Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • Ramadan 1447 H, AHM Buka Pendaftaran Mudik Bersama Honda untuk Ribuan Pemudik
  • Daftar HP Samsung Rilis Akhir Februari 2026: Harga Terbaru Samsung A07 5G di Indonesia
  • Mobil Hatchback Murah untuk Mudik, Harga Nissan March 2012 Bekas
  • Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 23 Februari 2026: Keuangan, Keberuntungan, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Kesehatan Mental
  • Summit EXION tingkatkan estetika berbasis inovasi
  • Honda ADV 160 2026, skutik tangguh dan nyaman untuk harian dan touring jauh
  • Bacaan Liturgi Senin 23 Februari 2026, Pekan Prapaskah I Tahun A
  • Kamera jernih, baterai tahan lama: Xiaomi Pad 6 tingkatkan produktivitas dan hiburan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Polemik Mata Air di Kuningan: Data di Meja vs Fakta di Lapangan
Politik

Polemik Mata Air di Kuningan: Data di Meja vs Fakta di Lapangan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peninjauan Langsung Bupati Kuningan terhadap Sumber Daya Air



Di kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pengelolaan sumber daya air menjadi perhatian utama. Titik-titik seperti Telaga Nilem di Desa Kaduela dan Mata Air Cipujangga di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, menjadi fokus pengawasan. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Pada Selasa (19/1/2026), Bupati Dian bersama dengan Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar mengunjungi kedua lokasi tersebut. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang membahas masalah debit air di kawasan tersebut. Salah satu isu utama adalah pengelolaan air oleh pihak swasta di wilayah Kabupaten Cirebon.

Dian menjelaskan bahwa ia turun ke lapangan dengan membawa alat ukur debit air. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat dan tidak hanya bergantung pada laporan yang ada.

“Hari ini saya bersama Pak Kapolres, Pak Sekda, dan ditemani juga dari TNGC, meninjau langsung ke Telaga Nilem. Ini tindak lanjut dari hasil rapat sebelumnya, di mana salah satu titik krusial yang dibahas adalah persoalan debit air di sini,” ujar Dian.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam forum rapat sebelumnya, komunitas pemerhati lingkungan seperti Alamku memberikan masukan tentang perbedaan debit air antara data yang disampaikan dan kondisi di lapangan.

“Ada masukan dari Alamku, menyoal soal debit. Itu yang menjadi titik krusial persoalan selama ini. Karena itu, kami bersama Pak Kapolres langsung mengecek ke lapangan dan mengambil pengukuran,” jelasnya.

Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan debit air yang signifikan dibandingkan data sebelumnya. Perbedaannya bahkan lebih besar dari yang dilaporkan dalam rapat. Hal ini menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya.

Selain itu, Dian juga meluruskan isu terkait pembagian kuota air antara PDAM Kabupaten Kuningan, pihak ketiga/swasta, dan PDAM Kota Cirebon. Dari pengamatan awal di dua titik, diketahui bahwa debit air yang dialokasikan untuk PDAM Kabupaten Kuningan lebih kecil dibandingkan pihak ketiga dan PDAM Kota Cirebon.

“Kalau saya lihat sepintas di dua titik itu, kuota atau debit air untuk PAM Kabupaten Kuningan justru lebih sedikit dibandingkan dengan pihak ketiga, pihak swasta, dan dari PDAM Kota Cirebon,” ungkapnya.

Meskipun PAM Tirta Kamuning Kuningan memiliki izin yang lengkap, pihak lain masih dalam proses perizinan. Terkait polemik ini, Dian memastikan bahwa Pemkab Kuningan akan segera bersurat ke kementerian terkait untuk menjelaskan persoalan tata kelola air di wilayah tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya diundang gubernur Jawa Barat untuk mengikuti rapat lintas sektoral membahas tata kelola air di tingkat provinsi.

“Mudah-mudahan ada solusinya dan secepatnya akan buat surat ke kementerian untuk menjelaskan persoalan ini,” katanya.

Dian menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia mengakui bahwa penyelesaian masalah tata kelola air tidak sederhana karena melibatkan kewenangan lintas instansi, termasuk pemerintah pusat.

“Mohon doa semoga polemik yang bertahun-tahun ini akan kita segera selesaikan. Mohon doa dan mohon bersabar karena begitu banyak persoalan di Kabupaten Kuningan yang harus saya urai satu per satu,” ujarnya.

Pemerintah daerah Kuningan tetap berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi secara terukur karena hal itu berkaitan dengan kewenangan dari instansi lain di luar kewenangan pemerintah daerah. Persoalan ini tidak linier, tidak hanya kepentingan daerah saja, tapi juga berkaitan dengan urusan pemerintah pusat. Banyak aturan tumpang tindih yang memang harus kita sinkronisasikan dengan apa yang terjadi di lapangan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global

25 Februari 2026

Mari Beralih ke Tas Ramah Lingkungan, Pemkab Bangka Selatan Ajak Warga Tinggalkan Plastik

25 Februari 2026

Diksi Kasar Guncang Istana, Ketua BEM UGM Minta Maaf ke Prabowo atas Kata ‘Bodoh’

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramadan 1447 H, AHM Buka Pendaftaran Mudik Bersama Honda untuk Ribuan Pemudik

27 Februari 2026

Daftar HP Samsung Rilis Akhir Februari 2026: Harga Terbaru Samsung A07 5G di Indonesia

27 Februari 2026

Mobil Hatchback Murah untuk Mudik, Harga Nissan March 2012 Bekas

27 Februari 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 23 Februari 2026: Keuangan, Keberuntungan, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Kesehatan Mental

27 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?