Pembaruan Terkini tentang Kompleks Haji di Mekkah
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa kompleks perumahan haji (Kompleks Haji) yang sedang dibangun di Mekkah, Arab Saudi, belum bisa digunakan pada tahun 2027. Ia menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan waktu yang cukup panjang, sehingga paling lambat akan selesai pada tahun 2028.
“Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan juga belum bisa, karena membangun itu tidak cukup setahun. Kami harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” ujar Gus Irfan saat berbicara di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis (8/1/2026).
Selama proses pembangunan berlangsung, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) fokus pada persiapan pelayanan ibadah bagi jemaah haji. Meskipun demikian, pembangunan Kompleks Haji merupakan tanggung jawab dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
“Kampung Haji itu domainnya Danantara. Kita hanya user. Jadi nanti kalau Danantara sudah siap, langsung beritahu ‘Pak Menteri Haji, Kampung Haji sudah siap, silakan digunakan’ nah itu baru kita masuk,” tambah Gus Irfan.
Menurut Menteri Irfan, tidak ada kendala signifikan dalam proses pembangunan meskipun membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Ia meyakini bahwa Danantara memiliki dana yang cukup dan birokrasi di Arab Saudi sangat mendukung.
“Saya kira enggak ada kendala. Danantara punya uang. Kemudian birokrasi Arab Saudi sangat welcome,” katanya.
Sebelumnya, Rosan Perkasa Roeslani, Ketua BPI Danantara, mengungkapkan bahwa pembangunan kompleks perumahan haji Indonesia akan dimulai pada kuartal IV-2026. Hal ini terjadi setelah Indonesia berhasil memenangkan lelang lahan untuk kompleks haji tersebut di Mekkah.
“Pembangunan nanti rencana di kuartal IV-2026. Yang sudah dibeli sedang disurvei Kementerian Haji,” ujar Rosan usai retreat di Hambalang, Bogor, pada Selasa (6/1/2026). Namun, kompleks haji itu belum bisa digunakan oleh calon jemaah haji tahun 2026.
Kemungkinan besar, kompleks haji baru bisa beroperasi pada tahun haji 2027. “Oh 2026 belum bisa, belum bisa (digunakan). Kemungkinan 2027 baru bisa. Itu di Tahrir. Tapi ini, hotel itu semuanya itu domainnya Danantara, kita hanya user aja. Jadi, kita enggak memutuskan,” kata Rosan.
Proses Pembangunan dan Fase Awal
Proses pembangunan Kompleks Haji di Mekkah melibatkan beberapa tahapan penting. Pertama, pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa lahan yang telah dibeli sesuai dengan kebutuhan dan standar yang ditetapkan. Setelah itu, dilakukan survei dan analisis terhadap lokasi tersebut agar dapat memastikan keandalan dan kenyamanan bagi jemaah haji.
Selain itu, selama masa pembangunan, Kemenhaj akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Danantara dan pemerintah Arab Saudi. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua aspek teknis, administratif, dan logistik dapat terpenuhi secara optimal.
Dalam hal ini, Kemenhaj tidak memiliki otoritas penuh atas pengelolaan kompleks haji. Sebaliknya, mereka hanya sebagai pengguna atau pemakai. Oleh karena itu, keputusan akhir mengenai kesiapan dan penggunaan kompleks haji tetap berada di tangan Danantara.
Tantangan dan Harapan
Meski ada harapan bahwa kompleks haji akan selesai pada tahun 2028, ternyata masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan. Selain itu, adanya kebutuhan untuk memastikan bahwa fasilitas yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan jemaah haji secara maksimal.
Namun, dengan dukungan dari pihak-pihak terkait seperti Danantara dan pemerintah Arab Saudi, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Kesimpulan
Kompleks Haji di Mekkah merupakan proyek besar yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia. Meskipun belum bisa digunakan pada tahun 2027, pihak terkait terus bekerja keras untuk memastikan bahwa proyek ini dapat selesai tepat waktu. Dengan kolaborasi antara Kemenhaj, Danantara, dan pemerintah Arab Saudi, diharapkan kompleks haji dapat menjadi salah satu fasilitas terbaik bagi jemaah haji di masa depan.



