Bencana Longsor dan Banjir Melanda Kabupaten Tasikmalaya
Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya telah menyebabkan beberapa daerah dilanda bencana longsor dan banjir. Cuaca ekstrem serta intensitas hujan yang tinggi membuat sebagian besar warga waspada. Dalam beberapa hari terakhir, dua lokasi berbeda di Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan mengalami longsoran tanah yang menimbulkan kerugian.
Longsor pertama terjadi di Dusun Kertajaya, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya pada Jumat kemarin (02/01). Kejadian ini menyebabkan jalan penghubung antar desa terputus, satu unit sepeda motor hilang tertimbun tanah, satu rumah hancur, dan lima lainnya dalam kondisi terancam. Seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kerja sama antara Kepala Desa, Kepala Dusun, Anggota Tagana, dan Karang Taruna berhasil melakukan upaya penanganan bencana tersebut.
Sementara itu, longsor kedua terjadi di Kampung Cibuntu RT.25/RW.12, Desa Karyabakti Kecamatan Parungponteng, Minggu (04/01). Material longsoran menimpa dua unit rumah warga, yaitu milik Iwan dan Ma’mun. Akibat tertimbun tanah, rumah keduanya mengalami kerusakan cukup parah. Tebing yang longsor juga membuat rumah Iwan dan Ma’mun yang berada tepat di bibir tebing sangat rawan ambruk jika tetap ditinggali.
Tanggap Darurat dari Tagana Kabupaten Tasikmalaya
Tagana Kabupaten Tasikmalaya langsung merespons kejadian bencana tersebut dengan mendatangi lokasi longsoran. Mereka bekerja sama dengan pihak setempat untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan darurat. Meskipun tidak ada korban jiwa, situasi di kedua lokasi tetap memerlukan perhatian serius.
Ketua Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengimbau agar warga sekitar lokasi bencana tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor. Menurut Jembar, informasi dari BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem masih terus terjadi meski tidak seberapa sering seperti sebelumnya.
- Pihak Tagana terus melakukan sosialisasi kepada warga terdampak atau warga yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana.
- Upaya mitigasi bencana dilakukan agar masyarakat tetap tenang dan waspada.
- Jembar menjelaskan bahwa pihaknya selalu siaga untuk menghadapi bencana, namun masyarakat juga harus sadar akan risiko yang bisa terjadi.

Jembar menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesadaran diri dari masyarakat. “Saya terus memantau wilayah-wilayah yang rawan bencana longsor, banjir, dan pergerakan tanah. Kami dari Tagana selalu siap siaga setiap saat, namun warga pun harus tetap berhati-hati,” ujarnya saat dihubungi via selulernya, Senin (05/01).



