Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Situasi Timur Tengah Memanas, Dua Balapan F1 Dibatalkan
  • Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025
  • Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi
  • 3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang
  • Rusdi Masse Bergabung dengan PSI, Mulai Kuasai Basis Lama NasDem di Ajatappareng
  • Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir
  • Polda Bengkulu Tanggapi Tuduhan Kriminalisasi ART Refpin yang Cubit Anak Anggota DPRD
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Bitcoin dan Ethereum Tetap Volatil, Analis Ingatkan Investor untuk Disiplin Kelola Risiko
Ekonomi

Bitcoin dan Ethereum Tetap Volatil, Analis Ingatkan Investor untuk Disiplin Kelola Risiko

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Pergerakan aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih menunjukkan tingkat volatilitas yang cukup tinggi sepanjang awal tahun 2026. Meskipun pada awal tahun pasar sempat mengalami penguatan, beberapa hari terakhir ini kedua aset tersebut kembali mengalami penurunan.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pada Minggu (11/1/2026) pukul 17.34 WIB, harga BTC tercatat di US$ 90.591,66, turun sebesar 2,04% secara bulanan. Sementara itu, harga ETH turun lebih dalam, yaitu 4,46% ke US$ 3.102,33.

Menurut analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, volatilitas ini merupakan bagian dari karakteristik alami pasar kripto. Ia menjelaskan bahwa koreksi saat ini adalah bagian dari fluktuasi yang wajar, terutama setelah reli awal tahun yang cukup kuat.

Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan harga antara lain aksi ambil untung dari investor, sikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting seperti laporan tenaga kerja AS, serta arus keluar dana dari produk investasi kripto, termasuk ETF Bitcoin.

Meski demikian, Fyqieh tetap optimis dengan prospek jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, sebagian besar analis global melihat koreksi ini sebagai hal sementara. Pasar kripto masih didukung oleh faktor-faktor struktural yang kuat, seperti adopsi institusional dan perkembangan teknologi blockchain.

Untuk Ethereum, rencana dan realisasi upgrade protokol diprediksi akan meningkatkan permintaan di masa depan. Sentimen pasar saat ini mencerminkan kombinasi antara optimisme jangka panjang dan kehati-hatian jangka pendek.

Reli awal 2026 didorong oleh perbaikan sentimen investor serta masuknya dana institusional melalui ETF, yang berdampak positif pada kapitalisasi pasar kripto. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global dan ketidakpastian geopolitik juga mendorong minat terhadap aset digital sebagai instrumen berisiko dengan potensi imbal hasil tinggi.

Namun, setelah reli, tekanan teknikal mulai muncul. Pada Bitcoin, pola teknikal seperti death cross dan kegagalan menembus level resistance kunci memicu aksi profit-taking. Arus keluar dana dari ETF Bitcoin lebih dianggap sebagai penyesuaian posisi jangka pendek daripada perubahan sentimen jangka panjang.

Ketidakpastian kondisi makro global juga membayangi pasar, di mana antisipasi data ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga membuat investor mengurangi eksposur risiko. Dalam situasi volatilitas pasar saham meningkat, aset kripto sering kali terkoreksi meski fundamental jangka panjang masih menarik.

Volatilitas Ethereum relatif lebih tinggi dibanding Bitcoin, sehingga koreksi harga ETH bisa lebih tajam saat momentum teknikal melemah atau ketidakpastian meningkat.

Fyqieh menekankan bahwa koreksi ini berpotensi berlanjut dalam jangka pendek hingga muncul katalis baru, seperti stabilisasi sentimen makro, keputusan regulator, atau sinyal teknikal yang lebih jelas.

“Oleh karena itu, investor disarankan tetap disiplin mengelola risiko sambil menunggu arah pasar lebih terkonfirmasi,” katanya.

Ia memproyeksikan BTC akan bergerak di kisaran US$ 110.000–US$ 150.000 sepanjang 2026, sementara ETH diperkirakan berada di rentang US$ 6.000–US$ 15.000.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025

20 Maret 2026

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026

Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Situasi Timur Tengah Memanas, Dua Balapan F1 Dibatalkan

20 Maret 2026

Penghasilan US$ 3,9 Miliar, Capaian Operasional PGN Tahun 2025

20 Maret 2026

Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi

19 Maret 2026

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?