Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah dua bentuk bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah kepada siswa SD, SMP, dan SMA dari keluarga dengan latar belakang ekonomi kurang mampu. Meskipun keduanya bertujuan untuk mendukung pendidikan anak-anak, terdapat perbedaan signifikan dalam fokus, sasaran, serta mekanisme pemberian bantuan.
Perbedaan PIP dan PKH
1. Fokus dan Tujuan
Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP merupakan program bantuan uang tunai dari Kementerian Pendidikan yang bertujuan memperluas akses dan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang untuk mencegah anak putus sekolah karena kendala ekonomi, membantu siswa yang berisiko berhenti bersekolah, serta menarik kembali anak yang sempat putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikannya. Dengan PIP, diharapkan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua berkurang sehingga anak bisa tetap bersekolah hingga jenjang menengah.
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH adalah program bantuan sosial bersyarat dari Kementerian Sosial yang menyasar keluarga miskin atau rentan miskin. Berbeda dari PIP yang khusus untuk pendidikan, PKH memiliki cakupan lebih luas: tujuannya membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin dengan memenuhi kebutuhan pangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Artinya, PKH mendorong keluarga penerima manfaat untuk memastikan anak-anaknya bersekolah dan rutin cek kesehatan, ibu hamil memeriksakan kandungan, serta anggota keluarga rentan (lansia/disabilitas) mendapat perawatan.
2. Syarat Penerima
Penerima PIP
Penerima PIP adalah siswa berusia 6–21 tahun yang terdaftar sebagai pelajar aktif di satuan pendidikan formal atau non-formal. Siswa tersebut harus berasal dari keluarga ekonomi kurang mampu (misalnya pemegang Kartu Indonesia Pintar atau terdata dalam DTKS). Selain itu, siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan namanya tercantum di Dapodik sekolah terkait. Orang tua tidak bisa mendaftar sendiri untuk mendapat PIP, karena data calon penerima diusulkan oleh pihak sekolah setiap tahun dan diverifikasi oleh Kemendikbud.
Penerima PKH
Penerima PKH adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar di data kemiskinan nasional (seperti DTKS/DTSEN) dan telah diverifikasi oleh Kemensos. Hanya keluarga dalam kategori miskin dengan anggota keluarga tertentu yang berhak menerima PKH. Kriteria anggota keluarga yang dilindungi PKH antara lain: anak usia sekolah SD, SMP, SMA, balita (anak usia dini), ibu hamil/nifas, serta lansia di atas 60 tahun atau penyandang disabilitas berat. PKH disalurkan kepada kepala keluarga (KPM) melalui rekening bank Himbara atau via Kantor Pos bagi area terpencil.
3. Besaran Bantuan
Bantuan PIP
Bantuan PIP diberikan sekali dalam setahun untuk tiap siswa yang lolos sebagai penerima. Besaran dana PIP berbeda menurut jenjang pendidikan sebagai berikut:
– SD/MI: Rp 450.000 per tahun
– SMP/MTs: Rp 750.000 per tahun
– SMA/SMK: Rp 1.800.000 per tahun
Dana PIP digunakan untuk membeli keperluan sekolah seperti seragam, buku, alat tulis, sepatu, transportasi, uang saku, hingga biaya kursus atau praktik kerja.
Bantuan PKH
Besaran bantuan PKH dihitung per komponen dalam keluarga dan diberikan tiap tahap (triwulan). Untuk komponen pendidikan, pemerintah menetapkan nominal sebagai berikut:
– Anak SD/sederajat: Rp225.000 per tahap → total Rp900.000 per tahun
– Anak SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap → total Rp1,5 juta per tahun
– Anak SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap → total Rp2 juta per tahun
Selain komponen pendidikan, PKH juga memberikan bantuan untuk komponen lain seperti ibu hamil/nifas atau anak usia dini mendapat Rp750.000 per tahap, dan lansia 60 tahun ke atas atau penyandang disabilitas berat mendapat Rp600.000 per tahap.
Kesimpulan
Nominal PIP per siswa umumnya lebih kecil dibanding komponen PKH untuk pendidikan, namun PIP menjangkau lebih luas siswa sekolah dari berbagai keluarga kurang mampu, bukan hanya yang terdata di PKH. Siswa penerima PKH pun sebenarnya bisa merangkap menerima PIP melalui sekolah jika memenuhi kriteria, karena keduanya program terpisah.



