Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 21 Mei 2026
Trending
  • Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026
  • Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik
  • Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti
  • Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH
  • Prediksi Final Piala FA: Chelsea vs Manchester City, Mengakhiri Kekalahan di Laga Penentuan
  • Perjalanan Karier Choi Siwon: Dari Idola ke Pengusaha
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Moto3 Catalunya 2026: Tantangan Veda Ega Hadapi Pembalap Spanyol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Siswa Tidak Terima Ayahnya Dihina, Kisah Pemukulan Guru di Jambi
Nasional

Siswa Tidak Terima Ayahnya Dihina, Kisah Pemukulan Guru di Jambi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Pengeroyokan Guru oleh Siswa di SMK Tanjung Jabung Timur

Sebuah insiden pengeroyokan terhadap seorang guru oleh siswanya sendiri di sebuah SMK di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, masih menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Insiden ini terjadi setelah adanya konflik yang muncul dari kesalahpahaman dan emosi yang memuncak antara guru dan para siswa.

Awal Konflik: Masalah Pintu dan Ucapan yang Menyinggung

Bunga, seorang siswi kelas 2 ATP yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan kronologi awal konflik. Menurutnya, situasi mulai memanas ketika AS, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, merasa tersinggung dengan tindakan seorang temannya, Jamil, yang diminta menutup pintu kelas. AS kemudian memarahi siswa dengan sebutan “kurang ajar” dan meluapkan emosinya dengan kata-kata kasar.

“Saat masuk ke kelas, beliau marah-marah dengan kami semua, bilang kami kurang ajar cuma masalah pintu ditutup. Terus ujung-ujungnya dia bawa-bawa ayah kami,” ungkap Bunga dengan nada kecewa. Para siswa merasa terhina karena ucapan tersebut dianggap merendahkan profesi dan perjuangan orang tua mereka dalam membayar uang komite sekolah.

Kesaksian Siswa: Kekesalan yang Memuncak

Muhammad Lupi Fadila, salah satu siswa yang terlibat dalam kejadian tersebut, juga memberikan versi kronologinya. Menurut Lupi, ketegangan bermula saat ia spontan berteriak meminta rekan-rekannya diam karena suasana kelas yang bising. Namun, hal itu justru memicu reaksi keras dari guru tersebut.

“Tiba-tiba beliau langsung masuk ke dalam kelas tanpa permisi ke guru yang ada di dalam, langsung tanya ‘siapa yang bilang woi?’. Terus saya jawab ‘saya Prince’ kayak gitu, terus spontan saya ke depan langsung ditampar,” jelas Lupi. Penggunaan panggilan “Prince” ternyata merupakan permintaan khusus dari guru tersebut, yang kerap marah jika disapa dengan sebutan “Bapak”.

Puncak Kejadian: Aksi Pengeroyokan

Situasi semakin memanas ketika para siswa menuntut permintaan maaf dari guru karena dianggap telah menghina orang tua salah satu siswa. Meski sudah dimediasi oleh guru lain dan komite sekolah untuk berpidato di depan siswa, sang guru justru membahas hal lain yang memicu kekecewaan.

Puncak pengeroyokan terjadi saat guru tersebut dibawa ke kantor oleh Bapak Komite. Lupi mengaku bahwa saat itu guru tersebut justru mengejek dan tersenyum sinis ke arah para siswa. Saat Lupi mendekat untuk meminta kejujuran, ia mengaku justru mendapat bogem mentah.

“Pas saya sampai depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninju itu, kebetulan kawan saya yang di dekat-dekat dia itu lihat semua. Spontan kawan saya langsung mengeroyok dia,” tegas Lupi. Ia menekankan bahwa aksi pengeroyokan tersebut merupakan reaksi spontan rekan-rekannya setelah melihat dirinya ditampar di kelas dan dipukul di bagian hidung saat berada di area kantor.

Laporan Polisi dan Trauma yang Dialami

Setelah kejadian tersebut, guru yang dikeroyok, Agus Saputra, akhirnya melapor ke polisi. Ia menjalani pemeriksaan di Polda Jambi dan membawa hasil visum serta videonya yang viral di media sosial. Agus mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh seperti muka, tangan, dan punggung. Selain itu, ia juga mengaku trauma akibat kejadian tersebut.

Kakak kandung Agus, Nasir, menjelaskan bahwa langkah hukum ini diambil karena adiknya merasa dirugikan secara mental setelah kasus ini viral di media sosial. “Kondisi adik saya sedikit pusing, kita bikin laporan dari jam empat sore. Adik saya dirugikan secara mental dan sikis terlebih di medsos. Karena kita warga negara kita berhak melapor,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pasca kejadian, Agus telah melakukan visum. Di mana ada beberapa luka lebam di tubuhnya yang akan menjadi bukti untuk pihak kepolisian. Nasir menambahkan bahwa laporan tersebut ditujukan ke beberapa siswa dalam video yang viral di media sosial. Ia menyebutkan bahwa ada lebih dari satu orang yang dilaporkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026

Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti

20 Mei 2026

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?