Sinergi KONI dan ESI Surakarta dalam Pembinaan Atlet eSports
Kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta dan Pengurus Esports Indonesia (ESI) Surakarta semakin diperkuat guna meningkatkan kualitas atlet eSports di Kota Solo. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk memastikan perkembangan eSports tidak hanya dari segi prestasi, tetapi juga pembinaan atlet yang profesional dan berkelanjutan.
Ketua Harian ESI Surakarta, Virel Wibawa, menegaskan bahwa eSports kini telah bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi yang membutuhkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Melalui dukungan KONI, atlet eSports Surakarta memiliki akses ke program pembinaan rutin, termasuk pelatihan teknis, peningkatan kondisi fisik, serta evaluasi performa secara berkala.
Selain itu, para atlet juga menjalani tes kondisi fisik sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan resmi. Dalam waktu dekat, kontingen Surakarta akan mengirim empat cabang olahraga eSports ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 di Semarang. Empat cabor tersebut yakni Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire (FF), dan eFootball (console), yang sebelumnya telah lolos melalui babak kualifikasi.
“Tantangan terberat kemarin adalah lolos Babak Kualifikasi (BK), karena dari puluhan kota hanya enam yang bisa lolos per cabang. Alhamdulillah, Solo berhasil mengamankan empat tiket,” ujar Virel.
Virel berharap program pembinaan ini mampu mencetak atlet yang tidak hanya unggul secara mekanik permainan, tetapi juga kuat dari sisi mental dan fisik.
Insentif Atlet Jadi Perhatian Utama
Pembinaan menjadi perhatian utama. Atlet dan pelatih yang lolos ke ajang resmi kini berhak menerima insentif sesuai regulasi KONI, sebagai bentuk pengakuan terhadap eSports sebagai cabang olahraga prestasi. “Dari KONI sendiri ada dukungan pembinaan setiap tahun. Tahun ini eSports resmi dipertandingkan di Porprov Jawa Tengah setelah sebelumnya hanya bersifat ekshibisi. Atlet dan pelatih yang lolos Porprov akan mendapatkan insentif resmi seperti atlet cabang olahraga lain,” jelas Virel.
Ketua Harian ESI Surakarta sekaligus pelatih Free Fire itu menambahkan, dukungan KONI tidak hanya terbatas pada dana pembinaan. Adapula tes fisik untuk mengukur daya tahan, kecepatan, refleks, koordinasi, sampai stabilitas tubuh. “Selain dana pembinaan dari KONI, atlet juga menjalani tes fisik di UTP sebagai bagian dari persiapan. KONI memfasilitasi latihan, try out, serta evaluasi kondisi atlet,” tambah Virel.
Ketua Kontingen Cabor Esports Porprov Surakarta, Putri Indah Nazareta, turut menegaskan bahwa dana insentif dari KONI benar-benar diarahkan untuk perkembangan atlet. “Atlet dan pelatih yang lolos Porprov akan mendapatkan insentif dari KONI. Dana pembinaan digunakan untuk latihan dan try out, terpisah dari insentif atlet,” kata Zara, sapaan akrab Putri Indah Nazareta.
Target Ambisius untuk Porprov Jateng 2026
Sementara itu, ESI Surakarta memasang target ambisius dengan membidik tiga medali emas dan satu perak dari nomor yang dipertandingkan. Virel menjelaskan, target tersebut ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi internal serta kesiapan atlet di masing-masing nomor. Nomor PUBG Mobile diproyeksikan meraih perak, sementara Mobile Legends, Free Fire (FF), dan eFootball (console) ditargetkan menyumbang medali emas.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara KONI dan ESI Surakarta, eSports Solo diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan baru Jawa Tengah di ajang Porprov Jateng 2026 di Semarang. Sementara untuk kapan dimulainya Porprov Jateng 2026 belum diumumkan dengan pasti.



