Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Ketentuan Kehadiran Tahanan Warnai Drama Perdamaian Perang Kwamki Narama Mimika
Hukum

Ketentuan Kehadiran Tahanan Warnai Drama Perdamaian Perang Kwamki Narama Mimika

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prosesi Perdamaian Kwamki Narama di Mimika Tertunda Akibat Persoalan Tahanan

Prosesi perdamaian antara dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, sempat mengalami penundaan. Hal ini terjadi karena salah satu pihak menuntut kehadiran rekan mereka yang sedang menjalani hukuman di sel tahanan. Agenda besar tersebut seharusnya berlangsung pada Senin (12/1/2026) dan dimulai pukul 10.00 WIT.

Pembicaraan alot mengenai status para tahanan membuat jadwal upacara tertunda. Meski begitu, Forkopimda tetap berkomitmen untuk mendorong perdamaian melalui prosesi adat belah kayu dan patah panah. Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

Sejumlah pejabat teras hadir dalam acara ini, termasuk Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong. Mereka hadir untuk mengawal proses rekonsiliasi antara kedua kelompok massa. Selain itu, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal beserta jajaran Forkopimda juga turut memberikan dukungan moral.

Pj Sekda Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan bahwa momen perdamaian ini merupakan kesepakatan final yang telah melalui pertimbangan hukum yang matang. “Pihak pemerintah tidak memiliki alasan lagi untuk menunda perdamaian karena seluruh proses administratif telah selesai dilakukan,” ujar Nenu Tabuni di lokasi kegiatan.

Langkah perdamaian hari ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi lintas pemerintah daerah yang disepakati pada Jumat lalu. Prosesi ini diharapkan menjadi awal bagi perdamaian yang lebih baik di masa depan.

Di sisi lain, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildirio Budiman menjelaskan bahwa penahanan sejumlah warga tetap berjalan sesuai dengan prosedur hukum positif yang berlaku. Para tahanan tersebut ditangkap karena diduga kuat melakukan pelanggaran berat seperti penyerangan aparat, perusakan armada kepolisian, serta membawa senjata tajam.

“Tindakan tegas diambil karena pelanggaran tersebut menyalahi aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap kapolres.

Di momen yang sama, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Umbu Sairo, memperingatkan para provokator agar tidak merusak suasana damai yang sedang dibangun. Pihak keamanan tidak akan segan melakukan tindakan represif yang terukur apabila terjadi serangan susulan terhadap personel yang sedang bertugas di lapangan.

Umbu meminta kedua belah pihak segera menghentikan pertikaian fisik melalui prosedur sakral yakni tradisi belah kayu dan patah panah. “Kami berharap kedua kelompok tetap mematuhi aturan main dengan menjalankan prosesi damai secara tulus dan bermartabat,” ucapnya.

Kedamaian di Kwamki Narama menjadi kunci utama bagi stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Papua Tengah secara keseluruhan. Masyarakat diharapkan dapat kembali hidup berdampingan secara harmonis tanpa dibayangi rasa takut akan konflik susulan yang merugikan semua pihak.

Prosesi Adat sebagai Solusi Perdamaian

Prosesi adat seperti belah kayu dan patah panah memiliki makna penting dalam budaya masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol perdamaian, tetapi juga cara untuk memperkuat ikatan antar komunitas. Dengan melalui prosesi ini, harapan besar dipegang bahwa konflik yang terjadi bisa segera diakhiri.

Beberapa langkah telah diambil oleh pihak berwenang untuk memastikan prosesi ini berjalan lancar. Misalnya, pengawalan ketat dari aparat keamanan dilakukan guna mencegah gangguan dari pihak-pihak yang tidak ingin perdamaian tercapai. Selain itu, komunikasi antara pihak-pihak yang berselisih juga diperkuat agar tidak ada kesalahpahaman yang bisa memicu kembali konflik.

Pihak pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendukung proses rekonsiliasi ini. Dengan adanya perdamaian, diharapkan kondisi sosial dan ekonomi di wilayah tersebut bisa pulih dan berkembang kembali. Kehidupan masyarakat akan lebih tenang dan aman, sehingga dapat fokus pada pembangunan dan kesejahteraan.

Dalam hal ini, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. Setiap individu harus menyadari bahwa perdamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan saling menghargai dan memahami, konflik dapat dihindari dan hubungan antar komunitas bisa kembali harmonis.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?