Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 18 October 2026
Trending
  • Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan
  • Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus
  • Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI
  • Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen
  • Apakah mobil hybrid perlu di cas? Ini jawaban dan fakta lengkapnya!
  • Prediksi skor LASK Linz vs Liverpool: The Reds siap pesta gol di Raiffeisen Arena!
  • Duel argumen: Ahmad Doli Kurnia dan Hasyim Asy’ari terkait pasal selundupan PKPU
  • Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Evaluasi Operasi SAR 2025 di Papua Barat: Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Nasional

Evaluasi Operasi SAR 2025 di Papua Barat: Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 January 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Evaluasi Operasi SAR Tahun 2025 di Sorong

BASARNAS Kelas A Sorong menggelar evaluasi operasi SAR Tahun 2025 dalam rangka membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Papua Barat Daya. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/1/2026) melibatkan berbagai instansi mitra lintas sektor, seperti Koarmada III, Polda Papua Barat Daya, Korem 181/PVT, KSOP, Distrik Navigasi, BMKG, hingga BNPB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Sorong, Monce Brurry, menjelaskan bahwa evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan sumber daya manusia (SDM), kelengkapan sarana, dan prasarana yang dimiliki masing-masing instansi dalam menghadapi kondisi darurat.

Menurut Monce, meski Papua Barat Daya belum mengalami bencana hidrometeorologi besar seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, kesiapan tetap menjadi keharusan agar tidak gagap saat menghadapi situasi darurat.

Potensi Bencana di Wilayah Papua Barat Daya

Monce menekankan bahwa intensitas hujan tinggi berpotensi memicu bencana banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Berdasarkan pengalaman dan catatan kejadian sebelumnya, Kabupaten Tambrauw termasuk daerah berpotensi bencana cukup tinggi, terutama longsor dan banjir bandang saat musim hujan.

Oleh karena itu, koordinasi antarlembaga dinilai penting guna memastikan kesiapan armada dan personel di lapangan. Kolaborasi antarinstansi diperlukan agar saling memahami kekuatan dan keterbatasan masing-masing. Tujuannya agar respons penanganan bencana bisa berjalan cepat dan tepat.

Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

Menurut Monce, hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah daerah dan instansi terkait. Selain itu, harus ada latihan bersama secara berkelanjutan, sebab makin menguatkan koordinasi dan pemahaman tugas.

Lebih lanjut Monce mengatakan, BASARNAS Sorong menangani sekitar 35 operasi SAR pada kurun waktu 2025. Sebagian besar di antaranya merupakan kecelakaan kapal, dengan total sembilan korban berhasil ditemukan.

Keterbatasan Personel dan Peran Mitra

Dalam kesempatan itu, Monce juga menyinggung mengenai keterbatasan personel yang saat berjumlah 97 orang, sementara wilayah layanan mencakup lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya. Dari kondisi tersebut, dukungan dari TNI, Polri, serta organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem pencarian dan pertolongan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri berkaca pada personel yang ada. Sinergi dengan para mitra sangat dibutuhkan agar pelayanan SAR dapat menjangkau seluruh wilayah,” ucap Monce.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kisah Penangkapan Widi Prasetijono, Eks Ajudan Jokowi yang Jadi Terdakwa Kasus Lahan

18 October 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Strategi PM Lawrence Wong Lindungi Pekerja Singapura dari Gelombang PHK AI

18 October 2026

Harga komputer makin mahal, pengiriman PC dunia anjlok 20 persen

18 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?