Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 19 Mei 2026
Trending
  • Wisata Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Liburan Seru dan Edukasi Menyenangkan
  • Orang yang Langsung Cek Ponsel Saat Bangun, Ini 8 Sifat Kepribadian Menurut Psikologi
  • Rupiah anjlok, keamanan ekonomi kelas menengah terancam
  • Begal Penembak Polisi di Lampung Tewas Diamankan Aparat, Senjata Rakitan Disita
  • 60 Soal IPS Kelas 2 SD 2026 Lengkap Jawaban
  • Prediksi Skor Borussia Monchengladbach vs Hoffenheim Bundesliga 16 Mei 2026 Pukul 20.30 WIB
  • Tiket Pesawat Naik, Pengusaha Travel dan Wisata Sulsel Khawatir
  • Kecepatan 90 KM/jam, Jarak 130 KM, Fox Air Polytron Harga Terjangkau
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Herry IP Pecah di Akhir Tahun 2025, Ganda Putra Terbaik Malaysia Chia/Soh Kandas
Olahraga

Herry IP Pecah di Akhir Tahun 2025, Ganda Putra Terbaik Malaysia Chia/Soh Kandas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Performa Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang Menurun

Sebagai pasangan ganda putra terbaik Malaysia saat ini, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik sedang menghadapi tantangan berat setelah menunjukkan penurunan performa. Tahun 2025 dimulai dengan cukup baik bagi mereka, khususnya setelah pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau dikenal sebagai Herry IP, bergabung dalam tim. Kehadiran Herry IP memberikan dampak positif pada permainan mereka.

Prestasi yang mencolok langsung diraih oleh Chia/Soh, yang kini menduduki peringkat kedua dunia. Mereka berhasil memenangkan Kejuaraan Asia 2025, Thailand Open 2025, dan Singapore Open 2025. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Di Kejuaraan Dunia 2025, mereka gagal memenuhi ekspektasi, yang menjadi titik awal penurunan performa mereka.

Sebelum tampil di Kejuaraan Dunia, Chia/Soh juga kalah dari pasangan baru ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam pertandingan China Open 2025. Fajar/Fikri, yang baru saja berkembang, berhasil mengalahkan Chia/Soh dengan skor 21-15, 21-14 dalam waktu 35 menit. Kemenangan ini membuktikan bahwa Fajar/Fikri menjadi ancaman serius bagi Chia/Soh.

Selain Fajar/Fikri, pasangan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty juga menjadi lawan yang sulit untuk Chia/Soh. Pada semifinal French Open 2025, Chia/Soh kembali kalah dari Fajar/Fikri, yang membuat mereka kehilangan kesempatan untuk melaju ke final turnamen BWF Super 750.

Kegagalan Chia/Soh tidak hanya terjadi di ajang internasional, tetapi juga di SEA Games 2025. Mereka harus puas dengan medali perak di kategori beregu putra dan individual setelah kalah dari Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang menjadi andalan Indonesia.

Namun, ada sedikit harapan ketika Chia/Soh berhasil mengalahkan Fajar/Fikri dalam penyisihan grup BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China. Meskipun kemenangan ini bisa menjadi angin segar, Chia/Soh akhirnya gagal melewati fase penyisihan karena kalah di dua pertandingan berikutnya.

Herry IP, pelatih ganda putra Malaysia, menyampaikan kekecewaannya terhadap penurunan performa Chia/Soh di akhir tahun ini. Menurut Herry IP, penurunan ini disebabkan oleh ketidakmampuan Chia/Soh menjaga kebugaran mereka di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Aaron Chia yakin bahwa mereka dapat melakukan penyesuaian agar tidak terulang pada tahun 2026. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah lebih selektif dalam memilih turnamen, sehingga tidak perlu terlalu sering berlaga di lapangan guna menjaga kondisi fisik.

Sebagai penghuni peringkat 10 besar dunia, Chia/Soh diwajibkan mengikuti setidaknya 12 turnamen World Tour BWF dalam satu musim. Dengan adanya Asian Games 2026, Kejuaraan Dunia 2026, dan Thomas Cup 2026, jumlah turnamen yang akan diikuti bisa meningkat hingga 15. Jika mereka lolos ke BWF World Tour Finals 2026, jumlah turnamen bisa mencapai 18 hingga 20.

“Kami akan mencoba membatasi jumlah turnamen di bawah 20,” kata Chia. “Kami belum tua, tetapi kami adalah anggota paling senior di BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia), jadi kami perlu menjaga kebugaran kami.”

Chia juga menegaskan target utamanya untuk tampil maksimal pada Asian Games, Thomas Cup, Kejuaraan Dunia, dan turnamen BWF Super 1000 di tahun 2026. Mereka ingin mempertahankan peringkat lima besar dunia meskipun sadar bahwa peringkat hanyalah angka yang bisa membantu dalam undian turnamen.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi Skor Borussia Monchengladbach vs Hoffenheim Bundesliga 16 Mei 2026 Pukul 20.30 WIB

19 Mei 2026

Pemecatan Lima Pemain AC Milan di Bursa Transfer Liga Italia, Daftar Jual Allegri Membikin Heboh

19 Mei 2026

Transfer Liga Spanyol: Real Madrid, Keputusan Mourinho Diambil Perez

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Wisata Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Liburan Seru dan Edukasi Menyenangkan

19 Mei 2026

Orang yang Langsung Cek Ponsel Saat Bangun, Ini 8 Sifat Kepribadian Menurut Psikologi

19 Mei 2026

Rupiah anjlok, keamanan ekonomi kelas menengah terancam

19 Mei 2026

Begal Penembak Polisi di Lampung Tewas Diamankan Aparat, Senjata Rakitan Disita

19 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?