Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Sumatera Barat pada November 2025
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai angka 6.611 orang pada November 2025. Angka ini menunjukkan geliat pariwisata yang masih terus berlangsung meskipun ada penurunan dari bulan sebelumnya.
Dominasi Turis Malaysia
Turis Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan total 5.205 kunjungan selama November 2025. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan wisman asal Singapura dan Australia yang masing-masing hanya 216 dan 122 orang. Meski demikian, jumlah total wisman ke Sumbar mengalami penurunan sebesar 12,88 persen dibanding Oktober 2025.
Namun, secara tahunan (Januari-November 2025), jumlah wisman ke Sumbar justru meningkat. Tercatat sebanyak 82.940 wisman masuk ke Sumatera Barat sepanjang tahun 2025, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun 2024 yang hanya 69.133 orang.
Lonjakan Wisatawan Asal Belanda
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah lonjakan persentase kunjungan wisman asal Belanda hingga 131,25 persen dibanding bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan wisata dari negara-negara Eropa.
Dampak pada Sektor Perhotelan
Pergerakan wisman turut memengaruhi tingkat hunian hotel di Sumatera Barat. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 45,55 persen. Rata-rata lama menginap tamu, baik asing maupun domestik, adalah 1,26 malam.
Tren Positif untuk Wisnus
Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan Sumatera Barat mencapai 1.666.644 perjalanan, atau naik tipis 0,31 persen dari bulan sebelumnya. Ini membuktikan daya tarik wisata Sumbar tetap kuat di kalangan wisatawan lokal.
Potensi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Data akumulasi tahunan menunjukkan bahwa tren kenaikan jumlah wisatawan mancanegara ke Sumbar memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata terus berupaya menjaga momentum ini agar jumlah kunjungan tetap stabil hingga penghujung tahun.
Strategi untuk Menjaga Momentum
Untuk menjaga momentum ini, berbagai strategi dilakukan oleh pemerintah dan pelaku usaha. Salah satunya adalah meningkatkan promosi wisata melalui media digital dan kerja sama dengan agen perjalanan. Selain itu, pengembangan infrastruktur pariwisata seperti penginapan dan fasilitas umum juga terus dilakukan.
Fokus pada Keberlanjutan
Pentingnya menjaga keberlanjutan pariwisata juga menjadi perhatian utama. Upaya ini mencakup perlindungan lingkungan dan pelestarian budaya lokal agar wisatawan dapat merasakan pengalaman yang autentik dan bermakna.
Kesimpulan
Kunjungan wisman ke Sumatera Barat pada November 2025 menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan dari bulan sebelumnya, secara tahunan jumlahnya tetap meningkat. Dominasi turis Malaysia serta lonjakan wisman dari Belanda menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar. Dengan strategi yang tepat dan fokus pada keberlanjutan, Sumatera Barat dapat terus menjadi destinasi wisata yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.



