Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 3 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Zulhas Tingkatkan Target Cadangan Beras RI Jadi 4 Juta Ton Tahun 2026
Nasional

Zulhas Tingkatkan Target Cadangan Beras RI Jadi 4 Juta Ton Tahun 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Salah satu inisiatif utama adalah peningkatan cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan mencapai 4 juta ton pada tahun 2026, meningkat dari target sebelumnya yaitu 3 juta ton. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau lebih dikenal sebagai Zulhas.

Target Peningkatan Cadangan Beras

Zulhas menegaskan bahwa peningkatan target CBP tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan beras yang cukup untuk berbagai kebutuhan seperti program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan lainnya. “Kami putuskan Cadangan Beras Pemerintah kita dari 3 juta ton, kita naikkan jadi 4 juta ton, agar lebih mudah nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya,” ujarnya dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.

Dalam konteks ini, Perum Bulog memiliki peran vital dalam mengelola stok beras dan menjaga harga gabah di tingkat petani. Bulog akan menyerap gabah dari para petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan insentif bagi produksi lokal.

Margin Perum Bulog dan Kebijakan Harga Seragam

Selain itu, Zulhas menyatakan bahwa margin yang diberikan kepada Perum Bulog perlu ditingkatkan agar dapat mendukung kebijakan harga seragam beras di seluruh Indonesia. Saat ini, margin yang diberikan hanya sebesar Rp50 per kilogram, dengan total Rp150 miliar untuk 3 juta ton beras. Namun, hal ini dinilai tidak cukup untuk memastikan pengiriman beras ke daerah-daerah terpencil seperti Papua dan Maluku dengan harga yang sama.

“Bagaimana bisa mengirim ke Papua, ke Maluku satu harga, kan tidak mungkin. Nah ini nanti kita akan bicarakan dengan BPKP, kita akan hitung agar nanti berhasil bisa satu harga di seluruh Indonesia,” tambah Zulhas.

Realisasi Pengadaan Beras pada Tahun 2025

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Bulog akan menyerap antara 2 juta hingga 2,5 juta ton beras pada masa panen raya untuk mencapai target CBP sebesar 4 juta ton pada tahun 2026.

“Kita target 4 juta ton [tahun 2026] seluruh Indonesia. [Nanti] di panen raya, minimal [serap] 2 juta ton. Kalau bisa, 2,5 juta ton. Ini stok kita per detik ini 3,39 juta ton. Ini tertinggi selama merdeka,” kata Amran.

Pencapaian pengadaan beras oleh Perum Bulog pada tahun 2025 telah mencapai 3,43 juta ton, melampaui target sebesar 3 juta ton sebesar 114,5%. Angka ini menunjukkan keberhasilan dalam mengoptimalkan produksi dalam negeri tanpa bergantung pada impor.

Stok Beras di Gudang Bulog

Stok beras di gudang Bulog hingga akhir tahun 2025 mencapai 3,39 juta ton. Angka ini menandai pertama kalinya sejak kemerdekaan Indonesia, stok CBP melebihi 3 juta ton tanpa adanya pasokan dari impor. Dengan realisasi ini, pemerintah semakin percaya diri dalam menjaga ketersediaan beras secara nasional.

Peningkatan cadangan beras menjadi 4 juta ton pada 2026 diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan negara dan memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. Dengan kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan petani, target ini diyakini dapat tercapai dengan baik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?