Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Soal HOTS teks prosedur bahasa Indonesia kelas 9 SMP materi bab 2 buku-buku berbicara, soal terbaru
  • Sosok Rosdianah, alumni magister hukum UMI kini berkarir di Korps Adhyaksa
  • Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18
  • Jelang review MSCI November 2026, pembekuan saham Indonesia diprediksi hingga 2027
  • Elon Musk mengaku tak tahu cara bikin chip, tetapi mau bangun pabrik sendiri
  • Senjakala Mobil Bensin: Pangsa Pasar Anjlok di Bawah 50%
  • 7 hal yang perlu ditingkatkan agar mendapat banyak match di dating apps menurut psikologi
  • Prediksi skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven: Die Roten Bullen siap mengamuk di Red Bull Arena
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Film sebagai alat diplomasi budaya RI-Korea Selatan
Ragam

Film sebagai alat diplomasi budaya RI-Korea Selatan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 December 2025No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Diplomasi Budaya Melalui Film Korea di Indonesia

Korea Selatan terus memperkuat diplomasi budaya melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah adaptasi film-film populer ke versi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, strategi ini berkembang dengan kolaborasi yang melibatkan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Contohnya adalah pengadaptasian film seperti Sunny, Miracle in Cell No. 7, hingga Pawn.

Pemutaran ulang film, dalam praktiknya, tidak hanya sekadar mengubah judul atau alur cerita. Proses ini melibatkan penyesuaian emosi, humor, dan nilai-nilai budaya agar lebih sesuai dengan pengalaman penonton lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pihak yang terlibat dalam proses adaptasi memahami pentingnya konteks budaya dalam menyampaikan pesan film.

Kebijakan Perfilman Korea yang Mendukung

Dalam diskusi Frames of Influence: Understanding the Korean Wave in Indonesia’s Film Landscape di Jakarta, Selasa, 2 Desember 2025, Chun Hye-Jin, Program Director for International Film di Busan Cinema Center, menjelaskan bahwa keberhasilan sinema Korea saat ini berasal dari kebijakan negara yang mendukung film lokal. Ia menekankan bahwa karya-karya tersebut menjadi inti dari keunggulan sinema Korea yang unik.

Kebijakan ini sudah ada sejak revisi Undang-Undang Promosi Film pada 1996, yang mewajibkan pemutaran film Korea selama 146 hari per tahun. Meskipun kuota tersebut dikurangi menjadi 73 hari pada 2006, kebijakan ini membuka jalan bagi film lokal untuk menguasai pasar domestik. Akibatnya, perusahaan besar seperti CJ, Lotte, dan Showbox mulai berinvestasi besar, yang akhirnya mendorong lahirnya film-film beranggaran tinggi seperti Shiri, Taegukgi, The Host, dan The Thieves.

Sistem Produksi Film Korea

Sejak 2000-an, sistem produksi film Korea juga semakin berkembang dengan fokus pada sutradara. Bong Joon-ho dikenal dengan satire sosialnya, Park Chan-wook dengan film balas dendam, dan Lee Chang-dong dengan realisme sastranya. Kehadiran layanan over the top (OTT) seperti Netflix semakin memperluas jangkauan global film Korea, meski peran negara tetap penting, terutama setelah pandemi.

Setelah pandemi, film Korea mencapai pencapaian baru di Indonesia melalui Exhuma (2024), yang meraih 2,6 juta penonton. Menurut Chief Marketing Officer CGV Indonesia, Ssun Kim, film ini menjadi sangat sukses di Indonesia. Bahkan, para wartawan dikirim ke sini untuk mengetahui mengapa film ini bisa begitu populer.

Keberhasilan Film Exhuma di Indonesia

Menurut Kim, keberhasilan film Exhuma dipengaruhi oleh kedekatan budaya antara Korea dan Indonesia. Film ini menampilkan horor, mitologi, serta praktik penguburan yang beresonansi dengan budaya Indonesia. Ia menambahkan bahwa kolaborasi berbasis IP melalui remake menjadi bentuk diplomasi budaya yang lebih dalam.

“Setiap negara memiliki kode humor dan sentuhan emosi sendiri-sendiri. Jadi, aspek-aspek itu menjadi pertimbangan dalam memperkenalkan film ke pasar lokal,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa proses adaptasi film bukan hanya tentang mengubah alur cerita, tetapi juga memahami dan menghargai perbedaan budaya yang ada.

Pentingnya Kolaborasi Budaya

Kolaborasi antara Korea dan Indonesia dalam bidang perfilman menunjukkan bahwa diplomasi budaya dapat dilakukan melalui berbagai cara. Dengan memahami perbedaan budaya dan menyesuaikan elemen-elemen film, kedua negara dapat saling belajar dan memperkaya pengalaman seni dan hiburan. Inisiatif seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap kebudayaan masing-masing negara.

Dengan adanya kolaborasi yang terus berkembang, film-film Korea akan terus hadir di Indonesia dengan cara yang lebih relevan dan dekat dengan hati penonton lokal. Hal ini menunjukkan bahwa diplomasi budaya bukan hanya tentang memperkenalkan karya seni, tetapi juga membangun jembatan antar budaya melalui kesamaan dan penghargaan terhadap perbedaan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Senjakala Mobil Bensin: Pangsa Pasar Anjlok di Bawah 50%

15 October 2026

Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen

15 October 2026

Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI

15 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Soal HOTS teks prosedur bahasa Indonesia kelas 9 SMP materi bab 2 buku-buku berbicara, soal terbaru

15 October 2026

Sosok Rosdianah, alumni magister hukum UMI kini berkarir di Korps Adhyaksa

15 October 2026

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18

15 October 2026

Jelang review MSCI November 2026, pembekuan saham Indonesia diprediksi hingga 2027

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?