamatan kota.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?