Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Maret 2026
Trending
  • OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia
  • Pupuk Indonesia Perkuat Bisnis dengan Revitalisasi Pabrik
  • Desakan keluar dari BoP, pakar: Pemerintah butuh rencana keberangkatan
  • Harga HP Samsung Murah Jelang Lebaran 2026: A07, A17, A26 5G, A36 5G, A56 5G Terbaru
  • Cara Menghitung Cicilan KPR dengan Aman dan Strategi Pengajuan
  • Polres Bangka Selatan Amankan 100 Botol Miras dan 12 Orang Ditangkap
  • Iran Miliki Pemimpin Tertinggi Baru, Mojtaba Ditetapkan oleh Majelis Pakar
  • 50 Soal Essay PJOK Kelas 9 SMP MTs 2026 Lengkap Kunci Jawaban
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Juventus imbang 1-1 lawan Lecce, lini depan kalah dan jarak dengan Milan bertambah
Olahraga

Juventus imbang 1-1 lawan Lecce, lini depan kalah dan jarak dengan Milan bertambah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Juventus Kembali Gagal Menang di Kandang

Pada pertandingan lanjutan Serie A pekan ke-18, Juventus harus puas berbagi poin saat menjamu Lecce. Laga yang digelar di Allianz Stadium, Turin, pada Sabtu, 3 Januari 2026, berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini mengecewakan bagi tim asuhan Luciano Spalletti yang tampil dominan sejak awal.

Dominasi Penguasaan Bola Tidak Berujung Kemenangan

Juventus memulai laga dengan permainan agresif dan menguasai mayoritas penguasaan bola. Dalam pertandingan tersebut, mereka mencatatkan sekitar 57 persen penguasaan bola dan menghasilkan lebih banyak peluang dibanding Lecce. Namun, dominasi tersebut tidak mampu diubah menjadi kemenangan.

Gol pertama justru dicetak oleh tim tamu, Lecce, pada menit 45+1 melalui Lameck Banda. Banda memanfaatkan kesalahan umpan Andrea Cambiaso dan melepaskan tembakan keras ke sudut gawang yang gagal dibendung kiper Juventus. Gol ini membuat Juventus tertinggal hingga turun minum.

Respons Cepat Juventus di Babak Kedua

Di awal babak kedua, Juventus langsung merespons dengan cepat. Pada menit ke-49, Weston McKennie mencetak gol penyama kedudukan dari jarak dekat. Gol McKennie bermula dari situasi kemelut di kotak penalti Lecce setelah tembakan Kenan Yıldız sempat terdefleksi. Bola jatuh di kaki McKennie yang berdiri bebas.

Setelah skor kembali imbang, Juventus semakin meningkatkan intensitas serangan. Kenan Yıldız menjadi motor utama permainan dengan pergerakan dan kreativitasnya. Meski terus menekan, lini depan Juventus kembali menunjukkan masalah klasik, yaitu penyelesaian akhir yang kurang optimal.

Kesempatan Emas Terbuang

Kesempatan emas datang pada menit ke-65 ketika Juventus mendapat hadiah penalti setelah tinjauan VAR. Jonathan David maju sebagai eksekutor. Namun, eksekusi penalti bergaya panenka David berhasil digagalkan kiper Lecce, Wladimiro Falcone. Momen tersebut menjadi titik balik penting dalam laga.

Falcone tampil gemilang sepanjang pertandingan. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan krusial dan dinobatkan sebagai pemain terbaik laga.

Dampak di Klasemen Serie A

Hasil imbang ini membuat langkah Juventus di papan klasemen tertahan. Bianconeri tetap berada di posisi kelima dengan koleksi 33 poin dari 18 pertandingan. Jarak Juventus dengan AC Milan di puncak klasemen semakin melebar. Milan kini mengoleksi 38 poin dari 17 laga, unggul lima angka dengan satu pertandingan lebih sedikit.

Sementara itu, Lecce membawa pulang satu poin berharga dari Turin. Tambahan poin tersebut menjaga posisi Lecce di peringkat ke-16 dengan 17 poin.

Masalah Efektivitas Lini Depan

Bagi Juventus, hasil ini kembali menegaskan persoalan efektivitas lini depan. Dominasi permainan tidak cukup berarti tanpa ketajaman di depan gawang, terutama dalam persaingan ketat menuju papan atas Serie A.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

50 Soal Essay PJOK Kelas 9 SMP MTs 2026 Lengkap Kunci Jawaban

21 Maret 2026

Pembaruan klasemen Super League: Borneo FC kejar Persib, Malut United bangkit lagi dalam perburuan gelar

21 Maret 2026

Prediksi Skor Milan vs Inter: Derby Panas, Rossoneri Harus Menang

21 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia

22 Maret 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Bisnis dengan Revitalisasi Pabrik

21 Maret 2026

Desakan keluar dari BoP, pakar: Pemerintah butuh rencana keberangkatan

21 Maret 2026

Harga HP Samsung Murah Jelang Lebaran 2026: A07, A17, A26 5G, A36 5G, A56 5G Terbaru

21 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?