Operasi Pencarian Korban Tenggelam di Labuan Bajo Diperpanjang
Tim SAR Gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian terhadap dua warga negara asing (WNA) yang hilang dalam insiden tenggelamnya Kapal Wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo. Perpanjangan operasi dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 5 hingga 7 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah adanya perkembangan signifikan dalam proses pencarian.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa perpanjangan operasi dilakukan karena penemuan korban kedua pada Minggu (4/1/2026). “Operasi SAR diperpanjang tiga hari karena adanya perkembangan signifikan berupa penemuan korban kemarin,” ujar Fathur di Labuan Bajo, Senin (5/1/2026).
Pada hari ke-11 pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melakukan operasi sejak pukul 06.30 Wita. Mereka mengerahkan 153 personel dari berbagai unsur seperti Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, organisasi potensi SAR, komunitas penyelam, serta unsur terkait lainnya.

Sebanyak 17 alat utama (alut) dikerahkan untuk menyisir perairan dan pulau-pulau di sekitar lokasi kejadian. Selain pencarian permukaan, tim juga mengoptimalkan teknologi bawah laut. Dalam operasi tersebut, Ditpolairud Polda NTT menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan sonar. Pencarian turut diperkuat dengan penggunaan Multi Beam Sonar milik ITB Bandung serta Distrik Navigasi Kupang guna mendeteksi keberadaan bangkai kapal KM Putri Sakinah di sekitar last known position (LKP).
“Upaya pencarian dilakukan secara maksimal, baik di permukaan maupun bawah laut, sesuai rencana operasi,” ujar Fathur.
Dalam pelaksanaannya, pencarian dibagi ke dalam sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) yang melakukan penyisiran terkoordinasi di area perairan sekitar lokasi kejadian. Setiap SRU memiliki tugas spesifik untuk memastikan seluruh area yang diperkirakan menjadi tempat kejadian diperiksa secara menyeluruh.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Operasi akan terus dievaluasi sesuai perkembangan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan semua upaya telah dilakukan seoptimal mungkin agar korban dapat segera ditemukan.
Selain itu, koordinasi antar lembaga dan instansi terkait tetap dilakukan secara intensif. Adanya kolaborasi antara Basarnas, TNI-Polri, dan organisasi potensi SAR memperkuat kemampuan tim dalam mencari korban. Proses pencarian juga didukung oleh teknologi canggih yang digunakan untuk mempercepat proses identifikasi dan penemuan korban.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat juga memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian ini. Mereka berharap proses pencarian dapat segera menemukan korban yang hilang dan memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Dengan perpanjangan operasi, harapan untuk menemukan korban yang masih hilang semakin besar. Semua pihak berkomitmen untuk terus berupaya hingga akhir operasi, meskipun situasi di lapangan tetap memerlukan kehati-hatian dan kesabaran.



