Pemain Timnas Putri Indonesia Bergabung dengan Klub di Timor Leste
Pemain Timnas Putri Indonesia, Sabrina Mutiara, resmi bergabung dengan Maudoko FC di Timor Leste. Ini bukan pertama kalinya pemain Indonesia hijrah ke luar negeri, karena sudah ada tiga pemain lain yang lebih dulu merapat, yaitu Feni Binsbarek, Devi Radina Safitri, dan Anisya Widyawati. Keputusan Sabrina Mutiara dan pemain lainnya ini menimbulkan pertanyaan tentang nasib Liga Putri Indonesia yang belum juga digelar. Padahal, seharusnya kompetisi ini bisa menjadi wadah bagi pemain-pemain muda untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.
Fakta bahwa pemain-pemain Indonesia lebih memilih bermain di luar negeri menunjukkan bahwa ada potensi besar di sepak bola wanita Indonesia. Namun, sayangnya, potensi ini tidak didukung dengan adanya kompetisi yang memadai di dalam negeri. PSSI harus segera bertindak untuk menghidupkan Liga Putri Indonesia dan memberikan kesempatan bagi pemain-pemain muda untuk berkembang.
Sebelumnya, Sabrina Mutiara merupakan Arema Putri. Winger andalan, Sabrina Mutiara, resmi menyusul rekan-rekannya untuk merumput di Liga Wanita Timor Leste 2025-2026 bersama Maudoko FC pada pengujung tahun ini. Kabar kepindahan pemain berusia 26 tahun tersebut dikonfirmasi langsung oleh pelatih Arema Putri, Nanang Habibi, yang menyatakan bahwa Sabrina telah bertolak ke Timor Leste sejak tengah pekan lalu.
Kedatangan Sabrina di Maudoko FC diproyeksikan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Anisya Widyawati. “Sabrina ke Maudoko FC, dia menggantikan Widya (Anisya Widyawati) yang harus pulang ke Indonesia. Dia harus mengurus berkas-berkas perpindahan untuk memenuhi regulasi bermain di PORPROV Jawa Barat 2026 bersama tim Sukabumi,” ujar pelatih yang akrab disapa Pepe tersebut kepada WEAREMANIA.
Dengan bergabungnya Sabrina, total terdapat tujuh penggawa Arema Putri yang kini berkarier di Timor Leste, tersebar di Maudoko FC dan Maranatha FC. Pihak klub Maudoko FC memilih Sabrina karena pertimbangan kematangan bermain dan pengalaman yang setara dengan pemain yang digantikannya. Meski baru pertama kali memutuskan untuk bermain jauh dari Malang, pemain kelahiran 6 Desember 1999 ini telah memantapkan hati untuk menjajaki karier di luar negeri.
“Sabrina mempunyai pengalaman dan usianya sama dengan Widya. Alhamdulillah dia mau merantau. Dari dulu belum pernah merantau jauh, baru sekarang memantapkan hati,” pungkas Pepe.
Saat ini, Sabrina dijadwalkan tampil hingga sisa laga putaran pertama, sementara keputusan untuk putaran kedua akan bergantung pada situasi mendatang.
Perkembangan Karier Pemain Wanita Indonesia
Beberapa faktor mendorong pemain-pemain wanita Indonesia untuk mencari peluang di luar negeri. Salah satunya adalah kurangnya kompetisi yang cukup untuk memacu perkembangan pemain. Liga Putri Indonesia masih belum terlalu berkembang, sehingga banyak pemain memilih bermain di luar negeri agar bisa terus berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.
Selain itu, peluang bermain di liga luar negeri sering kali menawarkan fasilitas dan dukungan yang lebih baik dibandingkan di dalam negeri. Hal ini membuat beberapa pemain memilih untuk meninggalkan klub lokal dan mencoba peruntungan di luar negeri.
Tidak hanya Sabrina Mutiara, beberapa pemain lain seperti Feni Binsbarek, Devi Radina Safitri, dan Anisya Widyawati juga telah memilih jalur yang sama. Mereka semua memiliki alasan yang berbeda, tetapi tujuan utamanya adalah untuk berkembang dan membuktikan kemampuan mereka di tingkat internasional.
Tantangan yang Dihadapi Liga Putri Indonesia
Liga Putri Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu masalah utamanya adalah minimnya dukungan dari federasi dan klub-klub. Tanpa dukungan yang memadai, kompetisi ini sulit berkembang dan menarik minat pemain muda.
Selain itu, infrastruktur olahraga yang kurang memadai juga menjadi kendala. Banyak pemain tidak memiliki akses yang cukup untuk latihan dan pembenahan teknik. Hal ini membuat mereka lebih memilih bermain di luar negeri, di mana fasilitas dan pelatihan lebih baik.
Untuk mengatasi hal ini, PSSI perlu segera mengambil langkah-langkah strategis. Misalnya, dengan memperkuat sistem kompetisi, memberikan pelatihan yang lebih baik, dan meningkatkan promosi Liga Putri Indonesia agar lebih dikenal publik.
Peluang di Luar Negeri
Bergabung dengan klub di luar negeri memberikan peluang besar bagi pemain-pemain Indonesia. Selain mendapatkan pengalaman bermain di liga internasional, mereka juga bisa belajar dari pemain dan pelatih yang lebih berpengalaman.
Di Timor Leste, misalnya, Liga Wanita Timor Leste menawarkan lingkungan yang kompetitif dan menarik bagi pemain-pemain Indonesia. Banyak klub di sana mencari pemain berkualitas, termasuk dari Indonesia.
Bagi Sabrina Mutiara, ini adalah langkah penting dalam karier profesionalnya. Meski awalnya bingung dan ragu, ia akhirnya memutuskan untuk bermain di luar negeri demi pengembangan diri dan kesempatan lebih besar.



