BANDUNG – Seorang mahasiswi berinisial SD (20) meninggal dunia di tempat setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Ibrahim Adjie, tepatnya di depan Kiara Artha Park, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Insiden lakalantas tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 22.40 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan, kecelakaan berawal dari pengemudi SD yang mengendarai sepeda motor Honda Beat No Pol D 4956 ADO dan melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Ibrahim Adjie, menuju ke Soekarno-Hatta.
Diduga microsleep saat berkendara, SD yang mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi itu lantas menabrak median pembatas jalan.
“Ketika melintas di Jalan Ibrahim Adjie, diduga pengendara kendaraan sepeda motor, sewaktu berkendara di jalan umum mengendarai kendaraannya dengan tidak wajar dan penuh konsentrasi (diduga micorsleep), hingga kemudian menabrak median pembatas jalan berikut pohon yang berada di atas median tersebut,” kata Fiekry saat dikonfirmasi, Senin (5/1).
Korban yang menghantam pembatas jalan dan pohon itu meninggal dunia di tempat.
Jasad SD lalu dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Pengendara sepeda motor itu mengalami luka-luka di bagian kepala hingga meninggal dunia di TKP, dan kemudian dibawa ke Forensik RS Hasan Sadikin Kota Bandung,” tutur Fiekry.
“Kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas mengalami kerusakan pada body bagian depan dan samping,” tutupnya.
Penyebab Kecelakaan Tunggal
Menurut penyelidikan awal, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kondisi pengemudi yang tidak fokus saat berkendara. Istilah microsleep sering digunakan untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang mengalami tidur singkat atau kurang konsentrasi dalam waktu singkat, meskipun masih dalam keadaan sadar. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan, kurang tidur, atau tekanan mental.
Dalam kasus ini, SD diduga sedang mengemudi dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba kehilangan konsentrasi. Akibatnya, kendaraannya langsung menabrak median jalan dan pohon yang berada di atasnya.
Proses Pemeriksaan Korban
Setelah kecelakaan terjadi, korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) untuk dilakukan pemeriksaan forensik. Tim medis memastikan bahwa korban telah meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera parah di bagian kepala.
Selain itu, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga mengalami kerusakan signifikan. Bagian depan dan samping kendaraan rusak akibat benturan keras dengan median dan pohon.
Langkah yang Dilakukan oleh Petugas
Petugas kepolisian telah melakukan beberapa langkah untuk mengumpulkan informasi dan bukti terkait kecelakaan ini. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, lingkungan sekitar, dan para saksi mata yang ada di lokasi kejadian.
Selain itu, polisi juga sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar jalan untuk memperkuat bukti dan memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Pentingnya Kesadaran Berkendara
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi masyarakat, terutama para pengendara sepeda motor, untuk selalu waspada dan menjaga kesadaran saat berkendara. Kondisi seperti microsleep bisa terjadi kapan saja, terutama jika pengemudi tidak cukup istirahat atau terlalu lelah.
Selain itu, penting untuk menghindari kecepatan berlebihan dan mematuhi rambu lalu lintas. Setiap pengemudi harus menyadari bahwa keselamatan diri sendiri dan orang lain adalah prioritas utama.
Tindakan Lanjutan
Polisi akan terus melakukan investigasi untuk menentukan apakah ada faktor lain yang turut berkontribusi dalam kecelakaan ini. Selain itu, mereka juga akan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Semua langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas.



