Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah Mendekati Rp 17.000, Dampak Purbaya pada Ekonomi Masih Kecil
    Ekonomi

    Rupiah Mendekati Rp 17.000, Dampak Purbaya pada Ekonomi Masih Kecil

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Indonesia memiliki sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini masih dalam batas wajar dan belum menimbulkan tekanan signifikan terhadap perekonomian nasional. Dalam pembukaan perdagangan di Jakarta, Selasa (20/1/2026), rupiah melemah 30 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 16.985 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS.

    Menurut Purbaya, pelemahan tersebut dapat dilihat dari persentase, yang relatif kecil dibandingkan dengan level sebelumnya. Ia menilai bahwa sistem ekonomi Indonesia masih terjaga dengan baik. “Dampaknya ke ekonomi kemungkinan minimum,” ujarnya saat berbicara di Kantor Kementerian Keuangan RI.

    Pembacaan kurs rupiah sempat menyentuh tingkat Rp 16.985 per dolar AS. Secara year to date, rupiah melemah sekitar 2–3 persen dan dinilai masih sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi nasional. Meski demikian, nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal pekan ini.

    Pada Senin (19/1/2026), rupiah sempat menyentuh level Rp 16.904 per dolar AS sebelum ditutup melemah ke Rp 16.955 per dolar AS. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia juga tercatat melemah ke level Rp 16.935 per dolar AS.

    Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan fundamental ekonomi terus berlangsung. Aktivitas ekonomi domestik meningkat dan kepercayaan investor dinilai masih terjaga. Hal ini tercermin dari penguatan pasar modal meskipun nilai tukar rupiah sedang melemah.

    “Yang penting, ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat. Orang akan melihat ekonomi kita bagus, investor akan kembali masuk ke sini, termasuk investor asing,” jelas Purbaya.

    Ia menilai bahwa penguatan pasar saham menunjukkan adanya arus modal yang masuk ke dalam negeri. Kondisi ini dinilai tidak sejalan jika rupiah terus tertekan dalam jangka panjang.

    “Anda lihat pasar modal naik. Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing atau investor domestik yang masuk ke sini,” ujarnya.

    Dari sisi pasokan devisa, ia menilai tidak ada indikasi kekurangan dolar AS. Oleh karena itu, pelemahan rupiah dinilai lebih bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. “Jadi, kalau dilihat dari sisi suplai dolar, seharusnya tidak ada kekurangan,” kata Purbaya.

    Ia juga mengingatkan pelaku pasar agar tidak berspekulasi berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang tidak sepenuhnya sejalan dengan fundamental. “Untuk para spekulator, jangan terlalu mengambil posisi yang terlalu long,” kata dia.

    Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah secara tahunan masih tergolong kecil dan masih dapat dikendalikan oleh pelaku usaha, termasuk importir. “Ini berapa persen rupiah melemah dibanding sebelumnya? Year to date sekitar 2–3 persen. Anda sebagai importir, ada kenaikan 2–3 persen, masih bisa dikendalikan atau tidak? Saya pikir masih bisa,” ujarnya.

    Ia menilai bahwa nilai tukar rupiah saat ini justru lebih lemah dibandingkan fundamental ekonomi yang terus membaik. Kondisi tersebut berpotensi menarik minat investor untuk kembali masuk ke Indonesia.

    Terkait dampak terhadap fiskal, termasuk subsidi energi, Purbaya memastikan tekanannya masih terkendali karena pergerakan nilai tukar dan harga minyak relatif dekat dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    “Dolarnya naik tidak jauh berbeda dengan asumsi APBN kita dan harga minyak juga di bawah asumsi APBN. Jadi, subsidinya relatif masih terkendali,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa penguatan koordinasi kebijakan terus dilakukan melalui sinergi antarotoritas dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar mesin perekonomian dapat bergerak optimal. Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan nilai tukar sepenuhnya menjadi kewenangan otoritas moneter.

    “Tanya saja ke bank sentral apa yang terjadi, karena saya tidak bisa mengintervensi kebijakan nilai tukar. Itu otoritas bank sentral,” tegasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?