Kasus Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon Terungkap
Kasus pembunuhan bocah 9 tahun yang merupakan anak dari seorang politisi PKS di Cilegon, Banten, akhirnya terungkap. Korban, yang dikenal dengan nama panggilan Axle, tewas setelah mengalami 22 luka yang sangat mengerikan. Pelaku pembunuhan tersebut adalah seorang perampok berinisial HA, yang tidak dikenal oleh keluarga korban.
HA ditangkap pihak kepolisian pada Jumat (2/1/2026), atau sekitar dua minggu setelah kejadian. Awalnya, HA ditangkap karena sedang mencoba merampok rumah seorang politisi. Namun, saat diamankan, HA memberikan pengakuan mengejutkan bahwa dirinya juga bertanggung jawab atas pembunuhan Axle.
Penangkapan dan Pengakuan Pelaku
Setelah ditangkap, HA mengakui bahwa dirinya adalah pelaku pembunuhan terhadap bocah yang viral beberapa waktu lalu. Menurut Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, penyidik melakukan interogasi terhadap HA selama 45 menit sebelum mendapatkan pengakuan tersebut. Setelah itu, polisi langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan barang bukti.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain alat-alat yang digunakan HA untuk masuk ke rumah korban. Salah satunya adalah kunci pas yang dibentuk menjadi obeng untuk membuka jendela belakang rumah. Hal ini menunjukkan bahwa HA memiliki rencana jelas dalam melakukan aksinya.
Identitas Pelaku
Kompol Firman Hamid menjelaskan bahwa HA bukanlah orang asli Banten. Ia berasal dari Pulau Sumatera dan tinggal di komplek Rakata, Cilegon. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, HA nekat melakukan aksi perampokan dari rumah ke rumah. Dari hasil interogasi, HA mengaku bahwa ia tidak pernah bekerja di tempat orangtua korban. Tujuan utamanya adalah menyerang rumah-rumah mewah.
Tidak Ada Barang yang Hilang
Salah satu fakta mengejutkan dalam kasus ini adalah tidak adanya barang berharga yang hilang dari TKP. Menurut AKP Yoga Tama, Kasat Reskrim Polres Cilegon, darah korban tersebar di berbagai sudut rumah. Axle mengalami 19 luka tusukan dan tiga luka memar akibat kekerasan benda tajam dan tumpul.
AKP Sigit Dermawan, Kasi Humas Polres Cilegon, menyampaikan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian. Bahkan, ponsel milik Axle tetap berada di tempatnya. Kompol Firman Hamid mengungkapkan bahwa kemungkinan besar HA tidak sempat mengambil barang karena panik ketika orangtua korban datang usai kejadian.
Alasan Pelaku Tidak Mengambil Barang
Menurut analisis Kompol Firman Hamid, HA awalnya memiliki niat untuk mengambil barang berharga dari rumah korban. Namun, karena keburu ketahuan, ia tidak sempat melanjutkan aksinya. Fakta ini menunjukkan bahwa HA tidak hanya melakukan pembunuhan, tetapi juga mencoba merampok. Namun, karena kepanikan, ia gagal mencuri apapun.
Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang motif dan cara kerja pelaku. Selain itu, kasus ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya keamanan di lingkungan sekitar.



