Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Dari Sa Pa ke Bandung, destinasi paling cepat berkembang di Asia
  • Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin
  • 12 Ramalan Shio Penuh: Cinta, Karier, Angka Keberuntungan 18 Februari 2026
  • Komentar Mourinho soal Rasisme terhadap Vinicius, Minta Netral Justru Dikarantina
  • 9 Negara Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Hari Ini, Mulai dari Arab Saudi hingga Palestina
  • DPR Minta Hukuman Lebih Berat untuk Mantan Kapolres Bima Kota
  • Opini: Reformasi Hukum Persaingan Usaha
  • Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Setelah Nataru, Harga Cabai Semarang Makin Pedas
Ragam

Setelah Nataru, Harga Cabai Semarang Makin Pedas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover8 Januari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peningkatan Harga Cabai di Pasar Simongan Semarang

Setelah perayaan Tahun Baru 2026, harga cabai di sejumlah pasar di Kota Semarang, Jawa Tengah mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini menyebabkan pedagang kesulitan dalam menjual produk mereka karena menurunkan daya beli masyarakat.

Pantauan terhadap Pasar Simongan Kota Semarang menunjukkan bahwa harga cabai meningkat dalam lima hari terakhir di awal tahun ini. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tersebut pada Jumat (2/1). Pada saat itu, Zulhas menyatakan bahwa harga cabai stabil. Namun, empat hari kemudian, yaitu pada Senin (5/1), harga cabai kembali naik.

Rukinah (60), seorang pedagang cabai di Los Pasar Simongan, mengungkapkan bahwa harga cabai yang tinggi memengaruhi penjualan. Ia hanya menjual tiga jenis cabai, yaitu rawit setan, keriting merah, dan keriting hijau. Harga cabai rawit setan mencapai Rp 70.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 60.000. Cabai keriting merah kini dijual dengan harga Rp 50.000, sedangkan cabai keriting hijau berada di kisaran Rp 25.000.

Menurut Rukinah, kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda daerah produksi cabai. Hujan terus-menerus mengganggu proses produksi dan distribusi. Ia juga menyebutkan bahwa kenaikan harga terasa selama liburan Natal dan Tahun Baru, meskipun mulai menurun seiring waktu.

Selain itu, Rukinah mengeluhkan rendahnya jumlah pembeli yang masuk ke pasar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penjual di luar pasar. Menurutnya, pasar seharusnya menjadi tempat pertemuan antara pembeli dan penjual. Namun, banyak pembeli dicegat oleh penjual di luar pasar, sehingga tidak jadi membeli di pasar.

Ia berharap pemerintah dapat menertibkan “pasar liar” tersebut. Menurutnya, diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Ia menunjuk adanya penjual cabai di pinggir jalan dan juga penjualan melalui online seperti lokapasar.

Data Harga Cabai di Pasar Simongan

Berdasarkan pantauan di laman Siharpa (Sistem Informasi Harga Pasar) milik Dinas Perdagangan Kota Semarang, terdapat kenaikan harga cabai sebagai berikut:

  • Cabai tampar: dari Rp 47.200 menjadi Rp 53.700
  • Cabai rawit merah: dari Rp 52.200 menjadi Rp 59.600
  • Cabai besar: dari Rp 50.400 menjadi Rp 55.500
  • Cabai rawit hijau: dari Rp 59.800 menjadi Rp 58.300

Harga sebelumnya tercatat pada Jumat (2/1) dan kenaikan terjadi pada Senin (5/1).

Dengan situasi ini, para pedagang dan masyarakat semakin khawatir akan dampak ekonomi yang muncul akibat kenaikan harga cabai. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah-langkah efektif untuk menstabilkan harga dan menjaga kelancaran perdagangan di pasar-pasar tradisional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin

22 Februari 2026

Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026

22 Februari 2026

Toyota Vios 2019: Harga Menarik untuk Mobil Bekas

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dari Sa Pa ke Bandung, destinasi paling cepat berkembang di Asia

22 Februari 2026

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin

22 Februari 2026

12 Ramalan Shio Penuh: Cinta, Karier, Angka Keberuntungan 18 Februari 2026

22 Februari 2026

Komentar Mourinho soal Rasisme terhadap Vinicius, Minta Netral Justru Dikarantina

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?