Kenapa Januari Terasa Begitu Lama?
Malam pergantian tahun baru sudah terlewat lama, tapi lihat kalender masih menunjukkan tanggal segini? Apakah ada tanggal yang ganda? Pertanyaan ini mungkin sering muncul ketika kita melihat bulan Januari yang terasa begitu panjang. Banyak orang merasa bahwa Januari terasa lebih lambat dibanding bulan-bulan lainnya, meskipun jumlah harinya sama dengan beberapa bulan lain seperti Maret, Mei, dan Juli.
Alasan Mengapa Januari Terasa Lama
1. Momen Setelah Liburan
Memasuki Januari berarti kamu harus kembali beraktivitas setelah liburan Natal dan tahun baru. Zhenguang Cai, seorang mahasiswa PhD di UCL yang mempelajari persepsi waktu dalam New Statement menjelaskan bahwa hal ini memengaruhi cara pandang seseorang. Kamu mungkin mengalami kebosanan dibanding kesenangan selama liburan hingga akhirnya membuatmu berpikiran Januari berjalan lebih lamban. Jika dibanding Desember yang penuh dengan senang-senang, Januari dan rutinitasnya yang sama seperti semula jelas sangat membuat jenuh. Waktu terasa berjalan cepat saat kita bersenang-senang, begitu juga sebaliknya.
Hal tersebut bekerja sebagaimana hipotesis jam dopamin. Ketika tingkat dopamin tinggi, neurotransmitter di otak dapat mempercepat jam internal sehingga membuat waktu terasa berjalan lebih cepat. Meski hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
2. Kurangnya Sinar Matahari
Poin alasan Januari terasa lama ini mungkin kurang relate buat kita yang tinggal di bawah garis khatulistiwa. Namun, di belahan Bumi lain yang mengalami puncak musim dingin pada bulan ini, sinar matahari sangat berpengaruh pada perasaan terhadap durasi waktu. Profesor David Whitmore dari UCL menjelaskan bahwa kurangnya sinar matahari menjadi penyebab Januari terasa lama. Hal ini dipengaruhi oleh siang hari yang lebih pendek dan malam hari yang lebih panjang saat musim dingin, melansir La Paloma Academy.
3. Menyadari Waktu
Nah, pada Januari ini, kita menyadari waktu. Pengakuan bersama bahwa Januari itu panjang bisa membuat bulan ini terasa lebih panjang. Cara kita memandang waktu mencerminkan perasaan kita. Kegiatan yang kita pilih berdasarkan pada pemahaman waktu pun membuat hari-hari terasa makin panjang. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, tidak banyak hari libur yang membuat kita excited sehingga membuat Januari waktu terasa makin lama. Tidak heran jika banyak orang yang mulai bosan.

FAQ Seputar Kenapa Januari Terasa Lama
Question: Kenapa Januari sering terasa lebih lama dibanding bulan lain?
Answer: Karena Januari adalah masa transisi setelah libur panjang sehingga otak butuh waktu beradaptasi kembali dengan rutinitas.
Question: Apakah jumlah hari Januari lebih banyak?
Answer: Ya, Januari memiliki 31 hari, sama seperti beberapa bulan lain, tetapi terasa lebih panjang karena ritme awal tahun masih pelan.
Question: Apakah faktor mental memengaruhi persepsi waktu di Januari?
Answer: Iya, stres awal tahun dan target baru bisa membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.
Kesimpulan
Alasan kenapa Januari terasa lama ternyata banyak dipengaruhi oleh pikiran kita sendiri. Dari momen setelah liburan hingga kurangnya sinar matahari dan kesadaran akan waktu, semua faktor tersebut berkontribusi pada persepsi bahwa Januari terasa begitu panjang. Jadi, bagaimana menurutmu cara efektif melewati Januari yang terasa lebih panjang ini?



