Pengalaman yang tak terlupakan bagi pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, ketika kembali menginjakan kakinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Sebelumnya, ia pernah menjadi pelatih timnas Indonesia dalam laga uji coba melawan Vanuatu pada 15 Juni 2019. Saat itu, timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 6-0. Empat gol dari Alberto Goncalves dan dua gol lainnya oleh Evan Dimas menjadi momen penting dalam pertandingan tersebut.
Paul Munster saat itu berada di sisi lawan, yaitu sebagai pelatih Vanuatu. Namun, setelah masa kerjanya bersama timnas Vanuatu berakhir, ia memutuskan untuk melanjutkan kariernya di sepak bola Indonesia. Ia bergabung dengan Bhayangkara FC dan juga pernah melatih Persebaya Surabaya sebelum akhirnya kembali ke klub yang kini diasuhnya.
Kini, Paul Munster kembali menghadapi tantangan baru di SUGBK. Laga tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026 antara Bhayangkara FC dan Persija Jakarta akan digelar di stadion legendaris ini pada Senin (29/12/2025). Bagi pelatih asal Irlandia ini, kesempatan ini sangat berharga karena ia bisa merasakan kembali aura SUGBK yang telah ia alami enam tahun lalu.
“Sebelum masuk ke sini, saya berbicara dengan salah satu pemain saya,” ujar Paul Munster kepada awak media. “Ini pengalaman saya datang ke SUGBK pada tahun 2019, ya sudah enam tahun yang lalu. Waktu terasa cepat.”
Menurutnya, SUGBK adalah salah satu stadion berkualitas di Indonesia. Atmosfer sepak bola yang kuat di tanah air membuatnya memutuskan untuk berkarier di sini. Ia mengakui bahwa SUGBK adalah stadion terbaik di Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan.
“Ya, ini stadion terbaik di Indonesia dan di Jakarta. Jadi, itu bagus. Tapi, itu pengalaman yang bagus. Tapi itu lebih baik ketika kami mendapatkan tiga poin,” katanya.
Kini, Paul Munster memiliki tekad untuk membawa Bhayangkara FC meraih kemenangan di SUGBK. Ia ingin mencatatkan sejarah dengan menang di stadion legendaris ini.
“Ya, kita mencari reaksi besar dari permainan sebelumnya. Jadi, ya hari ini kami harus 100% fokus. Ya, berjuang untuk permainan ini,” tutup Paul Munster.



