Perubahan Besar di Super League Tahun Depan
Super League musim 2025/2026 akan menjadi momen penting bagi sejumlah klub sepak bola Indonesia. Salah satu yang paling menonjol adalah perubahan pelatih di enam klub besar, termasuk Persebaya Surabaya, Semen Padang FC, Persis Solo, Madura United, PSBS Biak, dan Persijap Jepara. Perubahan ini membawa harapan baru bagi klub-klub yang ingin tampil lebih kompetitif.
Persebaya Surabaya Memperkenalkan Pelatih Baru
Persebaya Surabaya menjadi salah satu tim yang paling dinanti dalam perubahan pelatih. Mereka resmi memperkenalkan Bernardo Tavares sebagai pelatih baru pada Senin (22/12/2025). Kedatangan Tavares mengakhiri masa kerja Edu Perez yang sebelumnya diberhentikan oleh manajemen. Bernardo Tavares bukanlah sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah sukses bekerja di PSM Makassar meski dalam kondisi keterbatasan.
Prestasi terbaik Bernardo Tavares adalah ketika membawa PSM Makassar menjadi juara Liga Indonesia musim 2022/2023. Keberhasilan ini membuat namanya masuk ke jajaran pelatih elite di kompetisi domestik. Di level Asia, ia juga mencatatkan prestasi yang mengesankan dengan membawa PSM menjadi finalis AFC Cup Zona ASEAN 2022/2023 dan semifinal ASEAN Cup 2024/2025.
Selama menangani PSM Makassar, Bernardo Tavares mencatatkan total 129 pertandingan di semua ajang. Dari jumlah tersebut, ia meraih 55 kemenangan, 44 hasil imbang, dan 30 kekalahan. Rekam jejak inilah yang membuat Persebaya Surabaya berharap banyak pada sentuhan Tavares. Manajemen berharap konsistensi dan mental juara bisa ditularkan ke skuad Green Force.
Tim Lain Juga Melakukan Perubahan
Selain Persebaya Surabaya, beberapa klub lain juga melakukan perubahan pelatih. Persis Solo memutuskan untuk menunjuk kembali Milomir Seslija, yang sebelumnya didepak pada awal musim 2024/2025. Kembalinya Milomir menjadi pertaruhan besar bagi Persis Solo. Manajemen berharap pengalaman masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk hasil yang lebih stabil.
Di sisi lain, Persijap Jepara resmi merekrut Divaldo Alves. Sebelumnya, Divaldo menangani PSBS Biak sebelum didepak pada 9 Desember 2025. Pergantian ini membuat PSBS Biak harus segera mencari pengganti. Klub asal Papua tersebut menunjuk Agus Sugeng sebagai pelatih baru untuk musim 2025/2026.
Agus Sugeng menjadi salah satu pelatih lokal yang tampil di Super League musim depan. Ia menjadi pelatih lokal kedua bersama Hendri Susilo yang tetap dipercaya Malut United.
Madura United juga memperkenalkan wajah baru di kursi pelatih. Klub tersebut menunjuk Carlos Perreira untuk memimpin tim menghadapi persaingan yang ketat musim depan. Sementara itu, Semen Padang FC tidak ketinggalan dalam penyegaran di jajaran staf kepelatihan. Kabau Sirah resmi menunjuk Dejan Antonic sebagai pelatih baru.
Dinamika di Super League
Secara keseluruhan, Super League 2025/2026 menghadirkan kombinasi menarik antara pelatih asing dan lokal. Dinamika ini diprediksi membuat persaingan semakin terbuka sejak awal musim. Daftar pelatih musim depan juga memperlihatkan stabilitas di beberapa klub besar seperti Persib Bandung yang masih bersama Bojan Hodak, Persija Jakarta yang tetap mempercayakan tim kepada Mauricio Souza, dan Bali United yang ditangani Johnny Jansen.
Dengan hadirnya enam pelatih baru, peta kekuatan Super League dipastikan berubah. Setiap klub membawa cerita, ambisi, dan harapan baru untuk bersaing di level tertinggi sepak bola nasional. Musim 2025/2026 pun dinanti sebagai panggung pembuktian para pelatih anyar ini. Sorotan utama terpusat pada Persebaya Surabaya dan Bernardo Tavares yang siap menguji reputasi di tantangan baru.
Update Daftar Pelatih Super League 2025/2026
- Borneo FC: Fabio Lefundes
- Persib Bandung: Bojan Hodak
- Persija Jakarta: Mauricio Souza
- PSM Makassar: Tomas Trucha
- Malut United: Hendri Susilo
- PSIM Yogyakarta: Jean-Paul van Gastel
- Persita Tangerang: Carlos Pena
- Bali United: Johnny Jansen
- Bhayangkara FC: Paul Munster
- Arema FC: Marcos Santos
- Dewa United: Jan Olde Riekerink
- Persebaya Surabaya: Bernardo Tavares (Baru)
- Semen Padang FC: Dejan Antonic (Baru)
- Madura United: Carlos Perreira (Baru)
- PSBS Biak: Agus Sugeng (Baru)
- Persijap Jepara: Divaldo Alves (Baru)
- Persis Solo: Milomir Seslija (Baru)



