Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Maret 2026
Trending
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • OJK Peringatkan Dampak Konflik Timur Tengah pada Bank, Likuiditas Valas Jadi Sorotan
  • 5 Fakta Mengagumkan Shah Abbas I, Sang Pemimpin yang Membawa Persia ke Masa Keemasan
  • Doa Setelah Takbiratul Ikhram: Soal Fikih Kelas 2 SD Semester 2
  • Perjanjian RI-AS Tidak Wajibkan Pemrosesan Data Pembayaran Dalam Negeri, OJK Beri Tanggapan
  • Masih Tidak Puas, Dokter Richard Lee Ditahan, Doktif Kembali Bongkar Produk: Penipuan yang Lebih Besar
  • Perang dan Penonton Perang
  • Prediksi Skor Milan vs Inter: Derby Panas, Rossoneri Harus Menang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Thomas Frank Tuduh Ollie Watkins Sebabkan Kericuhan Usai Kekalahan Tottenham vs Aston Villa
Olahraga

Thomas Frank Tuduh Ollie Watkins Sebabkan Kericuhan Usai Kekalahan Tottenham vs Aston Villa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pada pertandingan putaran ketiga Piala FA antara Tottenham Hotspur dan Aston Villa, terjadi insiden yang menimbulkan perdebatan di akhir laga. Thomas Frank, pelatih Tottenham, menganggap Ollie Watkins sebagai pemicu keributan setelah kemenangan Villa dengan skor 2-1.

Tim tamu, yang diperkuat oleh Emiliano Buendía dan Donyell Malen, berhasil mencetak dua gol pada babak pertama, membuat Villa unggul 0-2. Tottenham kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Wilson Odobert pada menit ke-54, sehingga skor menjadi 1-2. Meskipun berusaha keras untuk bangkit, Spurs tidak mampu menghindari kekalahan.

Di akhir pertandingan, Watkins merayakan kemenangan bersama para penggemar Villa. Namun, ia melakukan hal tersebut di dekat Joao Palhinha, yang kemudian memicu keributan antara kedua tim. Palhinha langsung menghadapi Ezri Konsa, yang membela Watkins, saat pemain meninggalkan lapangan. Insiden ini berujung pada adu mulut, namun beruntung tidak berkembang menjadi keributan yang lebih serius.

Beberapa bulan terakhir, Tottenham sering terlibat dalam insiden serupa di akhir pertandingan. Salah satu contohnya adalah adu mulut setelah kekalahan dari Bournemouth, yang menyebabkan Cristian Romero dihukum skors satu pertandingan.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Frank mengungkapkan pendapatnya tentang insiden yang terjadi. Ia menuding Watkins sebagai sosok provokatif yang memicu kekacauan.

“Para pemain memberikan segalanya di lapangan, kalah dalam pertandingan ketat. Musim ini tidak berjalan sempurna, dan saya pikir Ollie (Watkins) sangat provokatif dengan cara dia merayakan kemenangan di depan para penggemar Villa (di dekat Joao Palhinha),” ujarnya.

Frank menambahkan, “Dia hanya berjalan ke arah Joao (Palhinha) dan dia bisa dengan mudah melewatinya. Setiap orang yang memiliki sifat kompetitif, itu sulit, dan itu bisa memicu sesuatu (kemarahan).” Pernyataan ini menunjukkan ketegangan yang ada di antara kedua tim setelah pertandingan.

Spurs mendapatkan sorakan negatif dari pendukung mereka saat jeda babak pertama, dan cemoohan yang lebih pelan menyambut peluit akhir yang menandakan kekalahan lainnya. Hal ini semakin meningkatkan tekanan pada pelatih mereka, yang kini tersingkir dari dua kompetisi piala domestik dan terpuruk di Liga Inggris.

Frank mengekspresikan kekecewaannya. “Tentu saja (kekalahan) ini mengecewakan. Kami semua merasa sakit hati. Tidak ada yang lebih kami inginkan selain lolos ke babak selanjutnya, siapa pun lawan kami. Kami bermain di kandang, kami memiliki peluang bagus.”

“Sayangnya kami tidak bisa lolos. Kami bermain dengan kekuatan penuh sesuai kemampuan kami. Kami semua melihat kembali pertandingan dan berpikir kami bisa bermain lebih baik di babak pertama, dan babak kedua, sangat bagus,” tutup Frank.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi Skor Milan vs Inter: Derby Panas, Rossoneri Harus Menang

21 Maret 2026

Tiket Final Four dan Grand Final Proliga 2026 Mulai Dijual, Harga Terendah Rp150 Ribu

20 Maret 2026

Pelatih Persib Bebankan Kekecewaan ke Borneo FC

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah

21 Maret 2026

OJK Peringatkan Dampak Konflik Timur Tengah pada Bank, Likuiditas Valas Jadi Sorotan

21 Maret 2026

5 Fakta Mengagumkan Shah Abbas I, Sang Pemimpin yang Membawa Persia ke Masa Keemasan

21 Maret 2026

Doa Setelah Takbiratul Ikhram: Soal Fikih Kelas 2 SD Semester 2

21 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?