Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • 7 Inspirasi Lampu Gantung 3D Modern yang Menarik
  • Alasan Aurelie Moeremans Angkat “Broken Strings” Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming
  • Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026
  • Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram
  • Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar
  • Bacaan Injil Katolik 23 Maret 2026: Renungan Harian yang Lengkap
  • Jadwal Bola Malam Ini: Bou vs Man Utd dan Napoli di Liga Italia Live SCTV dan ANTV
  • Ketidakjelasan TNI Ambil Alih Kasus Andrie Yunus, Ini Tanggapan Prabowo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Peringatan Santo dan Santa Pelindung 28 Desember 2025
Nasional

Peringatan Santo dan Santa Pelindung 28 Desember 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peringatan Santo dan Santa Pelindung Minggu 28 Desember 2025

Minggu 28 Desember 2025 menjadi hari penting dalam kalender liturgis Gereja Katolik. Pada hari ini, umat Katolik merayakan peringatan para kanak-kanak suci Betlehem yang menjadi martir. Perayaan ini juga dikenal sebagai Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem, Martir.

Sejarah Kelahiran Yesus dan Kekacauan di Betlehem

Kelahiran Yesus, yang konon akan menjadi “Raja Israel”, membawa kegoncangan besar bagi kekuasaan Herodes Agung. Raja Yudea ini merasa terancam oleh bayi yang lahir di Betlehem. Ketika Tiga Raja dari Timur datang untuk menyembah-Nya, mereka diminta kembali ke Yerusalem untuk memberitahu Herodes tempat kelahiran Yesus. Namun, ketiga raja itu pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain, tidak mengikuti instruksi Herodes.

Kemarahan Herodes semakin memuncak. Ia memerintahkan agar semua bayi di Betlehem dibunuh. Dengan penuh kekejaman, ia memerintahkan pembunuhan terhadap semua kanak-kanak laki-laki di wilayah tersebut. Meskipun begitu, Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtuanya ke Mesir, sehingga rencana Herodes gagal.

Herodes dikenal sebagai penguasa yang sangat ambisius dan kejam. Meskipun berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen megah, ia sebenarnya hanya boneka dari kaisar Romawi. Nama Herodes terkenal karena tindakan kejamnya, termasuk membunuh banyak orang, termasuk tiga putranya sendiri. Isterinya ada 10 orang, dan hidupnya penuh dengan kebengisan.

Makna Pesta Hari Ini

Pada hari ini, Gereja tidak hanya menghormati para kanak-kanak suci sebagai martir, tetapi juga menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai cita-cita iman bagi semua orang Kristen. Pesta ini mengajak semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun sering kali harus mengorbankan nyawa atau menumpahkan darah demi cinta kasih kepada Allah dan sesama.

Di dalam diri para kanak-kanak suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.

Santa Fabiola, Janda yang Bertobat

Selain peringatan para kanak-kanak suci, hari ini juga merayakan Santa Fabiola, seorang janda yang memiliki kisah hidup yang menarik. Fabiola lahir di Roma pada pertengahan abad ke-4 dari sebuah keluarga ningrat. Masa mudanya tidak terpuji karena ia menikah dengan seorang pemuda yang hidupnya bejat. Setelah menceraikan suaminya, ia menikah lagi dengan lelaki lain. Tindakan ini sangat tidak terpuji bagi seorang Kristen dan mencoreng nama baik Gereja.

Namun, Tuhan tidak membiarkan Fabiola bertindak sembarangan. Tidak lama kemudian, dua suaminya meninggal dunia. Fabiola menyesali sikap hidupnya dan bertobat. Ia mulai menaati aturan hidup sebagai anggota Gereja, melakukan silih di hadapan seluruh umat sehingga diterima kembali sebagai anggota Gereja. Pertobatannya secara terbuka dilakukannya di muka basilik Lateran. Paus Santo Siricius menerimanya kembali dalam pangkuan ibu Gereja.

Corak hidupnya yang baru diwarnai dengan pengabdian tulus dalam karya-karya cinta kasih. Harta bendanya ia manfaatkan untuk kepentingan Gereja Roma. Ia mendirikan rumah sakit khusus untuk membantu orang-orang miskin. Para pasiennya adalah gelandangan-gelandangan yang ditemuinya di jalan-jalan atau yang meringkuk di dalam penjara. Rumah sakit ini menampung siapa saja sehingga menjadi semacam rumah sakit umum pertama dalam sejarah Barat.

Perjalanan Hidup Santa Fabiola

Pada tahun 395, Fabiola berziarah ke Yerusalem dan mengunjungi Santo Hieronimus, Santa Paula, dan Santa Eustakium. Ketika itu, Hieronimus sedang bermusuhan dengan Uskup Rufinus berkenaan dengan ajaran Origenes yang ditentangnya. Orang berusaha mempengaruhi Fabiola agar memihak Rufinus. Namun Fabiola tetap mendukung Hieronimus, gurunya. Fabiola mendirikan sebuah biara dan membantu Hieronimus dalam usaha menerjemahkan Kitab Suci. Tetapi kemudian ia pindah dari biara itu: biara itu menjadi tempat ziarah yang sangat ramai; kondisi hidup umat sangat tidak menyenangkan: umat Kristen terpecah-pecah, dan dari luar ada ancaman serangan bangsa Hun, dll.

Untuk sementara, Fabiola dengan kawan-kawannya mengungsi ke Jaffa, sambil menantikan ketenteraman di Yerusalem. Setelah keadaan pulih dan aman, Fabiola pulang ke Roma dan kawan-kawannya kembali ke Yerusalem. Di Roma masih terdapat banyak masalah. Meskipun demikian, Fabiola tetap meneruskan karya cintakasihnya selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Bersama Santo Pammachius, ia mendirikan rumah sakit umum besar di Porto untuk peziarah yang miskin dan sakit. Dalam satu tahun saja rumah sakit itu terkenal dari Parthia sampai ke Britania. Fabiola wafat pada tahun 399. Ia sangat dicintai dan dihormati.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026

24 Maret 2026

Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar

24 Maret 2026

Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram

24 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 Inspirasi Lampu Gantung 3D Modern yang Menarik

24 Maret 2026

Alasan Aurelie Moeremans Angkat “Broken Strings” Jadi Film: Edukasi Bahaya Child Grooming

24 Maret 2026

Emas melonjak, batu permata jadi pilihan investasi 2026

24 Maret 2026

Usaha Kambing Bangkrut, Pemilik Koper Akui Bawa Sabu 785,71 Gram

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?