Permohonan Fasilitas Lapangan untuk Pembinaan Atlet Baseball dan Softball di Kota Medan
Perbasasi, organisasi yang mengurusi olahraga baseball dan softball di Indonesia, telah menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kota Medan terkait penggunaan fasilitas lapangan sebagai pusat pembinaan atlet. Audiensi ini dilakukan dalam rangka mencari solusi atas keterbatasan fasilitas yang saat ini dimiliki oleh Perbasasi Medan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (7/1/2026), dan dihadiri oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, H T Chairuniza, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Andi Yudhistira. Sementara dari pihak Perbasasi hadir Ketua Perbasasi Sumatera Utara M Faisal, Ketua Perbasasi Medan Hafiz Albi Harahap, serta beberapa anggota lainnya seperti Pembina Edi Sahputra, Sekretaris Sonny, dan Wakil Ketua Teguh serta Candra Duha.
Masalah Keterbatasan Fasilitas Lapangan
Hafiz Albi Harahap, Ketua Perbasasi Medan, menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk meminta penggunaan lapangan milik Pemko Medan yang belum digunakan secara maksimal. Menurutnya, selama ini Perbasasi Medan mengalami kesulitan dalam mendapatkan fasilitas yang cukup untuk latihan atlet, terutama setelah kontrak dengan Lapangan Universitas Sumatera Utara (USU) berakhir.
“Selama ini kami menggunakan lapangan USU berdasarkan sistem kontrak tahunan. Namun sejak 2022, pihak USU sudah memiliki master plan pembangunan sport science dan tidak lagi memasukkan lapangan baseball dalam rencana mereka. Jika proyek tersebut berjalan, kami harus mengosongkan lapangan,” ujar Hafiz.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini memaksa Perbasasi Medan untuk mencari alternatif lokasi yang memiliki kepemilikan jelas. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga serta bagian aset Pemko Medan untuk mengecek aset-aset kota yang bisa dimanfaatkan.
Penawaran Lokasi Alternatif
Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan bahwa Pemko Medan akan melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap seluruh aset yang ada. Ia juga menegaskan pentingnya penyediaan fasilitas olahraga yang dapat mendukung partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Penyediaan fasilitas olahraga harus berdampak langsung pada pembinaan dan partisipasi anak-anak muda. Kita akan diskusikan lebih lanjut bersama Dinas Pemuda dan Olahraga,” kata Rico Waas.
Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas menawarkan beberapa alternatif lokasi yang bisa digunakan sementara, antara lain:
- Lapangan di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan
- Area Taman Cadika sebagai lokasi multifungsi
Potensi Taman Cadika sebagai Tempat Latihan
Hafiz Albi Harahap berharap Taman Cadika dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan baseball dan softball karena lokasinya terbuka untuk umum. Ia menilai bahwa lapangan yang mudah diakses dan terlihat oleh masyarakat sangat penting untuk mendukung promosi olahraga ini, khususnya ke kalangan pelajar dan generasi muda.
“Kalau lapangan tertutup seperti sebelumnya, promosi ke sekolah-sekolah dan masyarakat jadi terbatas. Harapan kami, lapangan yang berada di ruang publik bisa membantu memperkenalkan baseball lebih luas,” tambahnya.
Langkah Selanjutnya
Dari dua lokasi yang disebutkan, Perbasasi Medan akan segera mengurus administrasinya. Proses ini diharapkan dapat segera terealisasi agar kegiatan olahraga baseball dan softball tetap berjalan tanpa hambatan.



